Apakah Hari Minggu Pantas Untuk Beribadah
Ada pakar mengatakan bahwa, arti kata minggu atau dalam bahasa inggrisnya Sunday, yang artinya sun=matahari dan day = hari, secara harfiah berarti, the day of the sun atau harinya matahari.
Ini juga dianggap sebagai harinya dewa matahari atau dewa Ra, dalam kepercayaan paganisme. Sehingga bagi beberapa Kalangan Kristen, menganggap bahwa hari minggu bukanlah hari yang pantas bagi orang Kristen untuk beribadah.
Hal ini didorong oleh rasa fanatisme terhadap penyembahan berhala yang notabene menjadi larangan dalam iman Kristen secara umum.
Akan tetapi, lain halnya jika hari minggu yang disebut harinya matahari, bukan karena dewanya, melainkan karena hari minggu adalah hari pertama dalam setiap minggu, sehingga ini dianggap sebagai hari dimana matahari terbit pertama kali.
Sementara di Roma, setelah Kristenisasi masal, secara biasa, hari minggu yang digunakan untuk penyembahan dewa matahari, berganti menjadi ibadah Kristen yang saat itu hanya ada aliran Khatolik.
Bayangkan ‘’penaklukan sebuah kerajaan’’, pentingkah letak istana dirubah hanya karena bekas kerajaan lama?.
Beberapa alasan yang diyakini sebagai dasar iman umat Kristen, mungkin perlu melalui beberapa pertimbangan pemahaman yang kritis, diantaranya:
Evangelis
Ada beberapa Tokoh dalam agama Kristen yang berbeda dalam hal tugas dan pelayanan, namun sama dalam hal pemahaman.Beberapa diantaranya adalah Pendeta dan Misionaris Kristen yang terlibat langsung dengan doktrin dan penginjilan.
Pemahaman evangelis tentang hari sabat, di dasarkan dari alkitab diantaranya sebagai berikut :
1. Matius 12 : 1–8, diceritakan bahwa Yesus tidak melarang murid-muridnya memetik gandum pada hari sabat. Seperti yang selama ini dipatuhi bangsa yahudi dalam hukum musa.
2. Markus 3 : 1-6 dan lukas 14 : 1-6, Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari sabat.
3. Roma 6 : 14-15, dikatakan bahwa seorang dengan iman kepada Yesus Krisus tidak dibawah hukum taurat melainkan kasih karunia.
4. 1 korintus 16 : 2, tentang pengumpulan persembahan pada hari pertama (hari minggu).
5. Roma 14 : 6, Tentang menghakimi.
Koreksi Paham
Para Evangelish Kristen sebenarnya tidaklah salah dalam hal menggunakan hari minggu sebagai hari beribadah ganti hari sabat.
Karena dominasi iman melalui injil, dinyatakan melalui penebusan yang Yesus Kristus perbuat, sebagai suatu kemurahan besar. Ini diperingati sebagai sukacita, pada hari Yesus bangkit dari antara orang mati.
Tidaklah mungkin Yesus Kristus dipercaya sebagai Tuhan dan Allah, jika tidak ada kebangkitan. Dan tidaklah mungkin penebusan dosa bisa sempurna jika hanya sampai pada kematian.
Kristus dipercaya sebagai Tuhan dan Allah, jika tidak ada kebangkitan. Dan tidaklah mungkin penebusan dosa bisa sempurna jika hanya sampai pada kematian.
Kristus yang adalah Allah, dipercaya dan sempurna karena berkuasa baik didunia orang yang hidup, maupun didunia orang yang mati.
1 Korintus 15:17;
‘’Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu’’
Jadi, hari minggu digunakan kalangan Evangelish Kristen disebabkan oleh kebangkitan Kristus, yang adalah akhir dari segala bentuk penebusan. Juga merupakan kesempurnaan dari peran penebusan.
Peneliti Alkitab
Sebagian orang dari dalam maupun diluar lingkup gereja, mempunyai pemahaman sendiri-sendiri tentang alkitab khususnya hari sabat. Ada tiga hal yang paling dominan menjadi anggapan para peneliti Alkitab mengenai hari sabat yang berubah yaitu:
1. Yosua 6 : 15-16, tentang peperangan bangsa Israel dimana Yosua menahan matahari kurang lebih sehari penuh. Hal ini menjadi asumsi pergeseran hari sabat dari hari sabtu ke minggu.
Akan tetapi, saat Yosua menahan matahari selama sehari penuh dalam Yosua 16 : 15-16, yang dianggap sebagai pergeseran hari adalah keliru.
Imamat 23:32;
‘’Itu harus menjadi suatu sabat, hari perhentian penuh bagimu, dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Mulai pada malam tanggal sembilan bulan itu, dari matahari terbenam sampai matahari terbenam, kamu harus merayakan sabatmu’’
Alkitab tidak mengatakan bahwa, satu hari itu, di mulai berdasarkan waktu. Tapi 1 hari terbagi 2, yaitu siang disebut pagi, dan malam disebut petang. Baik siang maupun malam, dihitung satu hari, yaitu petang dan pagi. 1 hari dimulai saat matahari terbenam pada saat petang, sampai dengan matahari terbenam kembali.
Jadi saat itu, matahari diam dan belum tenggelam ,sehingga hari dimana Yosua menahan matahari, tetaplah dianggap sebagai 1 hari. Selebihnya adalah kekuasaan Allah.
2. Kalender Julian tahun 321 masehi yang sempat terkoreksi beberapa kali dan menjadi perdebatan perubahan hari sabat menjadi hari minggu yang kini ditetapkan oleh otoritas kepausan sebagai hari yang dikuduskan.
Yang Kedua, jika kita perhatikan baik-baik kalender Julian, perubahan terjadi pada tanggal, bukan minggu dan hari,. Jadi sabat tidak pernah berubah.
Sedangkan kebangkitan Kristus pada hari minggu, tidak ada hubungannya dengan waktu beribadah. Karena hal itu bisa dikatakan lebih kepada ekspresi sukacita atas kebangkitan Juruselamat.3. Beberapa pendapat lain tentang kebangkitan Yesus Kristus pada hari minggu menjadi dasar sebagian kalangan, menganggap hari minggu adalah hari kudus, karena menganggap sia-sialah kematian Yesus Kristus jika tidak aa kebangkitan.
Yang menyebabkan hari minggu dijadikan hari beribadah oleh sebagian besar kalangan Kristen, bukanlah karena hari minggu adalah hari yang kudus.
Melainkan karena kebiasaan turunan dan kebetulan hari minggu adalah hari yang sama dengan hari sukacita iman orang Kristen, sebab kebangkitan Kristus.
Yang dengan spontan menyatakan kepada seluruh dunia, telah genap keselamatan yang Allah kerjakan didalam diri Yesus Kristus Tuhan kita.
Iman Kristen
Dalam iman Kristen, tidak ada seorangpun juga yang bisa melarang siapapun yang percaya Kristus, untuk hidup menurut hukum Taurat ataupun menaatinya.
Juga tidak ada yang bisa melarang siapapun orang Kristen untuk beribadah pada hari apapun sesuai dengan imannya.
Kolose 2:16-17;
‘’Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus’’
Jadi, ini bukan soal layak tidaknya sebuah hari digunakan sebagai hari beribadah, karena semua itu bukanlah intisari iman orang Kristen.
Karena iman orang Kristen berfokus, pada aktifitas penebusan yang Kristus lakukan. Yang kesempurnaannya pada Kebangkitan-Nya, yaitu hari pertama setelah hari sabat, yang kita tahu sebagai hari minggu.
Sehingga hari minggu diyakini sebagai perayaan besar umat Kristen sebagai hari genap dan sempurnanya penebusan dosa.
Sumber :
Alkitab/Bible

No comments