Breaking News

Maksud Pernyataan Tuhan Atas Hari Sabat

Maksud Pernyataan Tuhan Atas Hari Sabat

Hari sabat memiliki peran penting dalam kebudayaan agama Yahudi. Ini berhubungan dengan ketetapan Allah yang harus dijalani.

Karena ada konsekuensi apabila seseorang melanggar hukum ini. Selain valid, juga menjadi salah satu bagian utama dalam hukum iman bagi kalangan umat Yahudi.

Kedatangan Kristus seakan menghapus tradisi Sabat yang selama ini dilakukan umat Yahudi. Secara sederhana, dijelaskan disini mengenai Maksud Pernyataan Tuhan Atas Hari Sabat, yang disampaikan Kristus kepada umat Yahudi.

Ketika orang-orang farisi mempertanyakan perihal pengudusan hari sabat, perhatikan kata”Juga” dalam ayat berikut.

Injil Markus 2:28;

“Jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari sabat”

Artinya bahwa, Yesus adalah Tuhan bukan hanya bagi manusia, tetapi juga adalah Firman Allah, yang menyatakan hari sabat sebagai suatu ketetapan.

Ketetapan dan hukum yang dipatuhi bangsa Yahudi, sebagian besar adalah Firman Allah yang dinyatakan Allah secara pribadi, maupun melalui perantaraan para nabi.

Termasuk juga hukum keempat dalam 10 Perintah Allah, yaitu ingatlah dan kuduskanlah hari sabat. Jadi, semua ketetapan hukum bermula dan berawal oleh Firman.

Dan Firman itu sedang ada saat itu. Bukan untuk merubah, tapi menjelaskan maksud pengudusan hari sabat, yaitu bukan manusia untuk hari sabat, tapi sabat untuk manusia.

Ini dimaksudkan bukan untuk merubah hukum sabat, atau ketetapan hukum Taurat, tapi sesungguhnya sabat dilakukan dengan beberapa alasan mendasar diantaranya.

1. Peringatan

Dengan melakukan sabat, manusia bisa terus mengingat asal mula kekudusan itu dari mana. Hari sabat adalah hal yang paling pertama dalam Alkitab yang disebut kudus.

Yehezkiel 20:20;

‘’kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu’’

Ini juga berarti sabat yang dipatuhi umat Yahudi adalah simbol dari eksistensi Tuhan Allah dialam semesta, bagi seluruh bangsa.

Fenomena memelihara hari sabat adalah ciri khas umat Yahudi yang berbeda atau membedakan mereka dari bangsa-bangsa lain.

2. Kekudusan

Kekudusan menyatakan pada kita, bahwa sesungguhnya segala penciptaan yang Tuhan Allah lakukan adalah sesuatu yang Allah kehendaki, dan patut bagi manusia untuk memelihara dan menguduskannya.

Imamat 26:2;

‘’Kamu harus memelihara hari-hari Sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku, Akulah TUHAN’’

Kekudusan itu sangatlah penting bagi kita umat manusia, sebagai bentuk penyembahan, juga menjadi jaminan penyertaan Tuhan Allah dalam setiap kehidupa kita.

3. Ketaatan

Sabat adalah satu hari dari 7 hari manusia, yang diperintahkan Allah untuk diadakan sebagai hari untuk menyembah-Nya.

Yehezkiel 20:24;

‘’oleh karena mereka tidak melakukan peraturan-peraturan-Ku dan menolak ketetapan-ketetapan-Ku dan melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dan matanya selalu tertuju kepada berhala-berhala ayah-ayah mereka’’

Kekudusan melatih bangsa israel dalam hal ketaatan. Karena itulah yang penting dan berkenan kepada Allah.

4. Kesadaran

Hari sabat mengingatkan manusia bahwa segala yang dijadikan dialam semesta ini, tercipta dari kuasa dan kehendak Tuhan Allah, sebagai satu-satunya pencipta segala yang dijadikan.

Imamat 16:31;

‘’Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya’’

Pada hari sabat juga, umat Yahudi benar-benar secara penuh bergaul dengan Allah, dan menyembah-Nya dalam kondisi spiritual yang dalam.

5. Kebaikan

Secara alami, sabat juga membantu manusia untuk dengan sadar dapat beristirahat dan saling memperhatikan satu sama lain.

Imamat 19:3;

‘’Setiap orang di antara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya dan memelihara hari-hari sabat-Ku; Akulah TUHAN, Allahmu’

Dengan tidak bekerja pada hari sabat, manusia menjadi tidak lupa diri, terhadap kelemahan manusia  dalam hal-hal lahiryah dan spiritual.

6. Keselamatan

Tentunya ini didasarkan pada kekudusan, dimana segala yang kudus dan berkenan kepada Allah menciptakan konsekuensi istimewa bagi umat-Nya.

2 Tawarikh 36:21;

''Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun’’

Sebaliknya, segala yang tidak kudus pastinya menimbulkan konsekuensi fatal. Bukan saja mengancam berkat, tapi juga keselamatan.

Roma 3:19;

‘’Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah’’

Jadi, kekristenan kita tidak berpikir jika sabat adalah suatu ketetapan Allah yang harus dipatuhi, melainkan dikuduskan demi kebaikan kita semua.

Bagi kita orang Kristen, hari sabat menjadi pengingat bagaimana konsekuensi dari ketidaktaatan kepada Allah.

Dibawah hukum kasih karunia, kita bergantung pada iman dan pengharapan, dan secara sadar, tahu bahwa, hal-hal lahiryah dan rohani kita, bergantung pada Tuhan Allah semata-mata.


Sumber :
Alkitab/Bilble

No comments