Breaking News

Paulus Rasul Untuk Bangsa-Bangsa Bukan Yahudi

Paulus Rasul Untuk Bangsa-Bangsa Bukan Yahudi

Sudah banyak kisah dan cerita yang ditulis mengenai salah satu sosok Bapa Gereja mula-mula ini.
Sebagai rasul Yesus Kristus, yang menyebarkan injil khususnya kepada orang-orang bukan keturunan Yahudi.

Di kekristenan, Paulus pada awalnya dikenal sebagai sosok penganiaya orang Kristen, namun dipilih langsung oleh Yesus Kristus dan menjadi rasul yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran Kristen diseluruh dunia.

Ada 13 Kitab dalam Alkitab berupa surat-surat yang ditulis Rasul Paulus kepada jemaat bukan Yahudi dan menjadi landasan pokok keimanan ditubuh gereja sampai dengan hari ini.

Kitab-kitab tersebut yaitu kitab Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon.

Sebagian besar kisah hidup rasul Paulus, tidak ditulis dalam Alkitab, tentunya karena itu bukanlah fokus utama, namun beberapa data pokok kehidupan Paulus secara garis besar dapat disimak berikut ini.

Kelahiran Paulus

Kelahiran PaulusPaulus lahir di Tarsus, kota makmur di provinsi Kilikia Romawi, antara tahun 5 SM dan 5 M. Status ini yang memberinya hak istimewa, sebagai warga negara Romawi dan dalam beberapa kasus, menyelamatkannya dari ketidakadilan (Kisah Para Rasul 22:25-29).

Salah satu kesalahpahaman tentang Paulus adalah mengenai namanya Saulus yang dianggap diganti menjadi Paulus.

Memang benar bahwa perubahan nama menjadi lazim dikalangan orang-orang pilihan. Seperti halnya Abram menjadi Abraham ( Kejadian 17:5), dan Yakub menjadi Israel (Kejadian 32:28). Begitu juga dengan Hosea bin Nun yang diganti Musa menjadi Yosua (Bilangan 13:16).

Tapi bukan itu yang terjadi disini, tidak ada ayat yang mengatakan itu. Faktanya, Paulus dan Saulus sebenarnya adalah dua versi nama dari orang yang sama.

Untuk menjawab itu, kita bisa belajar dari asal mula bagaimana kitab-kitab perjanjian baru ditulis. Yang sebagiannya ditulis dengan bahasa Ibrani, dan sebagian lagi ditulis dalam bahasa Yunani.

Hal ini yang menyebabkan penyebutan nama seseorang menjadi dua versi seperti nama Yakub (Ibrani) menjadi Yakobus (Yunani), Yehuda (Ibrani) menjadi Yudas (Yunani). 

Sama halnya juga dengan nama Saulus yang disebut dalam versi bahasa Ibrani, menjadi Paulus dalam versi bahasa Yunani.

Lukas memberi tahu kita dalam Kisah Para Rasul 13:9, bahwa Saulus juga disebut Paulus. Kedua nama tersebut adalah dua nama dari dua budaya yang berbeda.

Yang artinya, bagi orang ibrani, Ia disebut dengan nama Saulus sesuai dengan ejaan nama bahasa Ibrani. Sedangkan bagi orang Yunani, ia disebut dengan nama Paulus yang kita kenal sebagai rasul Yesus Kristus.

Masa Muda Paulus

Masa Muda PaulusHanya sedikit informasi mengenai masa mudanya, dan kebanyakan adalah catatan mengenai pekerjaannya yang juga tidak memiliki dokumentasi resmi.

Paulus memperkenalkan diri melalui kumpulan surat-suratnya dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen, sebagai seorang Yahudi dari suku Benyamin, yang berkebudayaan Yunani (helenis) dan warga negara Romawi. 

Sebagai warga negara Romawi, Paulus memiliki status istimewa, seperti menjadi perwira yang bertugas di militer Romawi dalam Kisah Para Rasul 22:28.

Dia berasal dari keluarga yang takut akan Allah (2 Timotius 1:3), dan seorang Farisi seperti ayahnya (Kisah Para Rasul 23:6). Dididik oleh seorang rabbi ternama bernama Gamaliel (Kisah Para Rasul 22:3). 

Sebelum pertobatannya, Paulus adalah teladan utama dari seorang Yahudi yang "benar". Latar belakang Yahudinya mencakup warisan, disiplin, dan semangatnya. 

Sebagai seorang Farisi, Paulus melihat orang Kristen, yang pada saat itu sebagian besar adalah Yahudi, sebagai momok melawan Yudaisme. 

Dari sudut pandang Paulus, orang-orang ini menghujat Allah dan menyesatkan umat-Nya. Dia percaya bahwa Yesus adalah manusia biasa, dan karena itu, berhak dieksekusi karena mengaku sebagai Allah.

Dan, karena pengikut Yesus terus menyebarkan gagasan bahwa Yesus adalah Allah, Paulus mengira orang Kristen adalah pendosa yang paling buruk.

Tidak ada catatan tertulis yang secara eksplisit mengatakan bahwa Paulus telah mengenal Yesus secara pribadi sebelum penyaliban-Nya.

Tetapi dipastikan bahwa ia mengetahui pelayanan Yesus dan juga pengadilan Yesus di hadapan Imam Besar Yahudi. 

Dia juga ikut terlibat ketika Stefanus dilempari batu sampai mati karena memberitakan Injil. Dalam Kisah Para Rasul 7:58-8:1, disebut "para saksi mata menanggalkan jubah mereka di kaki seorang pemuda bernama Saulus, dan, Saulus pun menyetujui pembunuhan Stefanus itu".

Ketenaran Paulus sebagai penganiaya orang Kristen membuat orang Kristen tidak nyaman di dekatnya, bahkan setelah dia dibaptis, dan butuh beberapa saat bagi mereka untuk percaya bahwa dia benar-benar berubah (Kisah Para Rasul 9:26).

Pertobatan Paulus

Pertobatan PaulusPertobatan Paulus diperkirakan antara tahun 33-36 M dalam perjalanan menuju Damaskus, di mana ia mengalami "pertemuan" dengan Yesus, yang kemudian menyebabkan ia menjadi buta untuk sementara (Kisah Para Rasul 9:1-31, 22:1-22, 26:9-24). 

Pertobatan ini sangat istimewa di mana kemauan untuk Paulus bertobat awalnya datang dari Tuhan Yesus sendiri, setelah itu, barulah muncul niatan bertobat olehnya.

Paulus menghabiskan beberapa hari berikutnya dengan orang-orang Kristen yang ditangkapnya, dan setelah itu ia segera mulai memberitakan Injil Yesus Kristus.

Fenomena menarik tentang Paulus adalah bahwa reputasinya sebagai seorang pengkhotbah, melebihi reputasinya sebagai penganiaya orang Kristen.

Perjumpaan dengan Tuhan Yesus, sepenuhnya mendefinisikan kembali siapa Paulus, dan itu mengubah tujuan perjalanannya dari seorang penganiaya orang Kristen menjadi Penginjil paling berpengaruh dalam kekristenan.

Pelayanan Paulus

Pelayanan PaulusKitab Kisah Para Rasul menulis perjalanan Paulus dalam pelayanannya menyebarkan ajaran Kristus dalam tiga bagian terpisah yaitu:

Perjalanan Pelayanan Pertama (Kisah Para Rasul 13-14)

Awalnya dipimpin oleh Barnabas, yang mengambil Paulus dari Antiokhia menuju Siprus kemudian Asia Kecil (Anatolia) selatan, dan kembali ke Antiokhia. 

Dari titik ini, Paulus digambarkan sebagai pemimpin kelompok. Kota Antiokhia dilayani sebagai pusat kekristenan utama dari penginjilan Paulus.

Perjalanan Pelayanan Kedua (Kisah Para Rasul 15:36-18:22) 

Setelah pertikaian dengan Barnabas karena persoalan Yohanes Markus, Paulus ditemani oleh Silas mengajar dan membentuk kelompok-kelompok orang percaya selama diperjalanannya.

Mereka berangkat pada tahun 49 M dari Antiokhia, menjelajahi asia kecil sampai ke Makedonia dan daerah-daerah sekitarnya, sebelum akhirnya Ia dan rombongannya kembali lagi ke Anthiokia saat musim dingin tahun 51 M.

Perjalanan Pelayanan ketiga (Kisah Para Rasul 18:23-20:38)

Setelah beberapa saat tinggal di Antiokhia, Paulus kembali lagi untuk mendukung gereja-gereja yang telah ia dirikan pada perjalanan sebelumnya (Kisah Para Rasul 18:23). 

Kemudian ia berkeliling pada wilayah barat Bitinia dan tiba di Efesus dengan perjalanan darat. Paulus tinggal di Efesus selama lebih dari dua tahun, mengajar di sinagoge membahas Injil di ruang kuliah di Tiranus. 

Kisah Para Rasul mencatat bahwa "semua orang yang tinggal di Asia mendengar firman Tuhan, baik orang-orang Yahudi maupun orang-orang Yunani" (Kisah Para Rasul 19:10).

Setelah roh jahat yang berbahaya mengaku mengenal Yesus dan Paulus, orang-orang berbondong-bondong mengunjungi Paulus dan para pengikutnya dan gereja bertumbuh dengan cepat.

Setelah tiga tahun di Efesus, Paulus kemudian mengunjungi Asia Kecil dan Yunani. Selama waktu ini, Paulus melakukan banyak mukjizat, dan bahkan benda-benda yang dia sentuh diceritakan telah menyembuhkan orang (Kisah Para Rasul 19:12). 

Banyak peristiwa yang dialami Paulus selama waktu ini, sampai akhirnya karena rencana pembunuhan terhadap dirinya oleh orang-orang Yahudi, maka ia kembali ke Yerusalem dan bertemu dengan Yakobus di sana.

Anggapan bahwa Paulus melakukan perjalanan pelayanannya yang keempat, itu bisa saja terjadi. Akan tetapi tidak ada catatan eksplicit mengenai perjalannya tersebut.

Dalam kitab Roma 15:24, Paulus mengatakan bahwa ia akan pergi ke Spanyol, tapi tidak memberikan catatan tentang perjalanan ini dalam surat-suratnya.

Namun dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, bapa gereja abad pertama Clement dari Roma berkata bahwa Paulus "telah pergi ke ujung barat," yang pada saat itu mungkin berarti Spanyol.

Dalam perjalannya, Paulus menghabiskan tahun-tahun pelayanannya di kota-kota tempat dia mengabarkan Injil, tinggal bersama orang-orang percaya di sana dan menjadi contoh gaya hidup yang meneladani Kristus. 

Selama hidupnya, Paulus kemungkinan besar melakukan perjalanan lebih dari 10.000 mil untuk menyebarkan Injil. Dan menegaskan bahwa ia menerima Injil bukan dari orang lain, melainkan oleh wahyu Yesus Kristus (Galatia 1:11-12).

Akhir Pelayanan Paulus

Akhir Pelayanan PaulusAbad pertama adalah masa yang penuh gejolak bagi Kekristenan. Agama baru yang rentan menghadapi pertentangan di mana-mana dari orang Yahudi yang percaya bahwa itu adalah penistaan, dan dari orang Romawi yang percaya bahwa itu menantang otoritas Kaisar dan menciptakan keresahan.

Sebagai pemimpin dalam komunitas Yahudi, Paulus melihat komunitas Kristen yang menyebar dengan cepat sebagai ancaman, dan dia secara langsung berkontribusi pada penganiayaan yang dihadapi umat Kristen mula-mula.

Akan tetapi, setelah perjumpaannya dengan Yesus, alih-alih membasmi Kekristenan, Paulus menyalakan api iman ke mana pun dia pergi, apa pun risikonya. 

Paulus membuat banyak orang marah dan pada enam kesempatan di Kisah Para Rasul, orang Yahudi dan orang bukan Yahudi sama-sama membuat rencana untuk membunuhnya.

Beberapa kali ia harus dipenjara dan dihadapkan ke mahkamah agama dan pengadilan kaisar dengan para petinggi pemerintahan baik di Yudea maupun di Roma. 

Kitab Kisah Para Rasul diakhiri dengan Paulus menjadi tahanan rumah, dan kita tidak tahu lebih banyak tentang situasi apakah Paulus pernah dibebaskan dari tahanan rumah atau tidak.

Kematian Paulus

Kematian PaulusPaulus meninggal sekitar tahun 64 - 67 M. Meskipun dia sezaman dengan Yesus, Tidak pernah ada catatan mengenai pertemuannya secara tatap muka dengan Kristus.

Sebagian besar dari apa yang kita ketahui tentang Rasul Paulus, berasal dari tulisan-tulisan yang dikaitkan dengannya dan Kitab Kisah Para Rasul. 

Namun, ada juga beberapa tulisan dari akhir abad pertama dan awal abad kedua yang merujuk padanya, termasuk surat Clement dari Roma kepada jemaat di Korintus. 

Clement dari Roma memberikan catatan kematian Paulus yang paling awal dan dikenal sebagai surat 1 Clement, di mana dia menyebutkan bahwa Paulus dan Petrus mati sebagai marthir.

Sebuah karya apokrifa dari abad kedua yang dikenal sebagai The Acts of Paul mengatakan bahwa Nero telah memenggal kepala Paulus. 

Dan pada tahun 200 M, Tertullian menulis bahwa kematian Paulus seperti halnya Yohanes Pembaptis. Penulis Kristen mula-mula lainnya mendukung pernyataan ini dan memberikan beberapa detail tambahan seperti terjadi di Tre Fontane Abbey Roma dan dimakamkan di Jalan Ostian di Roma.

Kewarganegaraan Romawi yang dimilikinya mengizinkan Paulus menjalani hukuman mati yang lebih cepat yaitu dengan pemenggalan.

Pada bulan Juni 2009, Paus Benediktus mengumumkan hasil penggalian makam Paulus di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. 

Sarkofagus itu sendiri tidak terbuka, namun diuji dengan upaya penyelidikan. Dan itu menunjukkan potongan-potongan kemenyan, kain ungu dan kain biru serta fragmen tulang kecil. 

Tulang itu bertanggal radiokarbon abad ke-1 hingga ke-2. Menurut Vatikan, ini tampaknya mengkonfirmasi tradisi makam milik Paulus.

Penutup

Filipi 3:20-21;

"Akan tetapi, kewarganegaraan kita adalah di surga, di mana kita dengan penuh semangat menanti-nantikan Juru Selamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Ia akan mengubah tubuh kehinaan kita menjadi serupa dengan tubuh kemuliaan-Nya"

Paulus bisa dibilang berkontribusi lebih banyak pada pertumbuhan gereja dibanding rasul-rasul lainnya. Juga meletakan dasar penginjilan diseluruh dunia khususnya bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi.

Melalui hidupnya, dia menjadi teladan dalam hal penginjilan, pemuridan, ketekunan, dan penderitaan bagi orang-orang Kristen mula-mula hingga orang Kristen masa kini.


Sumber Referensi :
Alkitab/Bible
https://www.pesta.org/siapakah_rasul_paulus
https://id.wikipedia.org/wiki/Paulus_dari_Tarsus

No comments