Breaking News

Mengapa Sabat Berubah Minggu

Mengapa Sabat Berubah Minggu

Sabat berasal dari kata ibrani sya’yath yang berarti beristirahat/berhenti. Menurut sistem kalender orang Yahudi, hari ketujuh ditetapkan dalam hukum Musa mencakup hari sabat mingguan, dan sejumlah hari-hari khusus lain setiap tahun, seperti tahun yang ketujuh, dan tahun yang kelima puluh.

Sabat mingguan hari ketujuh dalam pekan kalender Yahudi, ialah dari matahari terbenam pada hari jumat, sampai matahari terbenam pada hari sabtu, dan dijaga turun temurun sampai dengan sekarang.

Hari Sabat adalah satu-satunya hari yang disebut dalam Alkitab sebagai hari untuk beribadah dan beristirahat.

Secara bertahap, hari pertama dalam 1 minggu atau yang sekarang disebut hari minggu, makin menonjol sebagai hari tambahan, tetapi akhirnya ditetapkan untuk mengganti hari sabat oleh pejabat sipil dan agama yang berwenang dalam kekristenan.

Kode hukum pertama yang melegalisir hal ini adalah hukum constantine (konstantinus) tahun 321 masehi. Awal mula Mengapa Hari Sabat Berubah Minggu dapat kita pelajari dari sejarah berikut.

Hari Sabat Perjajian Lama

Hari ketujuh sabat memiliki banyak sejarah dalam keseluruhan periode sejarah manusia yang dirangkum alkitab.

Dalam kejadian 2:1-3 disebutkan bahwa Tuhan Allah telah menyelesaikan pekerjaan-Nya dalam membentuk bumi dan segala isinya pada hari keenam.

Dan pada hari ketujuh setelahnya, Dia beristirahat. Dan Tuhan Allah memberkati hari ketujuh dan membuatnya kudus, karena pada hari itu Dia beristirahat dari seluruh pekerjaan-Nya membentuk dunia.

Perlu diketahui juga, sejak hari penciptaan, satu minggu yang berisi 7 hari tidak pernah berubah. Seiring berjalannya Peradaban, pengukuran waktu menjadi lebih kompleks, mulai dari hari, minggu, bulan, dan tahun.

Pada perjanjian lama, hari sabat juga disebutkan dalam kitab Keluaran 20:11, Imamat 23:3, dan Ulangan 5:12-15 untuk memberitahu orang Israel supaya berhenti bekerja dan beribadah pada hari itu.

Hari Sabat Perjajian Baru

Dalam perjanjian baru, disebutkan bahwa Yesus biasa pergi ke sinagoga dan mengajar di sana pada hari sabat (Luk 13:10).

Pada markus 3:1-6, disebutkan bahwa Yesus menyembuhkan tangan seseorang pada hari sabat di sinagoga.

Hal-hal di atas hanyalah beberapa catatan tentang aktivitas Yesus dihari sabat. Kebiasaan-Nya pergi ke sinagoga setiap hari sabat sangat signifikan.

Pada jaman perjanjian baru, sinagoga merupakan tempat dimana orang-orang Yahudi dan non-Yahudi yang takut akan Allah, berkumpul di hari sabat untuk beribadah. Ibadah di sinagoga termasuk membaca pendalaman alkitab, berdoa, dan mendengarkan khotbah.

Ketika Yesus pergi ke sinagoga pada hari sabat sesuai kebiasaan masyarakat, Dia memenuhi perintah dalam Imamat 23:3, untuk membuat hari sabat sebagai “perkumpulan kudus”.

Contoh ibadah bersama di sinagoga ini, diikuti oleh gereja-gereja kristen dalam menjalankan kebaktian atau misa sampai sekarang.

Setelah Yesus wafat dan makna kebangkitan Yesus, para rasul diutus untuk menyebarkan ajaran Kristus.

Umat kristiani pertama juga tetap menjalankan ibadah bersama setiap hari sabat. Hari sabat dikhususkan untuk mendengarkan Firman Tuhan (Kis 15:21, Kis 16:13-14).

Hari Sabat ke Hari Minggu

Seperti yang kita ketahui, umat kristiani pertama hidup di bawah jajahan romawi kuno. konstantinus.

Kaisar romawi, memeluk agama kristen untuk menyatukan orang-orang dan memperkuat kekuasaannya. Ia berusaha membuat orang-orang romawi memeluk agama baru tersebut.

Dia mengubah perayaan-perayaan paganisme atau penyembah berhala, menjadi perayaan-perayaan Kristen, dengan maksud untuk mengkristenisasi orang-orang romawi.

Pada kebiasaan orang romawi, hari minggu adalah saatnya melakukan ibadah di kuil dewa-dewi mereka.

Kaisar konstantinus mengubah hari minggu menjadi hari ibadah di gereja, menggantikan sejarah hari sabat.

66 tahun kemudian, tepatnya tahun 387 masehi, hari minggu disebut sebagai “Hari Tuhan” di undang-undang Romawi.

Hari minggu sendiri diadaptasi dari bahasa spanyol dan portugis yaitu domingo, yang berarti Hari Tuhan.

Dan secara kebetulan, hari minggu adalah hari yang bertepatan dengan kebangkitan Kristus, yang dipercaya umat Kristen sebagai intisari dari kesempurnaan penebusan.

Maka dari itu, orang Kristen menjadikan hari minggu, bukan saja menurut kebiasaan tradisi romawi, tapi lebih dari itu, adalah sebagai sukacita iman atas kebangkitan Kristus.

Perubahan Kalender Julian ke Gregorius XIII

Mengapa Sabat Berubah MingguKalender julian digunakan di bumi sama dengan penanggalan bangsa Yahudi. Pencetusnya adalah julius caesar yang meninggal 40 tahun sebelum Yesus dilahirkan.

Minggu yang digunakan pada waktu itu sama dengan minggu yang sama dengan kalender kita hari ini.

Para ilmuwan pada masa perubahan kepemimpinan gregorius XIII, merubah system penanggalan kalender julian dengan alasan tidak akurat pada titik balik musim semi.

Kalender gregorian mulai berfungsi di roma pada hari jumat, tanggal 5 Oktober 1582. Jumat tanggal 5 diubah menjadi jumat tanggal 15. Minggu tetap tak tersentuh, dan hari-hari dalam seminggu tidak terganggu.

Pada kalender gregorius menyatakan perubahan tanggal 5 menjadi 15, tapi hari tidak berubah. Jadi jelas bahwa hari sabat belum hilang dalam kalender kita.
 
Beberapa negara mulai menggunakan kalender baru tersebut namun 170 tahun kemudian baru digunakan di ingris pada tahun 1752 dan digunakan sampai sekarang.

Ingat saja bahwa hari ketujuh dalam minggu ini sama seperti ketika Kristus ada di sini, dan perubahan kalender tidak mempengaruhi itu.

Jadi, perubahan hari sabat ke hari minggu awalnya adalah secara kebetulan, lalu menjadi kebiasaan, dan dipertahankan hingga sekarang, karena sesuai dengan sukacita iman orang Kristen, yang percaya akan kebangkitan Kristus.

Dan kebangkitan Kristus merupakan kesempurnaan peran penebusan sebagai karya Agung keselamatan yang Allah nyatakan melalui Yesus Kristus sang penebus dosa manusia.


Sumber :
(https://tuhanyesus.org/kristen-advent).
(www.pathlights.com)

No comments