Arti Dan Guna Nubuat
Rahasia hikmat Allah biasanya disampaikan melalui tiga metode. Yaitu secara nubuat simbolik, perumpamaan atau dengan kiasan.
Nubuat bukanlah mimpi biasa maupun ramalan,tapi wahyu, atau penglihatan masa depan seperti munculnya kekuasaan-kekuasaan baru setelah babilonia.
Nubuatan tidak ditulis hanya dengan alasan penglihatan semata, tapi juga secara simbolik ditulis menggunakan metode apokaliptik.
Metode ini sebenarnya alami digunakan, karena sebagian memiliki unsur kiasan namun sebagiannya lagi bersifat rahasia dan hanya bisa diterjemahkan secara iman.
Ada dua macam cara penulisan apokalip yang sering muncul dalam alkitab yaitu untuk menyatakan sesuatu rupa atau bentuk yang belum ada, namun dalam penglihatan serupa, atau menyerupai keadaan, saat nubuat itu ditulis.
Contoh, belalang dalam rupa atau bentuk binatangnya, yang mungkin secara nyata rupa belalang diartikan seperti suatu perkumpulan atau komunitas yang menyebabkan kerusakan.
Kedua, ditulis dengan simbol karakter dalam bentuk yang tidak alami atau tidak biasa. Seperti rupa salah satu jenis binatang yang ada, dengan tindakan atau perawakan tidak alami.
Dan nubuat dengan simbol binatang, sering digambarkan sebagai bentuk kekuasaan atau bagaimana kekuasaan itu bekerja.
Itulah yang disebut metode apokaliptik untuk memberi gambaran secara umum yang berkenaan dengan kondisi masa depan, dalam bentuk apa adanya pada zaman nubuat itu ditulis.
Alkitab pada prinsipnya terbentuk secara konstruktif dari apa yang dipercaya sebagai hikmat Allah melalui perantaraan para nabi dan rasul.
Itu sebabnya bukan sesuatu yang mudah bagi kita memahami Alkitab tanpa campur tangan Roh Allah, yang memang sengaja disembunyikan dengan alasan seperti dalam kitab Daniel.
Daniel 12:5;
Kata Materai dalam Alkitab merujuk pada ketetapan Allah yang tidak bisa diganggu gugat. Artinya bahwa, kebenaran dan ketetapan-Nya sudah genap, dan dalam kurun waktu tertentu akan dinyatakan.
Dalam kitab Yeremia khususnya pasal 27, disebut mengenai adanya eksistensi penyesatan melalui nubuatan oleh nabi-nabi palsu yang bernubuat sewenang-wenang.
Yesus Kristus sendripun secara tegas mengingatkan kepada murid-muridnya dan kepada kita juga mengenai eksistensi nabi-nabi palsu ini.
Markus 4:11-12 ;
Suatu gambaran bagi kita tentang bagaimana hikmat Allah dinyatakan. Melalui nubuatan, kebenaran Firman Allah menjadi cambuk bagi eksistensi para nabi-nabi palsu ini.
Itulah mengapa Allah seakan menyembunyikan rahasia masa depan dengan berbagai literatur seperti nubuat, perumpamaan ataupun kiasan.
Dan kepada siapa yang percaya dan mengimani Yesus sebagai Mesias, kepadanya dianugerahkan hikmat yang benaar untuk memahami rahasia-rahasia hikmat Allah.
Sumber :
Alkitab/Bible

No comments