Breaking News

Bagaimana Sikap Orang Kristen Terhadap LGBT

Bagaimana Sikap Orang Kristen Terhadap LGBT

Dari dahulu, Alkitab sudah menggambarkann prilaku LGBT sebagai suatu yang bertentangan dengan kehendak Allah bagi manusia. Sikap maupun pernyataan Alkitab sangat jelas.

1 Korintus 6 : 9-10;

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kafir, pemabuk, pemfitnah, dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah”

Roma 1 : 26-27;

“Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka meninggalkan persetubuhan yang wajar, dengan yang tidak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka, balasan yang setimpal dengan kesesatan mereka”

Kedua kitab tersebut ditulis sejak abad pertama dan kedua. Kira-kira sekitar dua ribu tahun silam. Dan sangat menakjubkan, karena tiap katanya syarat dengan keadaan pada setiap zaman.

Seiring perkembangan zaman dan kebebasan yang sangat kuat diperjuangkan, sebagian tokoh-tokoh agama mulai beralih pada mencari solusi yang aman bagi semua pihak.

Dengan alasan kemanusiaan, LGBT mampu mendobrak fakta moral yang berlaku baik secara politik, tradisi maupun agama.

Salah satu yang menjadi kontroversi sekarang yaitu, diterbitkannya sebuah alkitab raja dan ratu king james di amerika serikat untuk kaum LGBT yang berstatus kristen.

Meski masih menjadi kontroversi, namun bisa menjadi gambaran bagi kita, betapa kuatnya pengaruh LGBT khususnya di amerika serikat dan barat secara umum.

Mari kita pelajari Bagaimana Sikap Orang Kristen Terhadap LGBT dan alasan dasar LGBT tidak pernah diterima sebagai bagian dalam kekristenan.

Mengenal LGBT

Mengenal LGBTDari ayat diatas, kita dapat mengenal bahwa prilaku LGBT dianggap suatu yang tidak alami dan merupakan kesesatan dalam kekristenan.

"Allah menyerahkan mereka", artinya bukan memberikan, tapi membiarkan. Keadaan dimana Allah sendiri tidak mau lagi terlibat.

Karena hak prerogratif setiap orang, yaitu individu yang diciptakan Allah dengan pilihan, maka tak bisa disangkal bahwa Allah sendiri tetap konsisten mengadili dengan adil.

Setiap orang dikaruniakan waktu hidup untuk memilih dan menentukan. Namun, Allah mengingatkan manusia, tentang segala sesuatu yang tidak diperkenankan-Nya, memiliki konsekuensi tertentu, baik terhadap diri sendiri maupun ketetapan Allah.

Secara umum dijelaskan, bahwa prilaku homoseksual sebenarnya adalah keinginan dari setiap orang yang didorong hawa nafsu, bukan disebabkan faktor genetika.

Tidak ada yang namanya salah paham atau penafsiran dalam penerjemahan kitab suci. Tidak ada pula orang yang dilahirkan homoseksual. Tidak ada juga orang yang memiliki kelainan seksual sejak lahir.

Sebab LGBT

Sebab LGBTAlasan yang mendasari prilaku LGBT sebenarnya akibat kebiasaan, pergaulan sosial , penindasan, penganiayaan, bullying, maupun ketidakpuasan jasmani.

Beberapa pakar menyatakan pendapatnya tentang homoseksual, bahwa didikan orang tua dan lingkungan, memicu prilaku tersebut kemudian diadopsi oleh anak-anak.

Itu sebabnya alkitab sangat banyak membahas tentang didikan terhadap anak-anak. Yesus Kristus sendiri jelas mengingatkan kita tentang penyesatan terhadap anak-anak (Efesus 6 : 4), (Kolose 3 : 21), (Efesus 4:15-19), (Markus 10:13).

Pertumbuhan anak dengan tidak diiringi dengan didikan yang baik dapat menyebabkan pembentukan karakter anak menjadi rusak.

Karenanya, anak-anak mulai memiliki pemikiran sendiri, yang bisa berdampak pada perubahan prilaku secara menyeluruh.

Pelecehan dan penganiayaan juga menjadi faktor penyebab karakter anak-anak menjadi tidak baik. Kebiasaan dalam mendidik anak secara sama, baik terhadap laki-laki maupun perempuan, juga menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter anak.

Jadi, keluarga, lingkungan, hukum dan masyarakat memiliki andil yang cukup besar menjadi penyebab terciptanya LGBT.

Sosial LGBT

Sosial LGBTSebagian dari kaum LGBT sebenarnya tidak mengerti mengapa mereka menjadi demikian. Banyak yang terpaksa harus menghindar dari pergaulan, merahasiakan diri, agar diterima Masyarakat.

Dan ada juga yang tak segan untuk mengakhiri hidup mereka karena tak tahan dengan perlakuan buly.

Disatu sisi, prilaku ini juga mendorong sekaligus menciptakan suatu program semacam rekrutmen bagi para simpatisan.

Komunitas-komunitas LGBT dengan kampanyenya bahkan berhasil masuk sampai pada dunia pendidikan.

Beberapa sekolah dibarat seakan tak segan apalagi melarang pendidikan LGBT diprogramkan dalam kurikulum pendidikan mereka yang baru.

Kebanyakan kampanye-kampanye LGBT dilakukan terhadap anak-anak yang masih belum memiliki pendirian yang teguh. Semacam pembiasaan melalui program resmi mengatasnamakan pendidikan.

Sikap Kristen Untuk LGBT

Sikap Kristen Untuk LGBTSebagai orang Kristen, kita tentunya menyadari peran penting kita didunia ini. Bukan hanya bagi keluarga, tapi juga kepada semua orang.

Tanpa perlu menghakimi, kita dituntut untuk bersikap bijak dengan berpegang pada pedoman utama kita yaitu Kristus.

Tidak ada orang Kristen yang dituntut untuk merubah prilaku orang lain. Apalagi memaksa dengan cara-cara menghakimi.

Namun, kita perlu menggunakan perisai iman dalam kesadaran bahwa, ada satu pihak didunia ini yang tidak akan tinggal diam melihat sukacita iman.

Maka kesesatan serasa nyata dalam kehidupan iman percaya kita. Semacam sebuah siklus yang sengaja diciptakan sebagai suatu pengalihan iman.

Dan mendorong setiap orang untuk mengabaikan apa yang sebenarnya penting diwaspadai dalam kehidupan Kristen.

Tuntutan ekonomi menyebabkan suami tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup. Sehingga istripun harus bekerja untuk menambah penghasilan.

Tawaran kemewahan dan kekuatiran kita akan tidak terpenuhinya kestabilan masa depan, menciptakan kelalaian kita dalam hal-hal yang seharusnya kita utamakan.

Anak-anak kita yang seharusnya dibina dalam masa pertumbuhannya, menjadi terabaikan dan kehilangan pedoman hidup.

Jika demikian, sama halnya dengan membiarkan anak-anak kita menentukan jalan hidupnya sendiri, dengan cara-cara yang membingungkan bagi mereka.

Ketika itu berlaku, maka apa yang tidak kita inginkan, akan terjadi kepada anak-anak kita, yaitu ‘’setanlah petunjuk jalannya’’. Hal yang akan kita sesali dikemudian hari.

Pengawasan terhadap anak-anak kita adalah hal yang lebih penting dari sekedar memenuhi kestabilan hidup dalam keluarga Kristen.

Memastikan anak-anak kita tumbuh dengan benar secara iman, adalah prioritas setiap orang tua sebagai pembina utama.

Alkitab VS LGBT

Alkitab tidak menggambarkan homoseksualitas sebagai dosa yang tidak terampuni. Alkitab juga tidak mengajar bahwa homoseksualitas adalah dosa yang harus mendapat penghakiman manusia.

Prilaku homoseksual dalam Alkitab, sebenarnya tidak ada bedanya dengan dosa lain yang kita perbuat sehari-hari.

Akan tetapi memiliki peran penting terhadap penyangkalan kehendak penciptaan manusia laki-laki dan perempuan dengan cara yang paling frontal.
 
Markus 2 : 17;

“Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka : Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdosa”

Kaum LGBT memiliki hak untuk mendapat perlakuan yang sama dalam kemanusiaan, baik secara hukum, maupun hak pertobatan yang sama, yang telah dianugerahkan Allah melalui kematian Kristus dikayu salib.

Wahyu 22:11;

‘’Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"

Tidak ada satu orangpun dalam iman Kristen yang diberikan otoritas sebagai hakim atas kaum LGBT. Atau melakukan tindakan-tindakan anarki mengatasnamakan Kekristenan.

Juga tidak ada seorangpun dalam Kekristenan yang diberikan otoritas untuk mengakui kaum LGBT sebagai bagian dari kekristenan.

Yohanes 21 : 22;

“Jawab Yesus : Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau, ikutlah Aku”

Artinya bahwa, sikap utama yang perlu kita lakukan sebagai orang Kristen adalah tidak ikut campur dengan hak prerogative kaum LGBT ini, tetapi juga tidak mendukung aktivitas mereka.

Mulai menjaga dan mendidik anak-anak kita sesuai dan seturut kehendak Allah, sebagai jaminan ketetapan Allah terus menjadi pengendali utama dalam pertumbuhan anak.

Alkitab memberikan gambaran kepada setiap orang Kristen untuk bersikap tegas dalam hal pengajaran dan pelayanan dengan mengutamakan kasih.

Dan secara iman, kita dituntut memiliki kewaspadaan pada setiap aspek kehidupan kita yang berhubungan dengan etika dan moral yang berlaku.


Sumber :
Alkitab/Bible

No comments