Breaking News

Bagaimana Wujud Allah Yang Esa

Bagaimana Wujud Allah Yang Esa

Ada dua hal penting yang perlu manusia sadari, yaitu “Siapa kita”, dan “Siapa Allah”. Jika kita mengerti ini, maka sosok Allah akan lebih mudah dipahami. 

1 Yohanes 5:7-8 ;

“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian dibumi Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu”

Tritunggal adalah Tiga yang esa atau, Tiga pribadi dalam Satu Hakekat. Pribadi dalam hal ini bukanlah wujud, tapi sebuah pernyataan. Jadi, jangan pernah membayangkan bahwa disorga ada 3 wujud, seperti dalam foto-foto keluarga.

Karena Allah tidak berwujud, dan selamanya tidak akan bisa dilihat. Bukan karena kita akan mati ketika melihat-Nya, tapi karena Ia adalah sosok pribadi non material atau yang nyata tanpa bentuk material.

Manusia adalah “Ciptaan”, dengan wujud daging yang kelihatan, sementara roh sebagai penggerak, dan jiwa sebagai keberadaan. Ketiga bagian dari manusia inilah yang menyatakan bahwa manusia itu hidup.

Bayangkan anda sebagai seorang seniman. Mendedikasikan keberadaan anda selama didunia sebagai pelukis, dengan semangat yang menggerakan, dan tubuh yang berimajinasi maupun bekerja. “Anda hanya satu”.

Manusia ciptaan, adalah bentuk Tubuh dan Roh dan Jiwa, yang terbentuk dari kuasa Allah yang mewakili tiga pribadi-Nya, yaitu Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Allah adalah “Pencipta”. Setiap penciptaan segala sesuatu, dilakukan oleh tiga pribadi Allah. Dan setiap pribadi Allah, memiliki otoritas tertentu yang tidak terikat apapun. 

Keluaran 6:1-2;

“Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN. Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri''

Dalam artikel sebelumnya sudah dibahas detail mengenai perbedaan Allah dan Tuhan. Disini hanyalah penjelasan secara lebih mendalam mengenai Bagaimana Wujud Allah Yang Esa dalam gambaran 3 pribadi-Nya sebagai Tuhan dalam 1 hakekat-Nya sebagai Allah.

Dalam ke Allahan-Nya

Allah itu Kekal, berada sebagai pribadi Bapa yang berotoritas terhadap Waktu. Bapalah yang mengadakan waktu dan melahirkan Kebenaran yang Menghidupkan (Markus 13:32).

Allah itu Benar, bermula sebagai pribadi Anak  yang berotoritas terhadap Ketetapan. Anaklah yang memulai ketetapan-Nya dan menjadikan Kehidupan yang Kekal (Yohanes 17:17).

Allah itu Hidup, beraktifitas sebagai pribadi Roh Kudus yang berotoritas terhadap Proses. Roh Kuduslah aktifitas suatu proses dan mengendalikan jalan orang benar menuju Kekekalan (Lukas 12:12).

Dalam keTuhanan-Nya

Dalam hal Keberadaan, sebagai Ada, lahir, timbul atau muncul. Ini adalah pribadi Allah Bapa dalam eksistensi-Nya sebagai Tuhan Semesta Alam.

Dalam hal Awal Mula, sebagai Awal, Mulai, Jadi. Ini adalah pribadi Allah Anak dalam eksistensinya sebagai Tuhan Pencipta Semesta.

Dalam hal  Aktifitas, sebaagai Aktif, Gerak, Kendali. Ini adalah pribadi Allah Roh Kudus dalam eksistensi-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pribadi Sederajat

Berikut adalah beberapa contoh dalam Alkitab, bagaimana Pribadi Allah yang sederajat nampak bersamaan dalam tema-tema dalam Alkitab.

Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Matius 28 : 19), Bapa dan Roh Kudus dan Anak (1 Petrus 1:2)
Anak dan Roh Kudus dan Bapa (Efesus 2:18), Anak dan Bapa dan Roh Kudus (Efesus 1:17)
Roh Kudus dan Bapa dan Anak (Yohanes 14:26), Roh Kudus dan Anak dan Bapa (Galatia 4:16)

Pribadi yang saling memiliki dalam Allah, terlihat jelas pada ketiga pribadi yang sederajat. Tidak ada yang lebih tinggi dari yang lain atau lebih rendah dari yang lain. Karena ketiganya dalam satu hakekat sebagai Allah dan dalam tiga pribadi sebagai Tuhan.

Tuhan Itu Esa 

Ayat pada ulangan 6 : 4; adalah perkataan Musa  kepada bangsa Israel. Dalam bentuk diri-Nya sebagai Pewahyu. 

Sedangkan pada injil Markus 12:29; adalah perkataan Yesus sendiri sebagai Firman Allah, yang adalah Allah itu sendiri.

Ulangan 6 : 4;

“Dengarlah hai orang Israel, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa”

Markus 12 : 29;

“Jawab Yesus; Hukum yang terutama, ialah: Dengarlah hai orang Israel Tuhan, Allah kita, Tuhan itu Esa”

Kedua ayat tersebut membedakan sebuah pernyataan, yaitu  Musa yang mewakili Allah, dan Allah sendiri yang menyatakan firman itu kepada bangsa Israel.

Mengenai pengertian “Allah Kita”, ini merujuk kepada ketiga pribadi Allah yang nyata saat penciptaan manusia ditaman eden. 

Kejadian 1:26;

‘’Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang yang merayap dibumi’’

Jadi sesungguhnya Yesus telah menyatakan diri-Nya sebagai satu kesatuan dalam Allah yang turut andil dalam penciptaan manusia dan segala yang dijadikan. 

Kesimpulan

Allah sudah terlebih dahulu memperkenalkan diri-Nya mulai dari kitab pertama ayat pertama, kedua dan ketiga. Disini mengenai bagaimana Allah Tritunggal menciptakan langit dan bumi. 

Kejadian 1:1 ;

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”

Bapa adalah Keberadaan, Anak adalah Awal Mula, dan Roh Kudus adalah Aktivitas.Terlihat jelas peran ketiga pribadi Allah saat menciptakan langit dan bumi.

Anak yang memulai (Pada Mulanya), Bapa sebagai yang mengadakan (Allah), dan Roh sebagai Aktifitas penciptaan (menciptakan). Setelah itu, barulah jadi langit dan bumi.

Tanpa Keberadaan, tidak akan ada apapun!
Tanpa Awal Mula, tidak akan nyata apapun!
Tanpa Aktifitas, tidak akan hidup apapun!

Jika Allah ada tanpa aktifitas dan Firman, maka bayangkan saja sebuah “Batu”. Batu itu ada, tapi diam tak bernyawa, karena tidak beraktifitas dan tidak berfirman.

Dari semua pengertian yang dapat disimpulkan tentang paham Tritunggal yang dipercaya umat Kristen adalah, bahwa :

“DI ALAM SEMESTA INI, ADA SOSOK YANG DISEBUT ALLAH, DALAM ROH YANG BERAKTIFITAS, MENJADIKAN SEGALA YANG ADA DI JAGAD RAYA INI, DENGAN FIRMAN-NYA”

Ketiga pribadi Allah, sama-sama Ada, sama-sama Nyata, sama-sama Aktif. Tidak ada yang pertama dan terkemudian. Karena ketiganya adalah Allah.  Allah itu nyata, Firman itu Hikmat Sabda-Nya, Roh itu Aktifitas-Nya. Hidup dalam tahta kekekalan-Nya.

Jadi, Allah yang Esa bukan berarti satu dalam arti jumlah, tapi sebagai satu kesatuan yang hanya ada satu-satunya dialam semesta ini atau,  ‘’TIDAK ADA YANG SAMA’’.


Sumber :
Alkitab/Bible

No comments