Apa Sebab Yesus Kristus Mati
Yesus Kristus adalah Firman Allah dalam daging manusia. Menjadi 100 % Allah dan juga 100 % Manusia. Perbedaan dengan kita adalah, Ia adalah kuasa dan hikmat Allah.
Perihal kematian-Nya dikayu salib bukanlah tanpa sengaja, tapi untuk menggenapi kehendak Allah, menyelamatkan dunia dari dosa.
Sehingga kita yang bukan keturunan Israel memperoleh keselamatan yang sama. Tidak ada lagi korban bakaran penebusan dosa, karena Ia sendiri adalah kemudahan bagi seluruh umat manusia yang ingin diselamatkan.
1 Petrus 3:18 :
Kematian Yesus Kristus bukan berarti Allah itu mati. Misalnya, ketika saya membuat buku, apakah buku itu bisa dikatakan menyatu dengan saya?, tentu saja!. Karena buku itu adalah penjelmaan dari pikiran dan luapan hati saya.
Dan bukan berarti buku itu adalah saya, karena itu hanyalah sebuah buku. Begitu juga dengan Kristus, tubuh daging dan darah, bukanlah Allah, tapi karya Allah yang digunakan untuk menyatakan keberadaan dan kehendak-Nya.
Apakah buku itu bisa hancur ?, tentu saja!, tapi bukan berarti pikiran saya hancur. Tapi apakah saya sedih, tentu saja, karena itu ciptaan saya.
Sebab, melalui buku itu, pikiran saya yang meluap dari hati dan kehendak saya, dibaca orang-orang, sehingga itulah kesenangannya.
Begitu juga dengan tubuh Yesus yang mati. Tapi bukan berarti Allah mati. Allah tetap ada, tapi tubuh manusia-Nya yang hancur.
Itulah sebabnya ada kebangkitan, yaitu penyatuan antara tubuh manusia dengan Allah. Ini bukan tanpa sengaja, tapi sudah menjadi ketetapan dan kehendak-Nya terhadap dunia.
Kematian Kristus diikayu salib, memiliki arti yang luas dan dalam. Tidak akan mungkin cukup dijelaskan hanya dalam sebuah artikel. Namun secara garis besar, dapat dikatakan sebagai penebusan.
Kematian Kristus dikayu salib, menyatakan betapa berharganya manusia bagi Allah. Dan kasih Allah yang tak terbatas, menjadi anugerah yang tak ternilai bagi manusia.
Penebusan juga berarti, mengganti hukuman Allah yang semestinya kita manusia yang terima.Kematian Kristus adalah manifestasi dari ritual penebusan dosa yang dilakukan bangsa israel setiap kali dosa terjadi.
Sementara Tubuh Kristuslah yang mengganti korban bakaran domba, sebagai korban penebusan dosa yang dilakukan-Nya sekali untuk selamanya.
Dengan daging yang tercabik dan darah-Nya yang tercurah, kita diberikan kemudahan yang besar, hanya dengan bertobat, percaya dan menerima karunia Roh Kudus, kita tidak dihukum karena dosa dan kesalahan kita.
Jadi, dengan segala pengorbanan-Nya, jikalau masih ada orang yang tidak percaya, atau menganggap sepele apa yang dilakukan Kristus di kayu salib, maka ketika nanti tiba harinya, Kristuspun akan menyangkalnya.
Sumber :
Alkitab/Bible
Dr.Bambang Noorsena

No comments