Bagaimanakah Seharusnya Orang Kristen Dibabatis
Ritual babtisan sebenarnya sudah ada sejak zaman Musa, yang dahulu disebut penyucian diri dalam bentuk pembasuhan.
Dilakukan karena dosa pribadi maupun ritual keagamaan bangsa Israel dalam kemah pertemuan dan mezbah Allah.
Disebut babtisan, karena awalnya dari Yohanes yang disebut pembabtis. Tentang dia, sudah dinubuatkan nabi Yesaya kira-kira 712 tahun sebelum kelahiran Yesus.
Ada beberapa alasan mengapa orang Israel melakukan pembasuhan menggunakan air, dan juga mengapa Yohanes melakukan cara babtis selam.
Pertama, karena sifat air yang alami. Apapun yang berhubungan dengan pembasuhan, pembersihan, penyucian, itu secara alami berkaitan dengan air.
Tentunya karena air memiliki sifat netral sebagai pembersih. Ini juga yang menjadi alasan mengapa air sering dijadikan ritual maupun simbol penyuucian.
Kedua, karena eksistensi air. Tidak ada yang perlu dirubah dari tradisi pembasuhan yang selama ini dilakukan umat Israel. Dalam hal menyucikan diri dari kenajisan lahiryah, menghemat air bukanlah hal yang diperlukan.
Ketiga, sebagai bentuk ekspresi. Allah pada dasarnya tidak melarang siapapun manusia berekspresi dalam hal memuliakan Allah, selama itu bukan dosa.
Yang dunia ketahui sejauh ini, ada ratusan cabang aliran gereja dengan ritual ibadah yang berbeda-beda, seakan-akan kita dipertanyakan kembali, Bagaimanakah Seharusnya Orang Kristen Dibabtis.
Ritual Babtisan
Setiap orang kristen perlu untuk dengan murni diiluminasi tentang substansi dari ritual maupun cara baptisan. Ritual babtisan, tidak ada hubungannya dengan memenuhi persyaratan minum air untuk pergi ke sorga.
Sebab air yang berbentuk cair, seberapapun banyaknya, tidak akan bisa digunakan untuk menghapus dosa.
Bagi orang Kristen, ritual babtisan dilakukan dan diajarkan bukan sebagai syarat mutlak keselamatan itu, tapi menjadi sesuatu yang penting dilakukan dan perlu diteladani, sehingga menjadi keharusan. Mengapa?
Karena ritual babtisan bukan saja sebatas praktek tradisi keagamaan, tetapi kesaksian umat Kristen bahwasanya keselamatan berasal dari umat Yahudi.
Lebih dari itu, sebagai pernyataan tegas, bahwa sesungguhnya Allah yang dipercaya orang Kristen melalui Yesus Kristus, adalah Allah yang sama dengan Allah yang disembah Abraham, Ishak, dan Yakub.
Artinya bahwa, dengan ritual babtisan, orang Kristenpun turut serta melakukan kehendak Allah yang digenapi dalam diri Yesus Kristus. Ini juga sekaligus memberi kesaksian bahwa Yesus Kristus berasal dari hukum Taurat.
Begitu juga dengan cara babtisan, yang sebenarnya tidaklah penting dengan cara apa seseorang itu dibabtis.
Sebab itu semua hanyalah metode, yang dilakukan sebagai bagian dari konsekuensi beragama dan berkeyakinan. Semacam ekspresi dalam hal memuliakan Allah.
Yang penting dan menjadi dasar dari prosesi ritual babtisan itu sendiri adalah, dilakukan menggunakan air. Mengapa air?,
Selain karena air merupakan simbol penyucian, air juga disini adalah air sesungguhnya yang sama dengan yang diperintahkan Allah kepada umat Israel, dalam hal ritual penebusan dosa lahiryah.
Artinya bahwa, itulah kehendak Allah, sebagai bentuk kelayakan hidup umat-Nya. Tidak ada yang perlu dirubah dari tradisi itu.
Ada satu hal penting dari ritual babtisan, yaitu pada kondisi apa seseorang itu dibabtis. Karena ada dua tipe orang didunia ini.Yang pertama, orang yang belum percaya, bisa jadi belum mendengar Injil, atau orang yang belum bertobat. Ini berarti non Kristen.
Yang kedua adalah, orang yang lahir dari keluarga Kristen. Ini berarti orang tersebut sudah menjadi orang Kristen.
Hal yang penting dipahami bahwa, bagaimana penerapan ritual babtisan kepada kedua tipe orang tersebut.
Kisah Para Rasul 19:3-4;
Pada ayat tersebut, rasul Paulus menjelaskan arti ritual babtisan Yohanes yang selama ini di teladani gereja-gereja Kristen diseluruh dunia.
Babtisan Yohanes adalah babtisan pertobatan, yang diperuntukan kepada petobat baru, atau kepada seseorang yang telah atau baru bertobat, sebelum ia siap mengenal Yesus Kristus dan menerima karunia Roh Kudus.
Sekaligus juga menyatakan bahwa Kristus, adalah intisari dari keselamatan itu sendiri. Hanya melalui Kristus, manusia diselamatkan.
Sedangkan bagi orang yang lahir dari keluarga Kristen, tidak lagi perlu dasar pertobatan, sehingga babtisan pertobatan tidak lagi berlaku.
Seseorang yang tumbuh dalam keluarga Kristen, sejak kecil sudah meyakini Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya. Tentunya sudah memiliki dasar pertobatannya sendiri.
Meski ritual babtisan tetap dilakukan, namun hanyalah sebatas prosesi atau ritual simbolik yang merupakan kesaksian iman.
Ini diyakini sebagai pengakuan akan penggenapan kehendak Allah dalam diri Kristus, sebagai perantara dosa menuju keselamatan.Cara Babtis
Secara spesifik mengenai cara babtis yang diperintahkan dan dilakukan gereja, tidak pernah ada dalam Alkitab.Injil Yohanes 3:26;
Ayat ini tidak dimaksudkan bahwa Kristus secara langsung membabtis orang, tapi kelompok Kristus, yaitu murid-murid-Nya yang juga melakukan babtisan.
Karena bagaimanapun, babtisan yang dilakukan murid-murid Yesus adalah juga diperintahkan oleh-Nya untuk dilakukan.
Sebab saat itu, Kristus belum dibangkitkan, yang artinya, penebusan belum terjadi atau belum tuntas. Sehingga para petobat baru yang saat itu ingin bertobat, harus dibabtis dengan babtisan Yohanes.
Injil Yohanes 4:1-2;
Yesus tidak pernah membabtis, namun mengajarkan murid-murid-Nya untuk membabtis. Juga tidak pernah disebutkan dengan cara apa, atau bagaimana seharusnya seseorang itu dibabtis. Apalagi sebagai keharusan dalam praktek keagamaan.
Yang dimaksud adalah ‘’cara babtis’’, bukan pembabtisan. Karena cara babtis dan pembabtisan adalah dua hal yang berbeda.
Perbedaannya adalah, cara babtis merupakan proses pembasuhan yang dilakukan dengan metode tertentu, sedangkan pembabtisan adalah pembaharuan.
Cara babtisan dalam ajaran Kristen, dilakukan dengan dua cara, yang pertama dengan cara selam, dan yang kedua dengan cara percik. Kedua cara tesebut adalah sah dilakukan.
Baik sebagai alasan pertobatan, maupun sebagai kesaksian iman. Baik kepada seseorang yang baru bertobat yaitu non Kristen, maupun kepada seseorang yang lahir dari keluarga Kristen, kedua jenis cara babtis tersebut bisa dilakukan.
Metode Babtisan
Babtisan Kristen memiliki dua jenis metode, yaitu metode babtisan pertobatan dan metode babtisan kesaksian.Babtisan pertobatan dilakukan kepada orang yang baru bertobat atau non Kristen yang mengaku dosanya dan siap hidup baru sesuai jalan yang Yesus Kristus ajarkan.
Ritual babtisan ini tidaklah berlaku bagi orang didalam keluarga Kristen, atau yang lahir dari keluarga Kristen.
Orang yang bertobat harus dibabtis menggunakan air, yang dilakukan dengan cara selam, dan bisa juga dengan cara percik.
Dasar iman dari babtisan kepada non Kristen adalah murni pertobatan, yang dilakukan atas kehendak petobat sendiri, tanpa paksaan.
Sedangkan orang yang lahir dari keluarga Kristen, juga bisa dibabtis dengan cara selam maupun cara dengan percik.
Namun dasar iman dari babtisan kepada keluarga Kristen adalah kesaksian akan penebusan yang Allah kehendaki melalui diri Yesus Kristus.
Sekalipun itu dilakukan pada seorang anak yang masih balita, namun karena dilakukan atas kehendak orang tua, maka tentunya setiap orang tua dalam keluarga Kristen, siap untuk menyalurkan imannya kepada anak-anaknya.
Itulah alasan mengapa seorang anak yang tumbuh dalam keluarga Kristen, tidak lagi membutuhkan dasar pertobatannya, melainkan akan tumbuh dalam iman yang disalurkan orang tuanya dan secara langsung mengalami pembaharuan oleh Roh dan Kebenaran.
Tidak hanya sampai disitu, ritual pembasuhan air barulah sampai pada tahap pertama dari prosesi babtisan.
Kisah Para Rasul 19:5-7;
Ritual babtisan dilakukan sekali selamanya, dengan maksud mengganti ritual penebusan dosa yang dipraktekan terus menerus dikalangan bangsa Israel setiap kali dosa terjadi.Dalam hal ini, yang dilakukan orang Kristen apabila dosa terjadi adalah, memohon pengampunan kepada Allah dengan sungguh, melalui pembaharuan Roh Kudus yang telah Allah karuniakan bagi setiap orang yang percaya.
Itulah prosesi ritual babtisan yang benar didalam ajaran Kristen. Ini diyakini turun temurun sejak zaman para rasul, sampai sekarang.
Alasan logis babtisan percik dipertahankan sampai dengan sekarang, karena tidak adanya suatu pernyataan resmi baik dari Yesus Kristus, Yohanes pembabtis maupun para rasul, tentang tata cara sesungguhnya cara babtis Kristen itu harus bagaimana.
Cara babtis adalah ritual gereja, atau bisa juga disebut sebagai ekspresi, yang tercipta karena berbagai kondisi.
Ada pertanyaan bahwa bisakah seseorang diselamatkan tanpa ritual babtisan?. Tentu saja bisa. Tapi jika ritual babtisan bisa dilakukan, mengapa tidak?.Karena siapapun itu dengan alasan apapun, menolak untuk dibabtis, bisakah orang tersebut disamakan dengan pengikut Kristus?
Salah satu dasar dari kepercayaan dan berkeyakinan, adalah melakukan apa yang diperintahkan. Babtisan salah satu ritual yang diperintahkan.
Meski bukan sebagai syarat mutlak bagi seseorang itu diselamatkan, tapi merupakan dasar iman yang harus terus dilakukan dan diteladani.
Bukan syarat mutlak artinya, pada kondisi dan situasi tertentu, ritual babtisan tidak diperlukan untuk menyelamatkan jiwa yang murni.
Pada kondisi tersebut, keselamatan tidak selalu datang melalui ritual babtisan, tapi kehendak Allah karena Iman yang mengaku dosanya, dan percaya kepada Dia sang penebus dosa.
Sebagai contoh, seorang kriminal yang disalib bersama Kristus. Tanpa melalui ritual babtisan airpun dia diselamatkan.
Maka, pada kondisi demikian, seseorang yang mengaku dosa kepada Allah, sama halnya dengan telah dibabtis dengan babtisan air, dan mengakui Kristus sebagai penebus dosa, sama halnya dengan menerima karunia babtisan Roh.
Ini menandakan bahwa, pada situasi dan kondisi tertentu, iman lebih besar pengaruhnya terhadap keselamatan, dibanding ritual babtisan itu sendiri.
Bukan berarti tanpa ritual babtisanpun kita diselamatkan. Karena babtisan merupakan bagian dari konsekuensi iman orang Kristen yang percaya akan penggenapan kehendak Allah oleh kebangkitan Kristus.
Maka dari itu, jika babtisan bisa dilakukan, tentunya harus dilakukan. Karena tidak ada alasan bagi kita menolaknya.
Jadi, ritual babtisan harus dilakukan selama itu bisa dilakukan, karena bukan hanya sebagai landasan pertobatan, tapi juga menjadi kesaksian umat Kristen sebagai pengikut Kristus, yang percaya akan eksistensi Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Jurusselamat dunia.
Kesemuanya itu adalah menjadi bagian dari apa yang menjadi kehendak Allah melalui kebangkitan Kristus, sebagai pembaharuan dan pemurnian bagi setiap orang yang percaya sampai kepada hidup yang kekal.
Sumber Referensi :
Alkitab/Bible

No comments