Breaking News

Cara Yesus Kristus Menyatakan Diri

Cara Yesus Kristus Menyatakan Diri


Kedatangan Yesus Kristus kedunia, bukan untuk mengaku sebagai Tuhan, tetapi untuk memberi pengertian bahwa sesungguhnya Allah mengasihi dunia dan menginginkan keselamatan bagi manusia.

Matius 16 : 15;

“Lalu Yesus bertanya kepada mereka: Tetapi katamu siapakah Aku ini?. Maka jawab Simon Petrus: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!. Kata Yesus kepadanya: Berbahagialah engkau Simon Bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang disorga”


Ayat ini adalah pengakuan salah satu murid Yesus tentang siapa sesungguhnya Dia. Sekaligus juga sebagai pernyataan-Nya bahwa sesungguhnya Dialah Mesias Putra Allah yang maha tinggi.

Yesus mengatakan bahwa Roh Kuduslah yang bekerja didalam diri Petrus sehingga ia bersaksi tentang jati diri Yesus yang sesungguhnya.

Cara Yesus Kristus Menyatakan Diri-Nya selama Ia berada didunia, sungguh sangat unik dan tak terduga, menjadi kontroversi namun penuh dengan kebijaksanaan.

Tidak ada pengakuan maupun perkataan Kristus secara terang-terangan menyebut bahwa sesungguhnya Ialah Tuhan dan juruselamat dunia.

Jika kita menelaah alasan dari itu semua, maka kita akan menyadari bahwa, pengakuan terhadap diri sendiri tidaklah benar-benar dapat diterima dan tidaklah menjadi jaminan suatu kebenaran.

Sebagai contoh, tentang orang-orang yang mengaku sebagai Mesias, tapi ketika orang lumpuh, orang buta, orang bisu dibawa untuk disembuhkan, tidak ada satupun yang sanggup.

Inilah kebijaksanaan Allah yang sangat sempurna. Sebab Ia tahu siapa manusia ciptaan-Nya, dan hanya melalui perantaraan Roh Kebenaran yang bersaksi, orang-orang dimurnikan.

Dipersidanganpun demikian, tidak akan dibenarkan seorang bersaksi untuk dirinya sendiri, karena eksistensi kebohongan. Sehingga saksi dinyatakan haruslah berasal dari luar.

Kebijaksanaan Allah nampaknya secara alami sudah ada turun temurun tanpa kita sadari. Semenjak manusia diciptakan-Nya, kebijaksanaan Allah menyatu berupa logika yang selama ini menjadi pembentuk peradaban.

Dan kebijaksanaan itu, terus menerus menyertai kita yang percaya, melalui iman, kita dimurnikan dan diperbaharui tiap saat dalam Roh dan kebenaran.


Sumber :
Alkitab/Bible

No comments