Breaking News

Ada Ujian Ada Juga Pencobaan

Ada Ujian Ada Juga Pencobaan

Ada dua hal yang berbeda yang selama ini dipahami sama. Didalam alkitab, kita akan menemukan kata pencobaan dan kata ujian, itu digunakan berbeda baik secara subjek maupun objeknya.

Beda Ujian Dan Pencobaan

Pencobaan merujuk pada penderitaan, atau sengsara yang alami, maupun bersumber dari yang jahat.

Yakobus 1:13;

‘’Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun’’

Sedangkan kata ujian bersumber pada sang pencipta. Dan ini sehubungan dengan kehendak Allah, bagi kita ciptaan-Nya.

Zakharia 13:9; 

‘’Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!"

Batas Ujian dan Pencobaan

Dunia ini, jika tanpa kendali Allah, akan mengalami yang namanya kerusakan, kehancuran, sampai pada tahap kebinasaan.

Dan kesulitan maupun penderitaan kita, hanyalah porsi kecil dari itu semua. Bedaannya, kesulitan dan penderitaan kita, masih dalam kendali Allah.

Itu sebabnya pencobaan-pencobaan kitapun ada batasnya. Dan pencobaan-pencobaan tersebut, dialami berbeda pada tiap kita, sesuai yang mampu kita terima.

1 Korintus 10:13; 

‘’Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya’’

Asal Mula Ujian dan Pencobaan

Pencobaan datang bukan dari Allah, tapi dari kehidupan dunia yang sesat. Karena memang demikian, dunia ini sudah jatuh dalam dosa sejak manusia pertama menentang Allah ditaman Eden.

Akibatnya, manusia mengalami berbagai macam kejahatan, yang berasal dari berbagai sumber seperti prilaku sesama, kelalaian, kebodohan maupun dari yang paling utama yaitu Satan.

Pencobaan erat kaitannya dengan ujian, kerena pencobaan itu sering digunakan Allah sendiri, untuk menguji iman kita. 

Dalam hal ini, ‘’membiarkan’’ kita dicobai untuk melihat seberapa kuat kita mampu setia, sebelum akhirnya kita benar-benar murni menjadi milik kepunyaan-Nya.

Roma 8:28;

‘’Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah’’

Hubungan Antara Ujian dan Pencobaan

Ujian maupun pencobaan tidak selalu terjadi bersamaan dalam kehidupan kita. Pencobaan tidak selalu berarti ujian. Begitu juga sebaliknya.

Karena ada beberapa jenis pencobaan yang sebenarnya bukan ujian dari Allah melainkan secara alami terjadi akibat kelalaian, kebodohan dan dosa kita sendiri, maupun kesesatan.

Sedangkan ujian, kadang terjadi secara lansung dari Allah tanpa intervensi apapun atau tanpa proses pencobaan.

Allah tidak menggunakan perantara apapun selain iman dari yang bersangkutan melalui rekayasa rencana-Nya. Seperti saat rasul Paulus pertama diutus, juga saat Abraham diuji untuk mengorbankan Ishak.

Amsal 17:3; 

‘’Kui adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, tetapi Tuhanlah yang menguji hati’’

Proses Ujian dan Pencobaan

Pencobaan yang paling umum terjadi adalah yang berasal dari si jahat. Iblis adalah pencoba utama pada manusia. 

Yang mana ini, adalah prilaku alami Iblis didunia, untuk menjauhkan manusia dari kasih karunia. Dan ini yang terjadi ketika pencobaan.

Semua manusia digiring untuk mengabaikan Tuhan, dengan berbagai macam tipu dayanya, iblis menciptakan kerusakan dalam kehidupan seseorang atau kelompok.

Baik dalam keadaan belum, atau sudah bertobat, iblis akan terus berusaha untuk meyakinkan manusia utuk mengabaikan imannya, sampai pada akhirnya ia murtad.

Proses ini terjadi berbeda kepada setiap orang. Dan Allah membiarkan pencobaan tersebut terjadi, sesuai batas kemampuan setiap orang dalam menanggungnya.

Kisah Ayub menjelaskan itu semua, bagaimana Iblis mencobainya tanpa ampun, namun Allah tetap setia, sehingga Ayub dipulihkan.

Markus 4:19;

‘’lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah’’

Yang Terjadi Setelah Ujian dan Pencobaan

Pencobaan seperti halnya roh jahat yang mempengaruhi merasuki dan menguasai seseorang, sehingga prilaku orang tersebut menyimpang dari ajaran maupun ketetapan Tuhan.

Yang sesat dijauhkan dari pertobatan, dan yang bertobat digiring untuk disesatkan. Hakekatnya, satan tidak akan pernah berhenti berusaha menyesatkan manusia. 

Ketika ia kembali, dan bilamana seseorang yang bertobat didapatinya masih kesulitan mencapai kesempurnaan imannya, dilakukanlah tipu dayanya, maka terjadilah kepada orang tersebut lebih daripada keadaan sebelumnya, atau lebih jahat.

Matius 12:43-45;

"Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."

Yang bertobat, ialah mereka yang ditinggalkan satan, sementara yang tidak, terus melakukan kejahatan.

Lain halnya jika seseorang bertahan dalam imannya, maka seperti kisah Ayub ataupun para marthir yang menerima kemuliaan pada hari kedatangan Kristus.

Jadi, Tuhan Allah biarkan kita dalam kesulitan maupun penderitaan melalui pencobaan, tidak berarti Tuhan Allah tinggalkan.


Sumber :
Alkitab/Bible

No comments