Dosa Yang Tidak Dapat Diampuni
Kita akan membahas khusus dalam ajaran Kristen, apa itu dosa yang tidak dapat diampuni. Yang seakan-akan menjadikan penebusan dosa yang Kristus lakukan tidak sempurna.
Hal ini kontras dengan kedatangan Kristus kedunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa, sehingga dosa yang tidak dapat diampuni, seakan membatasi kuasa dan kehendak Allah sendiri.
Lain halnya jika dasar dan alasan mengapa ada dosa yang tidak dapat diampuni, berasal dari pilihan bebas manusia itu sendiri.
Alkitab menjelaskan secara jelas arti dari dosa yang tidak dapat diampuni yaitu menolak percaya. Ini adalah intisari dari arti dosa yang tidak dapat diampuni.
Karena bagaimana mungkin seseorang itu bisa diampuni jika ia sendiri tidak mau mengakui dosanya, bertobat dan percaya.
Menolak percaya adalah gambaran utama dari dosa yang tidak dapat diampuni, yang secara khusus dibagi kedalam tiga kategori, sebagai berikut.
Hampir Percaya
Ini berarti tidak mau mengakui dosanya dihadapan Allah. Karena siapapun juga, tidak akan mungkin mendapatkan pengampunan jika tidak ada pengakuan dosa.
Sebab, tidak ada manusia yang tidak melakukan dosa. Contoh dosa ini bisa kita lihat pada kisah rasul Paulus yang menghadap raja Agripa.
Kisah Para Rasul 26:28;
Dengan cara ini, raja Agripa menolak percaya, dan menganggap sepele pemberitaan injil yang rasul Paulus sampaikan. Juga menganggap seakan iman Kristen, hanyalah semacam suatu sekte atau perkumpulan.
Walaupun bukan penolakan frontal, namun memberikan gambaran bagi kita, betapa besar pengaruh duniawi dalam kehidupan manusia.
Sehingga keangkuhan dan kesombongan manusia dapat mengakali anugerah keselamatan yang Allah karuniakan bagi setiap orang.
Nanti Percaya
Salah satu yang paling menjerat orang-orang, adalah menunda percaya. Ini juga bisa diartikan menunda-nunda pertobatan.
Sama halnya dengan seseorang yang tetap melakukan kejahatan semasa mudanya, dan berharap masih ada hari esok untuk bertobat. Contohnya bisa dilihat pada kisah rasul Paulus saat menghadap Feliks wali negeri Kaisarea.
Kisah Para Rasul 24:25;
Kisah Feliks adalah yang paling sering terjadi dikehidupan manusia. Dan tidak perduli siapapun, pasti pernah berpikir ataupun bertindak sama.
Penolakan ini seringkali menjerat manusia dan yang menyedihkan, jika hari esok yang diharapkan itu, tidak pernah ada.
Menyangkal Kebenaran
Bentuk ini adalah yang paling frontal diantara ketiga kategori dosa yang tidak dapat diampuni. Karena menyangkal kebenaran, secara tegas memandang remeh kekuasaan, kekuatan dan kasih Allah.
Contohnya, bisa kita lihat pada kisah Yesus dan Beelzebul. Yaitu kisah dimana Yesus Kristus mengusir roh-roh jahat dalam kitab injil Matius 12.
Injil Matius 12:24;
Ini adalah konsekuensi fatal bagi setiap orang, yang secara jelas menyatakan penolakannya kepada kekuatan dan kuasa Allah.
Karena bukan hanya sekedar menolak, tapi juga menganggap remeh, sekaligus menghujat kekuasaan Roh Allah dan kebenarannya.
Dengan cara yang seperti ini, sangat sulit bagi manusia untuk menerima karunia keselamatan. Sebab, keangkuhan, kesombongan, iri hati, kedengkian dan kemunafikan, seakan menjadi satu dalam diri pribadi yang mencintai duniawi.
Ketiga hal tersebut adalah bentuk dari penolakan terhadap kasih karunia Allah. Dan yang secara sadar menganggap tidak serius kasih karunia Allah bagi manusia.
Kita tentu sadar betul bahwa, Tuhan Allah dalam segala kemuliaan-Nya, oleh karena kasih-Nya, Ia mengaruniakan bagi kita Anak-Nya yang tunggal, sebagai ganti hukuman yang harusnya kita manusia tanggung.
Dan jika kita bisa merenungkan sedikit betapa berharganya kita manusia dimata-Nya, dan bahwa betapa beratnya dosa kita, sehingga harus Allah sendiri yang melakukan penebusan, maka kita akan memahami, sungguh keselamatan itu bukanlah hal yang bisa dianggap remeh.
Keselamatan memiliki pesan yang sangat mendalam tentang keseriusan kita, dalam mengimani Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat Dunia.
Sumber ;
Alkitab/Bible

No comments