Pentingkah Hari Sabat Bagi Orang Kristen
Banyak orang kristen secara turun-temurun telah mempertahankan hari minggu sebagai hari istirahat dan hari untuk beribadah. Yang lain tetap mengikuti hukum sabat berdasarkan kalender Yahudi dan hukum Musa.
Ada yang menganggap hari sabat berubah, sebagian percaya Yesus, namun tetap menjalankan hukum Taurat seperti orang Yahudi.
Ada juga yang menganggap semua hari berkenan kepada Allah. Pentingkah Hari Sabat Bagi Orang Kristen, dan mengapa diabaikan?.
Bagi sebagian orang Kristen keturunan Yahudi, hari beribadah tetap dilakukan pada hari sabat. Hal ini karena kebiasaan dan tradisi turun temurun, yang namanya aktifitas beribadah, dilakukan pada hari sabat.
Dalam iman Kristen, sabat adalah hari yang memiliki pesan moral dan nilai bersejarah. Tetapi tidak harus dilakukan.
Dan siapapun yang menaati hukum sabat sebagai sesuatu yang wajib, tentunya harus juga melakukan semua hukum Taurat.
Yakobus 2:10;
Dan hal itu menjadikan seakan penebusan dosa sekali selamanya, yang Kristus lakukan dikayu salib, tidak sepenuhnya menciptakan keselamatan melalui iman, melainkan juga melalui ritual hukum.
Sehingga kesan kemurahan dan kasih karunia, tidak sepenuhnya nyata sebagai kemurnian iman.
Dalam hal ini, mungkin perlu bagi kita memahami hari sabat secara bijaksana dari dua tokoh yang paling dominan memiliki pandangan berbeda.Bukan untuk menyalahkan, namun, sebagai bentuk koreksi iman yang perlu dinyatakan sebagai bagian dari pembaharuan, bagi kita setiap orang yang percaya.
Ahli Taurat
Dalam sejarah maupun alkitab, ahli taurat adalah tokoh utama sebagai pengajar, ahli kitab bahkan hakim bagi bangsa Israel. Tidak perlu di tanya, para ahli inilah yang selama ini menjunjung tinggi hari sabat dan pada akhirnya bertentangan beberapa prinsip dengan Kristus (Matius 12 : 9 – 15).
Referensi untuk ayat tentang hukum sabat dalam kitab taurat sangat banyak, beberapa larangan dalam tradisi agama Yahudi berkenaan dengan hari Sabat antara lain :
1. Larangan membawa ‘beban’ dan mempersiapkan makanan.
2. Larangan bepergian / melakukan perjalanan jauh.
3. Larangan mengobati / menyembuhkan.
4. Larangan menulis.
5. Larangan menyalakan api / lampu.
6. Larangan membuat simpul.
7. Larangan berperang / membela diri.
Koreksi Paham
Eksistensi hari sabat dalam hukum Taurat, adalah suatu bentuk hukum yang sebenarnya hanya bisa dipatuhi oleh orang yang hidup dibawah hukum Taurat.
Roma 3:19;
Jadi, hari sabat dan hari-hari kudus lainnya, yang selama ini dipatuhi umat Yahudi, hanya diperuntukan untuk orang yang hidup dibawah hukum Taurat.
Tidak halnya orang Kristen, yang hidup dibawah kasih karunia. Bukan berarti hukum Taurat itu tidak boleh dilakukan, tetapi siapapun juga orang Kristen yang menaati hukum Taurat, sesungguhnya menaati aturan yang sama halnya dengan, mengikat kekang dileher mereka sendiri.
Kedatangan Kristus sudah melepas kekang yang selama ini berlaku diantara orang Yahudi, dimana kekang itu, dilepaskan dengan penebusan dosa sekali selamanya.
Advent Hari Ketujuh
Aliran Kristen Advent hampir menyerupai kaum ahli-ahli taurat yang menekankan jemaatnya untuk beribadah dan menguduskan sabat hari ketujuh. Advent dikenal sebagai masa periode sebelum natal, berasal dari kata adventus yang artinya, kedatangan atau orang-orang yang menantikan kedatangan Yesus Kristus kedua kalinya.
Kalangan advent sangat menaati hukum taurat, khususnya hukum keempat mengenai hari sabat. Pemeliharaan hari sabat dalam dasar kepercayaan advent mendefinisikan hari sabtu sebagai sabat hari ketujuh dalam satu minggu.
Hari sabat yang dimaksud dimulai dari hari jumat saat matahari terbenam, sampai dengan hari sabtu ketika matahari terbenam kembali.
Hari sabat dipelihara sebagai bentuk ucapan syukur atas penciptaan dan pembebasan yang telah Allah lakukan (Keluaran 20 : 8-11), juga dianggap sebagai hukum yang tidak berubah dari mulai zaman penciptaan dunia sampai dengan akhir zaman.
Koreksi Paham
Pandangan kalangan Advent hari ketujuh adalah yang paling mungkin dikoreksi dari semua pandangan yang ada.Bukan karena salah, tapi karena menciptakan kekang tradisi sia-sia bagi para jemaatnya. Dan cenderung hal itu seakan dipaksakan sebagai suatu keharusan.
Sedangkan kita sebagai orang Kristen yang hidup dibawah kasih karunia, oleh kebangkitan Kristus, tentunya tidaklah perlu melakukan dan menaati hukum Taurat.
Ibrani 10:1;
Arti hukum Taurat, dimaksudkan sebagai permulaan pengetahuan manusia mengenai segala hukum, dan apa yang sebenarnya dimaksud dengan dosa itu.Sama halnya dengan, tidaklah mungkin seorang anak diajar fisika, jika ia sendiri belum tahu membaca.
Sehingga hukum taurat, mengenalkan manusia kepada dosa dan pelanggaran, sedangkan wujudnya ialah Kristus sebagai penggenapan yang meneyelamatkan.
Sabat Bagi Umat Kristen
Kekristenan bukan soal hukum, tapi kasih karunia Allah yang menjadi pedoman kehidupan umat percaya.
Kolose 2:16-17;
Keselamatan umat percaya, tidak didapat melalui ritual maupun ketetapan hukum Taurat, tetapi ketaatan roh yang terus dimurnikan sampai kepada hidup yang kekal.
Segala hal mengenai hukum Taurat, tidak lagi penting dan tidak lagi berlaku bagi iman percaya kita. Termasuk juga hari-hari maupun ketetapan-ketetapan hukum yang selama ini dipatuhi umat Yahudi.
Ketaatan hanya kepada sabat saja, tidaklah berarti apa-apa, dan tidak ada gunanya terhadap keselamatan, tanpa melakukan seluruh hukum Taurat.
Itu sama saja dengan melakukan setengah hukum Taurat, dan percaya setengah akan kasih karunia. Jadi, manaati satu hukum Taurat hanyalah mencpitakan beban atau kekang dileher kita sendiri.
Sementara Kristus sudah melepas kekang itu, dengan darah-Nya yang mahal sebagai kemurahan dan kemudahan besar bagi seluruh dunia.
Sumber :
(https://tuhanyesus.org/kristen-advent).
(www.pathlights.com)

No comments