Ada Ujian Ada Juga Pencobaan
Ada dua hal yang berbeda yang selama ini dipahami sama. Didalam alkitab, kita akan menemukan kata pencobaan dan kata ujian, itu digunakan berbeda baik secara subjek maupun objeknya.
Beda Ujian Dan Pencobaan
Pencobaan merujuk pada penderitaan, atau sengsara yang alami, maupun bersumber dari yang jahat.
Yakobus 1:13;
Zakharia 13:9;
Batas Ujian dan Pencobaan
Dunia ini, jika tanpa kendali Allah, akan mengalami yang namanya kerusakan, kehancuran, sampai pada tahap kebinasaan.
Dan kesulitan maupun penderitaan kita, hanyalah porsi kecil dari itu semua. Bedaannya, kesulitan dan penderitaan kita, masih dalam kendali Allah.
Itu sebabnya pencobaan-pencobaan kitapun ada batasnya. Dan pencobaan-pencobaan tersebut, dialami berbeda pada tiap kita, sesuai yang mampu kita terima.
1 Korintus 10:13;
Asal Mula Ujian dan Pencobaan
Pencobaan datang bukan dari Allah, tapi dari kehidupan dunia yang sesat. Karena memang demikian, dunia ini sudah jatuh dalam dosa sejak manusia pertama menentang Allah ditaman Eden.
Akibatnya, manusia mengalami berbagai macam kejahatan, yang berasal dari berbagai sumber seperti prilaku sesama, kelalaian, kebodohan maupun dari yang paling utama yaitu Satan.
Pencobaan erat kaitannya dengan ujian, kerena pencobaan itu sering digunakan Allah sendiri, untuk menguji iman kita.
Dalam hal ini, ‘’membiarkan’’ kita dicobai untuk melihat seberapa kuat kita mampu setia, sebelum akhirnya kita benar-benar murni menjadi milik kepunyaan-Nya.
Roma 8:28;
Ujian maupun pencobaan tidak selalu terjadi bersamaan dalam kehidupan kita. Pencobaan tidak selalu berarti ujian. Begitu juga sebaliknya.
Karena ada beberapa jenis pencobaan yang sebenarnya bukan ujian dari Allah melainkan secara alami terjadi akibat kelalaian, kebodohan dan dosa kita sendiri, maupun kesesatan.
Sedangkan ujian, kadang terjadi secara lansung dari Allah tanpa intervensi apapun atau tanpa proses pencobaan.
Allah tidak menggunakan perantara apapun selain iman dari yang bersangkutan melalui rekayasa rencana-Nya. Seperti saat rasul Paulus pertama diutus, juga saat Abraham diuji untuk mengorbankan Ishak.
Amsal 17:3;
Proses Ujian dan Pencobaan
Pencobaan yang paling umum terjadi adalah yang berasal dari si jahat. Iblis adalah pencoba utama pada manusia.
Yang mana ini, adalah prilaku alami Iblis didunia, untuk menjauhkan manusia dari kasih karunia. Dan ini yang terjadi ketika pencobaan.
Semua manusia digiring untuk mengabaikan Tuhan, dengan berbagai macam tipu dayanya, iblis menciptakan kerusakan dalam kehidupan seseorang atau kelompok.
Baik dalam keadaan belum, atau sudah bertobat, iblis akan terus berusaha untuk meyakinkan manusia utuk mengabaikan imannya, sampai pada akhirnya ia murtad.
Proses ini terjadi berbeda kepada setiap orang. Dan Allah membiarkan pencobaan tersebut terjadi, sesuai batas kemampuan setiap orang dalam menanggungnya.
Kisah Ayub menjelaskan itu semua, bagaimana Iblis mencobainya tanpa ampun, namun Allah tetap setia, sehingga Ayub dipulihkan.
Markus 4:19;
Yang Terjadi Setelah Ujian dan Pencobaan
Pencobaan seperti halnya roh jahat yang mempengaruhi merasuki dan menguasai seseorang, sehingga prilaku orang tersebut menyimpang dari ajaran maupun ketetapan Tuhan.
Yang sesat dijauhkan dari pertobatan, dan yang bertobat digiring untuk disesatkan. Hakekatnya, satan tidak akan pernah berhenti berusaha menyesatkan manusia.
Ketika ia kembali, dan bilamana seseorang yang bertobat didapatinya masih kesulitan mencapai kesempurnaan imannya, dilakukanlah tipu dayanya, maka terjadilah kepada orang tersebut lebih daripada keadaan sebelumnya, atau lebih jahat.
Matius 12:43-45;
Lain halnya jika seseorang bertahan dalam imannya, maka seperti kisah Ayub ataupun para marthir yang menerima kemuliaan pada hari kedatangan Kristus.
Jadi, Tuhan Allah biarkan kita dalam kesulitan maupun penderitaan melalui pencobaan, tidak berarti Tuhan Allah tinggalkan.
Sumber :
Alkitab/Bible

No comments