Cara Membedakan Paham Tritunggal
Yang utama mengawali doktrin Tritunggal, adalah memahami dasar-dasar ketuhanan. Karena setiap doktrin dalam sebuah kepercayaan, biasanya serupa tapi tak sama.
Begitu juga dengan banyaknya pandangan salah paham ketuhanan. Dan Menganggap semua ajaran ketuhanan didunia adalah sama.
Ini perlu diawali dengan mengenal masing-masing paham terlebih dahulu. Berikut ini, saya coba jelaskan Cara Membedakan Paham Tritunggal.
Paham Keliru
Ada banyak sekali paham didunia yang serupa tapi tak sama, dan semua paham tersebut memiliki ciri-ciri tertentu, baik dari segi karakter, sifat maupun apa yang dianggap orang sebagai alasan penyembahan.
1. Unitarian
Dari dasar katanya, Unitarian terdiri dari Unit dan arian. Yang berarti, persatuan dari beberapa sekte, yang lebih dari satu dan bersifat abstrak. Paham Unitarian adalah gabungan beberapa Tuhan yang tak sama, dan memiliki kehendak dan teritori yang tak sama pula, dengan berbagai macam unsur didalamnya.
Paham ini juga dibagi dalam beberapa kelompok. Dan kelompok-kelompok tersebut digabung lagi menjadi satu, sehingga terdapat banyak Tuhan yang beragam.
Misalnya, bisa kita lihat pada agama pagan Mesir kuno, Yunani kuno dan Romawi kuno. Dewa dewi ini juga identik dengan istilah tiga serangkai.
Sedangkan contoh harfiahnya, seumpama pitzza yang dibagi tiga. Jika salah satu bagiannya hilang, maka, Tuhan itu menjadi tidak lengkap.
2. Triteisme
Menyerupai Unitarian tapi sedikit lebih spesifik. Ini bisa dikatakan juga sebagai Tuhan perwakilan yang berbeda sifat, karakter, teritori maupun kehendak. Berbeda dengan Unitarian yang cenderung memilih hidup berkelompok, setiap Tuhan dalam Triteisme, memiliki teritori maupun kehidupan berbeda antara satu dengan yang lain. Baik secara dimensi ruang, maupun waktu.
Misalnya bisa dilihat pada kepercayaan agama hindhu, seperti Brahma sebagai pencipta, Wisnhu sebagai pemelihara, dan Shiwa sebagai pemusnah.
Ketiganya dipercaya hidup pada dimensi ruang dan waktu yang berbeda. Memiliki tugas masing-masing yang tak sama antara satu dengan yang lainnya.
Contoh harfiahnya seperti halnya, tiga jenis bola. Ada bola sepak, bola basket dan bola voly. Ketiga bola tersebut adalah sama-sama bola, tapi digunakan ditempat dan waktu yang berbeda dan kompleks.
3. Sabellianisme
Aliran ini diajarkan oleh salah seorang pengajar Kristen bernama Sabellius di Roma sekitar tahun 215. Ia berasal dari Libya, dan berpendapat bahwa Tuhan itu Esa, sedangkan Anak dan Roh Kudus adalah modalisme dari Allah. Atau bisa dikatakan juga sebgai wujud yang digunakan Allah untuk menyatakan diri-Nya. Penelitiannya menganggap Allah dapat mengambil wujud apapun seperti halnya Yesus dan setelah itu Roh Kudus.
Diumpamakan seperti matahari, itu adalah Bapa, sinarnya adalah Anak, dan panasnya adalah Roh Kudus.
Tetapi ini adalah konsep ciptaan, bukanlah sebagai sosok yang “Menciptakan”. Mengapa? Karena Tuhan yang Esa dipahami aliran ini adalah sosok Tuhan yang berjumlah satu bukan dalam sifat-Nya yang satu-satunya
4. Arianisme
Arianisme adalah doktrin menyimpang Kristologi yang berpendirian bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah, yang diperanakkan Allah Bapa. Dan berbeda dari Allah Bapa, sehingga lebih rendah daripada Allah, dan bahwa Putra Allah juga adalah Allah Putra tetapi tidak sama kekalnya dengan Allah Bapa.
Ini jelas salah total, dan bukan ajaran dasar Kristen. Konsep Arian bertentangan dengan ajaran Kekristenan sejati, yaitu Tritunggal yang dipercaya adalah tiga pribadi yang setara dan sehakekat dalam Allah.
Ajaran sejenis Arianisme ini bisa dilihat pada ajaran Saksi Yehova, dimana Bapa dianggap lebih tinggi dari Anak dan Roh Kudus. Juga menganggap bahwa Yesus adalah sama halnya dengan Musa dan Abraham, menyembah Allah yang satu.
Sebelum memahami Tritunggal secara Alkitabiah, penting bagi kita memahami juga beberapa ilustrasi keliru yang selama ini sudah beredar luas.
Ilustrasi Keliru
Semua ilustrasi tersebut adalah “SALAH”, karena hanyalah sebagai konsep
yang menggambarkan “Ciptaan”, bukan untuk “Pencipta”. Tidaklah cocok
digunakan sebagai ilustrasi yang mengumpamakan siapa itu Allah.
1. ‘’Pohon’’,ada akar dan batang dan daun. Tapi Kurang satu, bukanlah pohon.
2. ‘’Rokok’’, ada filter dan kertas dan tembakau . Tanpa tembakau, bukanlah rokok.
3. ‘’Zat’’, air dan uap dan es. Es tidak bisa diminium seperti air.
4. ‘’1/3’’, ada lingkaran terbagi tiga. Tanpa salah satu bagian, tidak bisa sempurna.
5. ‘’3 in 1’’, ada tiga dalam 1. Tanpa salah satu, bukan 3 in 1.
6. ‘’Ruang’’, ada lebar dan tinggi dan panjang. Tanpa tinggi, tidak jadi ruangan.
7. ‘’Telur’’, ada cangkang – kuning telur-putih telur. Kurang satu, jadinya rusak.
8. ‘’Pribadi’’, jadi ayah dirumah, boss dikantor, gubernur dimasyarakat. Tidak bisa saling bertemu.
9. ‘’Manusia’’, ada tubuh dan roh dan jiwa. Ini konsep ciptaan, bukan pencipta.
Tidak ada sesuatupun didunia ini yang bisa digunakan sebagai iustrasi Tritunggal. Sederhananya, Karakter Allah hanya satu-satunya. Itulah mengapa Allah dikatakan “ESA”.
Bisakah kita menampung air laut kedalam kolam renang ?. Jika bisa, maka pengertian kita sudah sama dengan Tuhan. Seperti kolam renang yang kecil, berbanding samudra.
Mari selanjutnya kita coba pahami aneka gambar yang selama ini beredar luas, dan lebih cocok dikatakan ‘’kekeliruan besar’’.
Gambar Keliru
Banyak gambar-gambar yang beredar, baik lukisan, karikatur maupun gambar editan yang dilukiskan seakan mewakili karakter Allah Tritunggal.Juga ada yang membuat berupa buku tentang doktrin Tritunggal, dengan cover sampul 2 manusia. Yang satu tua, dan yang satu muda, dengan seekor burung merpati.
Ini bukan menilai isi buku, tapi kekacauan yang diciptakan orang-orang Kristen sendiri, namun sebetulnya mereka bukanlah Kristen, yang menganggap gambar –gambar diatas sebagai sosok Tritunggal.
Sekarang coba kita lihat lagi beberapa simbol dan logo-logo yang dibuat salah dan seakan melukiskan paham Tritunggal.
Logo Dan Simbol Keliru
Logo berikut hanyalah sebagian dari banyaknya logo keliru yag beredar diinternet. Pada kasus ini, logo tersebut mendeskripsikan pengertian Allah Tritunggal. Banyak diantaranya, menyerupai, semiliar, mirip dan bahkan sama persis dengan paham 3 Pribadi Satu hakekat. Dimulai dari kiri kekanan atas kemudian bagian bawah.
1. Ikatan terpisah dengan lingkaran, sombol untuk Unitarian dan Triteisme.
2. Segitiga perisai, symbol untuk Arianisme.
3. Matahari, symbol untuk Arianisme
4. 3 lingkaran dalam, sombol Tritunggal untuk proses penciptaan
5. 3 lingkaran disatukan segitiga, symbol untuk Sabellianisme
6. Segitiga dan lingkaran, symbol untuk Sabelianisme
7. Corak mahkluk dalam lingkaran, sombol untuk Sabellianisme
8. 3 lingkaran terpisah setengah, symbol untuk Triteisme
9. Ditambah dengan logo Israel, bintang sisi enam, symbol untuk manusia.
Tritunggal
Dengan apa didunia ini kita ilustrasikan gambar - gambar Tritunggal diatas?.Yang bisa saya jelaskan adalah Tiga Yang Esa atau Tiga Pribadi dalam Satu Hakekat. Kata Tritunggal adalah kata yang digunakan bapa- bapa gereja terdahulu, untuk menjelaskan sebuah pemahaman tentang Allah umat Kristen.
Tritunggal sangat jauh berbeda dari semua paham yang ada didunia. Terkesan tiga tapi esa, atau terkesan esa tapi ada tiga.
Memiliki tiga pribadi yang sepadan, sederajat, setara maupun memiliki kehendak yang sama. Dan kata pribadi ini, merujuk kepada jati diri sosok “Allah yang ada, berwujud Roh yang berFirman”.
Keesahan ini yang ditunjukan Allah sebagai pencipta semesta, dengan eksistensi-Nya yang tak terbatas dan jauh dari akal manusia.
Fakta Tritunggal
Gambar ini adalah simbol yang sejauh ini paling merepresentasikan Allah Tritunggal. Sebagai 3 pribadi satu hakekat dan paling standar. Selebihnya, hanya dimodifikasi sedemikian rupa, secara ekspresi manusia yang kagum.
Saya dan anda tentu sama-sama tahu bahwa, tidak ada seorangpun juga didunia ini yang bisa menjelaskan Allah secara tuntas, apalagi mengerti sepenuhnya. Ini melampaui segala hal.
Bahkan para nabi dan rasul sekalipun, semuanya menjelaskan dengan cara yang sulit. Dan menjadi misteri yang membuktikan betapa agung dan mulianya Allah dengan segala kemahakuasaan-Nya.
Alkitab terlalu kompleks dengan wahyu nubuatan dan pengertian mendalam. Mempelajari siapa sesungguhnya Allah itu secara detail, bukan fokus utama dari ajaran Kristen.
Karena jika Allah itu bisa dijelaskan secara penuh, maka sungguh kemampuan berpikir manusia sudah sama dengan Allah.
Tritunggal diyakini umat Kristen sebagai pembuktian yang mendasari suatu ajaran, yang bukan berasal dari dunia, melainkan dari Allah itu sendiri.
Sumber :
Alkitab/Bible


No comments