Breaking News

Berpuasa Dalam Iman Kristen

Berpuasa Dalam Iman Kristen

Jika kita mengatakan bahwa orang Kristen tidak perlu berpuasa, karena alasan Yesus sudah melakukannya untuk kita, ketika Ia selama 40 hari berpuasa dipadang gurun.

Dengan alasan demikian, kita menjadikan doa sebagai hal yang sama. Karena justru sebaliknya, Kristus mempraktekan bagaimana berpuasa dalam konteks iman yang benar.

Arti Berpuasa

 Berpuasa dalam iman Kristen bukanlah sekedar tidak makan atau tidak minum dalam jangka waktu tertentu, sebagai perwujudan iman.

Melainkan dilakukan secara berkeyakinan penuh, atas dasar menciptakan keseriusan, dalam hal-hal spiritual dengan Tuhan.

Berbagai hal telah dikemukakan oleh berbagai tokoh rohani Kristen mengenai berpuasa,, khususnya manfaat berpuasa dalam alkitab.

Diantaranya adalah untuk meningkatkan hubungan dengan Tuhan dan menciptakan pengendalian diri. Dalam iman Kristen, ada 4 jenis berpuasa.

1. Puasa penuh : Tidak makan dan minum sama sekali untuk jangka waktu tertentu. Contohnya puasa Musa selama 40 hari dan 40 malam, serta puasa Ester selama 3 hari.

2. Puasa Sebagian (Parsial) : Hanya makan makanan tertentu atau pantang terhadap makanan tertentu seperti Daniel: Hanya makan sayuran dan minum air putih. Dan Yohanes pembabtis.

3. Puasa Regular: Puasa yang dilakukan secara rutin, seperti yang sering dilakukan oleh orang Farisi di Perjanjian Baru.

4. Puasa dalam Keadaan Khusus: : Puasa yang dilakukan untuk situasi atau keadaan darurat tertentu, seperti puasa raja Daud saat anaknya sakit.

Karena berpuasa berperan besar dalam hal-hal menekan kedagingan dan melatih roh, maka dalam ima Kristen, siapapun disarankan untuk berpuasa, selama itu tanpa paksaan. Dan bukanlah kewajiban yang konsekuensinya kebinasaan jika tidak dilakukan.

Tempat Berpuasa

Sebagaimana yang orang Kristen Yakini, bahwa tidak ada tempat khusus seseorang berpuasa. Karena tidak seperti berdoa, yang prinsipnya membutuhkan keadaan.

Hanya saja, beberapa orang demi melatih rohnya atau karena perintah Allah harus mengisolasi dirinya supaya makasud Allah terlaksana.

Matius 4:1-2;

‘’Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus’’

Itu dilakukan Kristus, juga beberapa orang pilihan seperti Musa, Daud, dan mungkin juga ada beberapa orang Kristen zaman sekarang yang melakukannya.

Jadi, secara prinsip, puasa tidak terbatas pada tempat, ruang dan waktu, melainkan keyakinan iman perorangan atau kesepakatan berkelompok.

Keadaan Berpuasa

Alkitab mencatat, arti mendalam ritual berpuasa yang tidak hanya menujukan keseriusan atau menekan kedagingan, tapi juga merujuk pada perkabungan.
Karena puasa juga dianggap seperti halnya doa, tapi dilakukan pada hal-hal besar seperti perkabungan.

Puasa sering dilakukan untuk memohonkan suatu keajaiban seperti pengusiran roh jahat atau memohon belas kasihan Tuhan Allah dalam hal kehidupan.

Banyak contoh yang dicatat alkitab, misalnya puasa Ester yang memohon keadilan dan Elia yang memohon hujan, juga Daud ketika anaknya sekarat.

Tapi yang paling menjelaskan arti puasa itu sendiri adalah puasa Ahab raja Israel, ketika Elia bernubuat tentang masa depannya dan kaum keluarganya.

1 Raja-raja 21:27; 

‘’Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban’’

Tuhan Allah memandang puasa tersebut sebagai bentuk permohonan manusia yang sadar dan mengakui kekuasaan-Nya, dengan merendahkan diri.

Jadi, untuk hal-hal itulah puasa menjadi semacam bentuk lain dari hubungan manusia dengan Tuhan Allah, dalam konteks iman yang paling sakral.

Waktu Berpuasa

Berbeda dengan berdoa, berpuasa dahulu sebelum Kristus, memiliki waktu-waktu yang ditetapkan. Baik karena ditentutan Tuhan, maupun tradisi turun temurun meneladani para nabi.

Tapi dalam iman Kristen, puasa tidak lagi sebagai apa yang ditentukan Tuhan, melainkan tradisi beberapa aliran seperti Khatolik yang berpuasa pada setiap hari jumat, dan Ortodox pada setiap rabu dan jumat untuk mengenang penghianatan dan penyaliban.

Matius 9:15; 

‘’Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?.Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa’’

Jadi, itu semua tidaklah berarti bahwa puasa itu diwajibkan, tapi dilakukan tanpa syarat, karena murni sebagai pernyataan iman yang paling dalam.

Puasa Yang Benar

Bukan sebagai kewajiban bagi iman Kristen seseorang berpuasa, melainkan kehendak dirinya sendri, yang dalam pergumulan iman yang berat.

Mengadopsi nilai-nilai kehidupan umat Yahudi yang merupakan asal mula dari lahirnya kekristenan, sehingga orang kristenpun berpuasa untuk meneladani itu semua.

Matius 6:16-18;

"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu"

Dalam hal inipun, iman Kristen tidak mengajarkan atau meyakini bahwa puasa adalah bagian dari kewajiban Iman, melainkan sebagai keseriusan iman yang dibuktikan dengan perbuatan, dalam wujud berpuasa.

Jadi, jika berdoa adalah permohonan iman, maka berpuasa adalah keseriusannya. Yang mennguatkan pernyataan doa, bahwa, permohonan tersebut adalah benar dan sungguh-sungguh.



Sumber :
Alkitab/Bible

No comments