Breaking News

Siasat Iblis Yang Gagal

Siasat Iblis Yang Gagal

Ada satu kali dalam sejarah kristen, dimana iblis mengalami kegagalan besar dalam menyebarkan tirani dimuka bumi.

Bermula saat Kristen pertama kali disebutkan dalam kitab Kisah para rasul 11:26. Oleh karena itu, pengikut Yesus menyebut Yesus sebagai Yesus Kristus, yang berarti, "sang Khristós", atau " Yang Diurapi".

Sejak saat itulah, nama Kristen sering digunakan oleh kalangan Yahudi dan Romawi untuk menyebut para pengikut Yesus sebagai orang Kristen.

awal mula penyebaran kekeristenanSecara garis besar, awal mula penyebaran kekeristenan didunia dibarengi dengan penganiayaan dan penindasan dari kalangan bangsa Yahudi dan Romawi.

Meski dengan begitu banyaknya tekanan, namun ajaran Kristen kian gencarnya berkembang, khususnya di wilayah Yunani dan Romawi.

Hal inilah yang menyebabkan konflik berkepanjangan dimasa kekuasaan Romawi tahun 313 masehi, sehingga Kaisar Konstantinus Theodosius I saat itu, meresmikan ajaran kristen sebagai agama negara.

Kaisar Konstantinus Theodosius IDan ini tidak lain dipicu oleh keraguan pemerintah romawi, akan perkembangan ajaran kristen yang dapat menimbulkan pemberontakan dikalangan bangsa Romawi kala itu.

Sehingga kebijakan mengkristenisasi masal seluruh kekaisaran Romawi dianggap diperlukan untuk memperkuat pemerintahan dan menyatukan rakyat..

Disatu sisi, Konstantinus dianggap menyelamatkan orang Kristen dari kehancuran, baik sebagai akibat penganiayaan eksternal ataupun perselisihan internal.

Karena jasa-jasanya itulah, agama Kristen mulai tersebar bahkan menjadi dominan di seluruh Eropa dengan aliran Khatolik.

agama Romawi mula-mulaSebelum menjadi Khatolik, agama Romawi mula-mula sangat mirip dengan agama Yunani, namun dalam hal lain, keduanya juga cukup berbeda.

Walaupun sama-sama menyembah para dewa, tapi Romawi lebih tertarik pada konsep kontrak, dibandingkan bangsa Yunani yang lebih menyukai konsep keseimbangan.

Salah satu konsep agama Romawi adalah "do ut des" (aku beri maka kau akan balas memberi). Orang-orang memberi persembahan pada para dewa, sehingga para dewa akan memberi mereka pertolongan sebagai balasannya.

Nah, kekeliruan persepsi beberapa kalangan Kristen. yang menganggap dalam tubuh ajaran Khatolik, memiliki unsur-unsur penyesatan.

Terhadap pandangan seperti ini, kita disarankan untuk bijak dan tidak menilai terlalu berlebihan segala bentuk penyembahan hanya karena persepsi atau asumsi.

Tapi kita tingalkan dulu pandangan tersebut, karena bukan itu yang ingin di bahas disini. Inti dari pembahasan ini adalah, bagaimana Siasat Iblis Yang Gagal terhadap penyebaran ajaran Kristen kala itu.

revolusi keimanan ditubuh umat Kristen EropaMeskipun saat itu, Kekaisaran Romawi sudah memeluk agama Kristen, tetapi praktek-praktek paganisme terhadap dewa-dewa terdahulu, masih terus dilakukan.

Inilah yang menjadi dasar penyesatan Iblis dikekaisaran Romawi mula-mula, yang bahkan sekarang ini, mungkin masih ada dan terus dipraktekan.

Kekeliruan Iblis adalah, menganggap bahwa praktek paganisme di dalam tubuh Kristen saat itu, menjadi siasat yang mendosakan umat Kristen sendiri.

Kenyataannya adalah, “sebuah kesalahan besar”. Iblis lupa akan satu hal, “merubah iman umat Kristen”. Yaitu percaya bahwa Yesus Kristus adalah “Tuhan”. Yang merupakan landasan pokok keimanan.

Disinilah revolusi keimanan ditubuh umat Kristen Eropa saat itu. Dimana, satu persatu, praktek-praktek paganism mulai dihilangkan dan tidak dipraktekan lagi.

Hal ini seiring dengan perkembangan pengetahuan akan pendalaman kitab suci, yang kian hari kian bertambah.

Pergantian pemerintahan, juga memiliki andil besar dalam memperkuat kekristenan dalam ajaran Khatolik.

1 Petrus 1:7;

“Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya”

Rasul PetrusNah, dalam hal ini, Rasul Petrus menyatakan bahwa, iman tidak bertumbuh seketika, tapi melalui berbagai macam cobaan dan tantangan.

Dan perlu pembaharuan diri terus-menerus seperti emas. Begitu juga dengan ajaran Kristen, yang tidak seketika itu juga dapat dipahami dan dimengerti dengan begitu mudahnya (Roma 12:2).

Karena iman bertumbuh karena ujian dan pencobaan, bukan hanya melalui ajaran dan pengertian semata.

Jadi, meski awalnya ajaran Kristen berkembang dengan berbagai macam praktek-praktek paganism, tapi seiring waktu, itu semua sirna dan berganti dengan ajaran yang benar dan seturut kehendak Allah.

serigala berbulu dombaAkan tetapi.”perlu diketahui”, kesalahan iblis ini, tidak dilakukannya dua kali. Karena disatu kesempatan setelahnya, sebuah tirani baru, di bangkitkan.

Tuhan Yesus dan lebih khusus para rasul, memperingatkan kita, bahwa dikemudian hari akan ada tirani seperti halnya serigala berbulu domba.

Tirani ini, hendak mengkambinghitamkan Kekristenan dengan berbagai macam tafsir dan klaim. Seakan benar, tapi penuh dengan penyesatan.

Matius 7:15;

“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang padamu dengan menyamar seperti domba,tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas”

Beberapa klaim yang paling umum dan sering sekali menjadi alasan pembenaran bagi mereka adalah antara lain :

1. Mereka berasal dari Yahudi dan Kristen.
2. Tuhan orang Kristen jumlahnya 3
3. Yesus bukan Tuhan, tetapi nabi.
4. Tuhan tidak beranak
5. Tuhan tidak bisa menjadi manusia
6. Tuhan hanya boleh disebut Satu

Dari 6 klaim diatas, anda mungkin sudah menduga atau tahu ciri-ciri serigala berbuluh domba ini. Mereka diantara kita.


Sumber Referensi “
Alkitab/Bible

No comments