Breaking News

Ada Misi Dalam Perumpamaan

Ada Misi Dalam Perumpamaan

Kebiasaan Tuhan Yesus yang sering berbicara menggunakan perumpamaan, bukanlah tanpa alasan, dan bukan juga hanya sekedar penggenapan nubuat, namun Ada Misi Dalam Perumpamaan yang seakan-akan disembunyikan.

Markus 4:11-12 ;

“Jawab-Nya: kepadamu telah diberikan rahasia kerajaan Allah, tetapi orang-orang diluar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya : Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun”

Kontras dengan maksud kedatangan Kristus untuk menyelamatkan dunia. Seolah-olah ada pihak-pihak tertentu yang sengaja dibiarkan sesat.

Akan tetapi, mereka yang disebut “orang-orang diluar” karena, bukan ketulusan yang menyebabkan mereka mengikut Yesus, tapi kemunafikan.

Injil Matius 13:15;

‘’Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka’’

Alkitab menyebutkan bahwa, akibat kemunafikan adalah, “tidak mendapat ampun”. Pengampunan tidak cukup hanya dengan hati saja, melainkan juga perbuatan, ataupunn sebaliknya.

Yakobus 2:17;

‘’Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati’’

Karena ketulusan hati untuk mengerti dan memahami Firman Tuhan, memberikan pengetahuan yang memuaskan. Dari iman itulah, perbuatan-perbuatan baik menjadi nyata, membuahkan kasih dan iman menjadi sempurna.

Injil Yohanes 12:42- 43;

“Namun banyak juga diantara pemimpin yang percaya kepada-Nya. Tetapi karena orang-orang farisi, mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan. Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia daripada kehormatan Allah”

Ayat ini erat kaitannya dengan salah satu pihak yang ditakuti kaum Yahudi. Yaitu orang-orang Farisi. Kata Farisi berasal dari bahasa Ibrani פרושים p'rushim, dari perush, yang berarti penjelasan. Jadi kata Farisi berarti "orang yang menjelaskan" (לפרש, "lefareish - menjelaskan").

Kaum ini dianggap sebagai kaum pengamat dan penegak hukum taurat yang sangat teliti. Mereka bisa dikatakan sebagai gerakan sosial, budaya, politik, atau sebuah gerakan pemikiran yang berkembang seiring perkembangan zaman diantara orang-orang Yahudi.

Mereka jugalah orang-orang yang sering berselisih paham dengan Yesus dan terlibat dalam penyaliban-Nya.

Dibanyak kesempatan, Yesus sering mengatakan mereka sebagai orang-orang munafik diantara kaum Yahudi yang lain.

Injil Lukas 12:1;

‘’Sementara itu beribu-ribu orang banyak berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: ‘Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi’’

Itulah sebabnya Ia sering berbicara dengan perumpamaan dengan maksud agar “menghindari penyesatan”. Baik terhadap murid-murid-Nya maupun terhadap ajaran-Nya.

Injil Yohanes 8:43;

‘’Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku’’

Ayat selanjutnya dari ayat diatas menjelaskan pada kita alasannya. Dan ini tidak hanya dizaman Kristus, tapi juga mempengaruhi kehidupan umat Kristen dimasa depan. 

Karena dengan perumpamaan, pengikut Kristus menjadi gampang mengenali pengajaran sesat yang muncul dalam bermacam-macam rupa khususnya dizaman sekarang ini.


Sumber Referensi :
Alkitab/Bible

No comments