Breaking News

Hubungan Antara Taurat dan Injil

Hubungan Antara Taurat dan Injil

Ada begitu banyak perintah dalam hukum Taurat yang dinyatakan Allah dalam ritual pada mezbah-Nya termasuk segala ketentuan yang berlaku didalamnya.

Semuanya itu merupakan manifestasi dari kehendak Allah bagi umat-Nya Israel, menjadi suatu ketetapan hukum, yang berlaku secara turun-temurun.

Ada tiga hal utama yang memiliki hubungan atau relevan dengan hakekat keselamatan. Dalam ketiga hal inilah, Kristus dinyatakan sebagai syarat keselamatan. Juga merupakan manifestasi dari ketetapan dan ketentuan hukum Taurat.

1. Air Untuk Pembasuhan

Air Untuk Pembasuhan

Keluaran 30:17-20;

“Berfirmanlah Tuhan kepada musa: Haruslah engkau membuat bejana dan juga alasnya dari tembaga untuk pembasuhan, dan kau tempatkanlah itu diantara kemah pertemuan dan mezbah, dan kau taruhlah Air didalamnya. Maka harun dan anak-anaknya, haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk kedalam kemah pertemuan, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki dengan air, supaya mereka jangan mati. Demikian juga apabila mereka datang kemezbah itu untuk menyelenggarakan kebaktian dan untuk membakar korban api-apian untuk Tuhan”

Dalam taurat, air yang digunakan sebagai penyucian diri adalah air yang berasal dari bumi atau dari sumber mata air. Ritual ini, adalah Firman Allah sendiri yang disampaikan untuk dipatuhi bangsa Israel kala itu.

Sedangkan air yang dimaksud Yesus dalam injil adalah diri-Nya sendiri, yaitu Firman Allah. Yang merupakan manifestasi dari air yang digunakan sebagai pembasuhan dikemah pertemuan dan mezbah Allah.

Yohanes 4:13-14;

“Jawab Yesus kepadanya;’Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum Air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamaNya. Sebaliknya, air yang akan Ku berikan kepadanya akan menjadi mata air didalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal”

Hubungan antara kedua ayat tersebut adalah bahwa air disebut sebagai suatu ukuran kelayakan hidup dihadapan Allah. Ini menjadi dasar yang menjamin setiap orang pada kehidupan dan kekekalan.

Air harafiah dalam hukum Taurat, telah ditanggungkan didalam diri Kristus ketika Kristus dibabtis Yohanes disungai Yordan.

Yang berarti segala dosa dan ketidaklayakan manusia dihadapan Allah, telah ditanggung dan dihapus Kristus sepenuhnya.

Sehingga melalui Kristus, setiap orang yang percaya yang bukan dari keturunan Israelpun, beroleh keselamatan yang sama tanpa hukum Taurat atau penyucian diri dengan air harafiah.

Tidak berarti hukum Taurat hilang, tapi tetap berlaku bagi siapa yang menurutinya. Maka dari itu, baik air harafiah dalam taurat maupun air Firman Allah dalam injil, adalah sama-sama menjadi jaminan bagi manusia beroleh keselamatan.

2. Roti Dan Anggur

Roti Dan Anggur

Imamat 23:13;

“serta dengan korban sajiannya dari dua persepuluh efa tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, sebagai korban api-apian bagi TUHAN yakni bau yang menyenangkan, serta dengan korban curahannya dari seperempat hin anggur”

Roti merunjuk kepada daging Yesus Kristus yang melambangkan korban penebusan dosa dan kehadiran Allah dalam memelihara seluruh kehidupan umat Israel.

Anggur merujuk kepada darah Yesus Kristus yang tercurah dikayu salib sebagai meterai penebusan dosa manusia.

Matius 26:26;

“Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-muridNya dan berkata ‘Ambilah, makanlah, inilah tubuhKu’. Setelah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata ‘Minumlah kamu semua dari cawan ini. Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang, Aku tidak akan minum lagi hasil dari pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam kerajaan BapaKu’”
.
Daging dan darah-Nya adalah sebagai pengganti korban api-apian bagi Tuhan. Sedangkan peran kematian Kristus dikayu salib, adalah sebagai pengganti korban bakaran domba yang dikorbankan-Nya sekali melalui kematian-Nya.

Maka dari itu, semua bangsa yang bukan keturunan Israel, juga dapat memperoleh keselamatan yang sama didalam diri-Nya.

3. Lampu Dian Menorah

Lampu Dian Menorah

Keluaran 25:37;

“Haruslah kau buat pada kendil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang diatas kendil itu, sehingga diterangi yang didepannya”

Terang merupakan sebuah lambang atau simbol dalam kemah Tuhan Allah melalui Lampu Dian Menorah. Ini adalah salah satu ketetapan perintah Allah sebagai sebuah Firman, yang berbentuk Lampu Dian atau yang disebut Menorah.

Sedangkan terang yang dimaksud dalam injil adalah Yesus sendiri dan pengajaran-Nya. Tidak ada lagi perkakas seperti menorah sebagai penerang hal lahirya, namun berwujud iman dan pengharapan dalam kasih karunia.

Terang itu adalah kebenaran didalam Yesus Kristus. Dimana setiap orang Kristen, harus menjadi terang dunia yang mewujudnyatakan kasih, terhadap Allah dan sesama manusia.

Yohanes 8:12;

“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kataNya: ‘ Akulah terang dunia; Barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup”

Inilah rupa Firman Allah dalam Taurat sebagai keselamatan bagi seluruh umat Israel. Yaitu Air, Roti dan Anggur, dan Lampu Dian Menorah.

Dan telah dimanifestasikan kedalam diri Yesus Kristus sebagai Firman Allah. Yaitu Air Kehidupan, Daging dan Darah-Nya, dan Terang Hidup.

Ketiga hal tersebut adalah Eksistensi Allah dalam wujud-Nya sebagai Allah Tritunggal. Bisa diartikan bahwa kesempurnaan dari segala ketetapan Allah ada dalam diri Kristus.

Matius 22:37-40;

“Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah terkantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi”

Maka inilah sesungguhnya yang menjadi kegenapan dari hukum Taurat dan segala kehendak-Nya bagi seluruh umat manusia dan semesta.


Sumber Referensi :
Alkitab/Bible

No comments