Siapa Yang Disebut Bapa Dan Anak Dan Roh Kudus
Orang Kristen menganggap Allah dengan rupa yang absolut dan bertindak sesuai keinginan-Nya.Tidak dapat diatur, maupun dikendalikan.
Tidak ada kualitas pikiran manusia yang mampu menyelidiki dengan tuntas siapa sesungguhnya Allah itu, karena Allah melampaui segalanya.
Allah Tritunggal, adalah tiga pribadi sehakekat, atau tiga yang esa. Dalam istilah umum adalah Allah yang maha esa. Karena kalau Allah itu satu pribadi, jadinya bukan maha esa, tapi maha eka.
Jadi, ini berhubungan dengan Siapa Yang Disebut Bapa Dan Anak Dan Roh Kudus. Yaitu Allah yang melakukan segala sesuatu dalam tiga manifestasi.
Pribadi Allah Bapa
Ini hanyalah gambaran yang menjelaskan tentang Bapa, sebagai salah satu sosok pribadi dalam paham Tritunggal.
Untuk mengenal pribadi Bapa, haruslah melalui sumber utama yaitu Alkitab. Karena alkitab adalah perwujudan dari identitas Allah melalui wahyu yang dinyatakan dengan tulisan.
Kejadian 1 : 1 ;
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”
Ada sosok yang disebut Allah
Sosok ini adalah eksistensi nyata
Eksistensi nyata suatu kekekalan
Kekal itu adalah Bapa
Bapa adalah Allah
Allah yang kekal, sumber segala yang ada
Pada kitab pertama ayat yang pertama dalam alkitab, Allah sudah memperkenalkan kepada manusia sosok pribadi-Nya sebagai Allah Bapa. Melalui ayat inilah manusia mengetahui ada sosok yang berkuasa dialam semesta, yang disebut Allah.
Bapa adalah salah satu dari tiga pribadi Allah yang terlibat dalam penciptaan. Yang merupakan sumber dari segala sesuatu. Allah Bapa, adalah Keberadaan segala sesuatu. Allah yang kekal, sumber segala yang ada.
Pribadi Allah Roh Kudus
Roh Kudus disebut juga Roh Allah yang adalah satu dengan Allah, atau salah satu dari tiga pribadi Allah yang sehakekat.
Roh kudus sangat kompleks dengan wujud dan sifatnya yang aktif dan tak terbatas, baik dari segi dimensi, ruang maupun waktu-Nya.
Artinya bahwa, untuk mengenal siapa itu Roh Kudus, kita dihadapkan dengan sesuatu yang jauh dari akal dan pikiran kita sebagai manusia ciptaan. Karena sosok ini, adalah Allah dalam perwujudan nyata suatu kuasa yang tak terbatas.
Kejadian 1 : 2 ;
“Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang diatas permukaan air”
Allah memiliki wujud
Wujud itu bergerak bebas
Gerakan bebas suatu aktifitas kehidupan
Kehidupan itu adalah Roh
Roh adalah Allah
Allah yang hidup dalam Roh, beraktifitas melakukan segalanya
Pada ayat kedua ini, Roh diperkenalkan sebagai pribadi yang kedua. Wujud Roh Allah dikatakan sebagai sesuatu yang melayang-layang diatas permukaan air.
Ini menyatakan salah satu pribadi Allah yang berwujud dan bergerak aktif. Roh juga menjadi pribadi kedua Allah, yang turut terlibat dalam proses penciptaan. Allah Roh Kudus adalah Aktifitas segala sesuatu. Allah yang hidup, dalam Roh beraktifitas melakukan segalanya.
Pribadi Allah Anak
Pribadi Allah Anak bukanlah sesuatu yang tercipta melalui proses biologis seperti halnya manusia. Ini tidak ada hubungannya dengan hal lahiryah sebuah ciptaan.
Anak dalam gambaran ketuhanan, adalah berasal dari Allah dan merupakan salah satu pribadi Allah dalam hakekat-Nya.
Karena berasal dari Allah, sehingga pribadi Anak dinyatakan dalam gambaran sebuah Firman yang keluar dari Allah, yaitu Hikmat sabda Allah.
Kejadian 1 : 3 ;
“BerFirmanlah Allah “jadilah terang’”. Lalu terang itu jadi”
Ada Allah yang berkata-kata
Pekataan itu menjadi permulaan
permulaan suatu kebenaran
Kebenaran itu adalah Firman
Firman adalah Allah
Allah yang benar, melalui Firman-Nya menjadikan segalanya
Firman Allah tidak sekedar kata-kata yang keluar dari mulut Allah. Tapi juga pancaran murni dari kemuliaan dan suara hati, melalui kehendak Allah sebagai pencipta segala sesuatu dialam semesta ini.
Pribadi Firman Allah menjadi nyata sebagai bagian dari hakekat Allah yang disebutkan sebagai pribadi Anak, dalam pengertiannya, sebagai yang mengawali segala sesuatu. Allah Anak adalah Awal Mula segala sesuatu. Allah yang benar, melalui Firman-Nya menjadikan segalanya.
Fakta
Hakekat Allah adalah jati diri Allah yang adalah Bapa dan Anak dan Roh Kudus, sama halnya dengan, Kekal dan Benar dan Hidup. Ini menjadi manifestasi dari kehendak-Nya terhadap segala ciptaan-Nya.
Sebab itulah Allah disebut Kasih, karena kehendak-Nya bagi ciptaan-Nya, adalah sama dengan jati diri-Nya sendiri.
Jadi, Allah Tritunggal memiliki jati diri sebagai Satu Esensi yang sama, sebagai “Penguasa Semesta”, dengan Tiga Eksistensi yang berbeda, sebagai “Bapa dan Anak dan Roh Kudus”.
Itu hanyalah gambaran umum ajaran yang dipercaya umat Kristen. Mengenai siapa sesungguhnya Dia yang bertahta dia alam sana, itu misteri yang hanya bisa kita katakan setelah kita sampai disana.
Sumber :
Alkitab/Bible

No comments