Mengapa Allah Menjadi Manusia
Ada pernyataan bahwa, ‘’Allah koq’ jadi manusia!?. Jawab saya ‘’memangnya kenapa?!. Siapa yang larang, dan kenyataannya, karena manusialah yang akan diselamatkan.
Bagi orang Kristen, tidak ada kasih didunia ini yang melebihi kasih Allah. Tidak ada juga orang Kristen yang meragukan kasih-Nya.
Dan apapun yang dilakukan-Nya, adalah bentuk otoritas-Nya, kasih-Nya dan kemahakuasaan-Nya. Sehingga menjadi lucu jika ada yang meragukan hal itu.
Apa yang dilihat mata, apa yang di dengar telinga, atau apapun yang dipikirkan manusia, belum tentu sama dengan Allah.
Dan sekalipun itu yang kita anggap baik, belum tentu baik bagi-Nya. Tapi apapun yang Allah kehendaki bagi kita, sudah pasti yang terbaik.
Tidak mengherankan kalau banyak orang didunia ini meragukan kenyataan, bahwa Allah telah menjadi manusia. Selain karena sifat-Nya yang ‘maha’, juga karena kita dididik dan tumbuh dengan kepercayaan dalam hal mengenal Allah secara hirarki-Nya.
Namun kasih dan kuasa-Nyalah yang menjelaskan itu semua. Tidak ada yang melebihi Allah dalam hal apapun, dan dalam segala hal. Berikut ini, lebih jelasnya tentang Mengapa Allah Menjadi Manusia.
Allah Itu Kasih
Yohanes 3:16;
Ayat ini sudah cukup sebenarnya menjelaskan seperti apa Tuhan Allah. Dialah kasih sejati, yang membuktikan pada dunia, bahwa tidak dipandangnya dari mana kita berasal, dan hanya dengan kasih-Nyalah kita ditebus.
Lain halnya dengan para nabi, rasul atau orang-orang pilihan, yang ditugaskan mewartakan atau mewahyukan Firman Allah.
Nama Yesus atau “Yeshua” berarti “Tuhan Penyelamat”, yang sesuai dengan maksud kedatangan-Nya. Sedangkan gelar-Nya “Immanuel” berarti “ Tuhan beserta kita”.
Jati diri Yesus Kristuslah yang menyebabkan Allah menjadi manusia, karena Ialah Allah penyelamat dan kehendak-Nya bagi dunia adalah keselamatan.
Maha Kuasa
Wahyu 1:8;
Mungkin inilah yang menyebabkan orang-orang meragukan keberadaan-Nya dibumi sebagai manusia. Hirarki Tuhan Allah yang membedakan status-Nya yang dianggap melebihi segala ciptaan.
Kehendak Allah dinyatakan dalam daging dan darah, merupakan keadaan yang sulit diterima akal manusia biasa. Namun itulah kenyataannya. Allah mengasihi kita, dan kehendak-Nya adalah menyelamatkan dunia dari dosa.
Hirarki Manusia
Matius 12:12;
Sedangkan dengan wujud manusia-Nya, Ia menjadi sama dengan manusia, tentunya sangat aneh jika dengan rupa yang lain Allah menyatakan diri-Nya.
Kita tahu bahwa ciptaan Allah yang tertinggi secara hirarki dibumi, adalah manusia. Dan tidak ada mahkluk dibumi ini yang diciptakan setara dengan manusia atau sama berharganya dengan maanusia.
Allah Tidak Berdosa
1 Petrus 2:22;
Tentu kita pernah mendengar kalimat ‘’tidak ada seorangpun didunia ini yang tidak berdosa, malaikatpun tidak.
Jika demikian maka, bisakah manusia berdosa menebus manusia berdosa yang lain?. Tentunya tidak, karena itu sama saja dengan orang yang terhukum, membebaskan orang yang terhukum lain.
Terlepas dari mengapa manusia harus ditebus, itu akan saya jelaskan dalam pembahasan lain. Yang pasti, kita telah ditebus-Nya dengan darah yang mahal.
Dan kita yang dianggap-Nya berharga, memiliki pilihan untuk percaya. Karena Allah tidak memaksa orang untuk percaya melainkan mengundang setiap orang untuk datang pada-Nya.
Dan siapapun yang tidak mau percaya, itu masalahnya bukan di Allah. Karena Allah tidak berubah, Dia tetap ada, berkuasa, kekal selama-lamanya.
Sumber :
Alkitab/Bible

No comments