Breaking News

Alasan Mengapa Persepuluhan Diwajibkan Dalam Hukum Taurat

Alasan Mengapa Persepuluhan Diwajibkan Dalam Hukum Taurat

Jika dilihat dari mulai dipraktekannya persembahan berbentuk sepersepuluh, maka tak heran ini menjadi kewajiban, Karena selain berawal dari bapa leluhur mereka Abraham, ini juga dipandang baik oleh Allah sendiri. 

Sehingga ketika segala hukum dibuat, persepuluhanpun menjadi salah satu dari ketetapan-ketetapan tersebut.

Ada 10 Alasan Mengapa Persepuluhan Diwajibkan Dalam Hukum Taurat dan dipandang baik dan kudus dihadapan Allah ;

1. Ucapan Syukur

Kejadian 14:20;

‘’dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ketanganmu. Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya’’

Ini mengenai persembahan Abraham kepada Melkisedek, imam Allah Yang Maha Tinggi. Persembahan tersebut adalah suatu hal yang pantas dilakukan Abraham sebagai bentuk syukur atas kemenangannya mengalahkan raja-raja ditimur ketika menolong Lot kerabatnya.

2. Nazar 

Kejadian 28:22;

‘’Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadamu’’

Adalah nazar atau permohonan iman melalui pertaruhan konsistensi seseorang, yang apabila terpenuhi maka nazarnyapun dipenuhinya. Tapi jika tidak dipenuhi, maka akan menciptakan konsekuensi tersendiri.

3. Ketetapan Allah

Imamat 27:30;

‘’Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih ditanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik Tuhan; itulah persembahan kudus bagi Tuhan’’

Ayat ini berbicara mengenai bagaimana Tuhan Allah memandang persembahan persepuluhan, sebagai hal yang kudus, demikian juga hal itu dijadikan suatu ketetapan yang berlaku dikalangan bangsa Israel.
Artinya bahwa, segala hal mengenai bentuk persembahan persepuluhan, ditetapkan menurut kehendak Allah dan dengan cara yang Allah perkenankan. 

4. Kemuliaan Allah

Ulangan 14:23;

‘’Dihadapan Tuhan Allahmu, ditempat yang dipilih-Nya, untuk membuat nama-Nya diam disana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engakau selalu belajar untuk takut akan Tuhan, Allahmu’’

Ayat ini berbicara mengenai suatu kondisi yang dikehendaki Allah, dan merupakan kekudusan bagi nama-Nya ditengah-tengah umat-Nya Israel.

5. Keseimbangan Kehidupan

Ulangan 26: 12;

‘’Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepuluhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan ditempatmu dan menjadi kenyang’’

Berbeda dengan persembahan persepuluhan yang lain. Ini persepuluhan yang diwajibkan Allah kepada umatnya sesuai aturan dan ketetapan Allah bagi suku Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda untuk keseimbangan kehidupan.

6. Sebagai Upah Dan Penghasilan Imam

Bilangan 18:21;

‘’Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan diantara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada kemah pertemuan’’

Ini disebabkan status suku Lewi yang dipilih untuk melayani Bait Allah secara khusus, maka Allah memperhitungkan persembahan persepuluhan sebagai bagian yang dikhususkan bagi mereka.

7. Keadilan dan Kesejahteraan

Ulangan 14:29;

‘’maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda, yang didalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya Tuhan, Allahmu memberkati engkau didalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu’’

Ayat ini berbicara lebih kepada keadilan dan kesejahteraan dan alasan mengapa persembahan persepuluhan harus diberikan kepada suku Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda.

8. Persembahan Khusus

Bilangan 18;26;

‘’Lagi haruslah kamu berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka: Apabila kamu menerima dari pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang Ku berikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian persembahan khusus kepada Tuhan, yakni persembahan persepuluhanmu dari persembahan persepuluhan itu’’

Jadi , sama halnya dengan suku-suku yang lain, dimana suku Lewipun memberikan persembahan persepuluhan mereka sebagai suatu ketetapan yang Allah perintahkan untuk persembahan khusus.
Ini bisa diartikan bahwa persembahan persepuluhan dalam hukum Taurat sebenarnya merupakan ketetapan hukum yang berlaku kepada seluruh umat Israel tanpa terkecuali.

9. Konsekuesi Berkat Dan Kutuk

Maleakhi 3:10;

‘’Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu kedalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan dirumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat padamu sampai berkelimpahan’’

Dalam ayat inilah Tuhan Allah menyatakan konsekuensi dari ketetapan hukum yang berlaku. Selain untuk perbendaharaan, juga menjadi semacam konsekuensi bagi umat Israel, dalam hal ini mengenai berkat dan kutuk.

Persembahan persepuluhan adalah mutlak dilakukan. Adalah suatu perjanjian Allah dengan umat-Nya yang menjadi keharusan dan harus dipelihara sebagai ketetapan yang memiliki konsekuensi kutuk dan berkat.

10. Tradisi 

Injil Matius 23:23;

‘’Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis, dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan’’

Ini ditujukan kepada ahli-ahli Taurat dan orang Farisi mengenai bagaimana sebenarnya ketetapan hukum harusnya dilaksanakan. 

Bukan hanya persembahan yang dilakukan, tapi kasihlah yang utama. Dalam hal menaati hukum Taurat, adalah menaati juga segala ketentuannya tanpa terkecuali. 

Disini kita bisa melihat, bahwa Kristus tidak melarang persembahan persepuluhan dan tradisi dilakukan, tapi menjelaskan secara penuh maksud utama dari ketetapan yang berlaku dalam hukum Taurat.

Sepuluh hal tersebut adalah alasan mengapa persembahan persepuluhan dilakukan dalam hukum Taurat. Dan segala ketetapan-Nya berlaku dikalangan umat Yahudi turun-temurun hingga sekarang.


Sumber Referensi:
Alkitab/Bible

No comments