Breaking News

Mengapa Yesus Berdoa Dan Berpuasa

Mengapa Yesus Berdoa Dan Berpuasa

Karena sama dengan manusia biasa, maka apa yang dirasakan manusia sebagai daging dan darah, dirasakan juga oleh tubuh Allah, dalam manusia-Nya.

Tubuh Yesus juga memiliki kelemahan, dan kelemahan itupun, Ia nyatakan saat Ia berpuasa dipadang gurun selama 40 hari 40 malam.

Matius 4:2;

“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus”

Akan tetapi, kelemahan daging Kristus, bukanlah penghalang Ia yang adalah Tuhan untuk tetap kudus dan suci layaknya domba yang disucikan untuk korban penebusan dosa.

Mengapa Yesus Berdoa Dan Berpuasa sering dianggap sebagai tanda bahwa Ia bukanlah Allah. Maka perlu disimak penjelasan berikut, 

Yesus Kristus Berdoa

Karena Allah bukanlah daging, maka untuk menyatakan diri-Nya kepada manusia, diciptakanyalah manusia-Nya melalui Roh Kudus menjadi sama seperti manusia biasa.

Didalam kitab injil kita bisa melihat beberapa prilaku Kristus yang menunjukan kemanusiaan-Nya, seperti disebut bahwa Ia sangat ketakutan dan peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah. 

Itu bukan hanya untuk menyatakan kelemahan maunsia, bahwa Ia benar dan sungguh menjadi manusia biasa, melainkan juga sebagai permohonan Anak Allah kepada Bapanya, sebab murka Allah, yang mungkin terjadi ketika Kristus dianiaya oleh orang-orang berdosa.

Sekarang coba kita terjemahkan arti doa Yesus Kristus ditaman getsemani. Diterjemahkan kata demi kata, sehingga kita dapat mengerti rahasia maupun intisarinya.

Lukas 22 : 42;

‘’Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambilah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehedak-Mulah yang terjadi’’

Doa ini memiliki arti yang sangat mendalam dan mengandung makna maupun kiasan yang hanya bisa dipahami dengan etika spiritual. 

‘’Ya Bapa-Ku’’

Ada dua tokoh dalam kalimat singkat ini. Yang pertama ‘’Bapa’’ yaitu pribadi Allah Bapa yang adalah asal segala yang hidup, dan ‘’Ku’’ adalah pribadi Anak yaitu Kristus sendiri, yang adalah Firman Bapa. 

Merupakan seruan pribadi Anak atau Firman Allah, yang telah menjelma menjadi daging dan darah. Terpisah secara eksistensi-Nya namun satu dalam esensi-Nya. 

Firman yang tadinya bersama-sama dengan Allah dan satu dengan Allah, kini terpisah dalam wujud manusia Yesus Kristus.

‘’jikalau Engkau mau’’

Menunjukan ketaatan Kristus kepada otoritas-Nya, yang memegang kendali penuh dan kehendak absolut sebagai penguasa alam semesta.

Kalimat ini mengungkap jati diri Bapa sebagai yang punya kehendak. Karena Bapa adalah satu dari tiga pribadi Allah yang merupakan sumber segala yang ada, termasuk Firman-Nya sendiri.

‘’ambillah cawan ini dari pada-Ku’’

Adalah sebuah permohonan Anak kepada Bapa-Nya secara langsung. Ini berarti keinginan Anak agar dapat kiranya dikabulkan oleh Bapa-Nya.

Arti cawan secara alkitabiah adalah metaforanya ‘murka Allah’’. Apapun yang berbicara mengenai cawan dalam alkitab, jika itu disebut dalam suatu pernyataan kiasan, maka berarti murka Allah.

Dalam doa dan permohonan Kristus kepada Bapa, Ia dengan kehendak-Nya memohon agar kegeraman murka Allah terhadap orang-orang yang menganiaya-Nya, kelak tidak terjadi.

Dengan kata lain, Kristus menginginkan agar murka Allah berlalu, sehingga maksud dan rencana Allah, terhadap keselamatan dan penebusan dosa yang Kristus lakukan, menjadi tidak sia-sia.

Meskipun Bapa sendiri yang mengutus-Nya, namun pada hakekatnya, Bapa jugalah yang memutuskan segala sesuatunya, ataupun merubah keputusan sesuai kehendak-Nya.

‘’tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehedak-Mulah yang terjadi’’

Ini pernyataan Kristus dalam kondisi tubuh, roh dan jiwa yang berserah kepada kehendak Bapanya.

Kristus menyadari betul bahwa Bapalah yang memiliki otoritas penuh dalam bentuk menentukan, termsuk terhadap firman-Nya sendiri.

Kondisi lahiryah Kristus memiliki ketakutan tersendiri akan murka Bapa, yang mugkin terjadi bukan saja terhadap orang-orang yang menganiayanya, tetapi juga eksistensi bumi dan segala isinya.

Ini bukan hanya berakibat kegagalan misi penebusan dosa, tetapi dapat memiliki konsekuesi fatal bagi seluruh alam semesta.

Itulah Ketakutan terbesar Kristus bahwa kehedak Bapa-Nya adalah otoritas yang tidak dapat diganggu gugat oleh mahkluk apapun dialam semesta ini,. 

Dan akibat ketakutan-Nya inilah, peluh keringat-Nya dikiaskan seakan menyerupai tetes-tetes darah.

Yesus Kristus Berpuasa

Perlu dipahami bahwa, berpuasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus, tapi juga memurnikan keadaan lahiryah menjadi sama dengan roh

Artinya bahwa, dalam keadaan berpuasa, seseorang menjadi serupa dengan roh, sehingga keadaan spiritualnya menyerupai roh yang tidak memiliki keinginan lahiryah.

Ini dilakukan orang-orang pilihan dari zaman dahulu agar dapat dengan mudah berkomunikasi dengan Allah yang adalah Roh dalam roh dan spiritual mereka.

Berpuasa juga menciptakan pengendalian diri dan fokus terhadap hal-hal yang spiritual. Itu sebabnya ketika seseorang dalam kondisi daging lahiryah dan berpuasa, akan menjadi sama dengan roh meski memiliki wujud material.

Sama halnya dengan Kristus yang juga berpuasa untuk memurnikan dan menyatukan kehendak Roh dalam daging lahiryah-Nya. 

Sekaligus merendahkan diri-Nya sendiri menjadi serupa dengan manusia biasa untuk menggenapi apa yang baik dari kehendak Allah.

Bagaimanapun, daging bukanlah Allah, tapi daging Kristus milik Allah. Karena tercipta bukan dari kondisi biologis, melainkan spiritual yang berasal dari Roh Allah sendiri.

Jadi, pengorbanan Kristus teramat besar, seakan tidak bisa diungkapkan dengan bahasa, karena tidak cukup lagi kata-kata, bagaimana Kristus mampu menanggung semua-Nya sendiri demi setiap kita.

Yang bisa kita katakan adalah terpujilah Tuhan Allah yang maha tiggi dengan segala kemuliaan-Nya yang besar dalam segala kehendak-Nya bagi dunia dan seluruh alam semesta.

 

Sumber :
Alkitab/Bible

No comments