Riwayat 5 Kitab Hikmat Dan Puisi
Bagian kitab ketiga dalam Alkitab Perjanjian Lama ini yaitu sastra hikmat, adalah karya sastra yang banyak memuat pengalaman-pengalaman hidup dan pengajaran-pengajaran yang ditampilkan secara ringkas dalam bentuk pepatah dan aforisme.
Buku-buku hikmat memuat cerita tentang orang-orang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran, yang bergumul dengan masalah-masalah lama dan baru. Riwayat 5 Kitab Hikmat Dan Puisi dalam alkitab sebagai berikut :
Kitab Ayub
Kitab Ayub adalah yang pertama dalam kumpulan kitab-kitab syair juga kitab ke-18 dalam susunan kitab kristen. Kitab ini adalah salah satu kitab yang paling rumit ditelaah di dalam Alkitab.
Berbagai eksegesis atas Kitab Ayub menggambarkan upaya-upaya untuk menerangkan kehadiran kuasa jahat sementara Allah yang baik juga ada.
Dalam bahasa Yunani, penjelasan ini dikenal dengan istilah teodisi. Ayub menggambarkan upaya untuk mengajarkan agar orang hidup dengan benar, tetapi pada saat yang sama juga melukiskan dengan sinis gambaran tentang hidup yang benar itu.
Di tengah-tengah keadaan itu, kitab ini memberikan tanggapan terhadap upaya untuk menjelaskan kehadiran kuasa jahat.
Para pakar berbeda pendapat tentang apa tujuan sebenarnya dari puisi yang kini ada di tangan kita dalam bentuk Kitab Ayub.
Penulis : Ayub (pendapat)
Tempat Penulisan : Tanah Us, negeri Edom
Waktu Penulisan : Abad 20 – 10 Sebelum Masehi
Struktur :Perjanjian Lama
Canon : Hikmat Dan Puisi
Si penulis menggambarkan bagaimana teman-teman Ayub, dan Ayub sendiri menanggapi malapetaka itu.
Pokok yang penting dalam percakapan-percakapan itu ialah yang menyinggung cara Tuhan memperlakukan manusia. Pada bagian terakhir, Allah sendiri menyatakan diri-Nya kepada Ayub, dengan cara yang luar biasa.
Kitab Mazmur
Kitab Mazmur adalah yang ke-19 yang merupakan kumpulan mazmur, nyanyian dan doa untuk dipakai dalam ibadah.
Kitab ini berisi 150 mazmur yang mayoritas adalah gubahan Daud. Para pakar berpendapat bahwa buku ini digubah oleh berbagai pujangga dalam waktu yang lama sekali, yaitu mulai zaman Musa sampai setelah orang Israel kembali dari pembuangan ke Babel.
Nyanyian-nyanyian dan doa-doa ini dikumpulkan oleh orang Israel dan dipakai dalam ibadat mereka, lalu akhirnya dimasukkan ke dalam Alkitab.
Sanjak-sanjak keagamaan ini terbagi berbagai ragam: ada nyanyian pujian dan ada nyanyian untuk menyembah Tuhan; ada doa mohon pertolongan, perlindungan dan penyelamatan; doa mohon ampun; nyanyian syukur atas berkat Tuhan, permohonan supaya musuh dihukum.
Doa-doa ini ada yang bersifat pribadi, ada pula yang bersifat nasional. Beberapa di antaranya menggambarkan perasaan seseorang yang paling dalam, sedangkan lainnya menyatakan kebutuhan dan perasaan seluruh umat Allah.
Mazmur-mazmur dipakai oleh Yesus Kristus, dikutip oleh penulis-penulis Perjanjian Baru, dan menjadi buku ibadat yang sangat dihargai oleh Gereja Kristen sejak semula.
Penulis : Raja Daud, Musa, Salomo, Asaf, bani Korah, Heman, dan EtanTempat Penulisan : Tanah Kanaan dan sekitarnya
Waktu Penulisan : Abad 20 – 8 Sebelum Masehi
Struktur :Perjanjian Lama
Canon : Hikmat Dan Puisi
Sejumlah Mazmur digubah menjadi nyanyian gereja dan hingga sekarang masih tetap dinyanyikan.
Salah satu Mazmur yang paling terkenal adalah Mazmur 23, yang menggambarkan Tuhan sebagai Gembala yang setia di dalam pemeliharaannya.
Kitab Amsal
Kitab Amsal adalah kitab ke-20 yang terdapat dalam Alkitab Umat Kristen. Kitab ini berisi kumpulan ucapan ringkas dan nasihat prilaku yang mendidik orang muda.
Kitab Amsal adalah singkatan dari ‘’misyle syelomoh’’, Amsal-amsal Salomo. Kitab ini merupakan
kumpulan tulisan dengan aneka ragam gaya yang berbeda-beda.
Penulis : Raja Salomo
Tempat Penulisan : Tanah Kanaan
Waktu Penulisan : Abad 9 - 8 Sebelum Masehi
Struktur :Perjanjian Lama
Canon : Hikmat Dan Puisi
Kumpulan ucapan ringkas dan ucapan berbentuk nasihat untuk mendidik para pemuda dan dianggap berasal dari Salomo.
Kitab ini ditulis dalam bentuk puisi-artinya tersusun teratur dan tamsil yang hidup dan lahir dalam lingkungan yang cukup mapan yang ingin memelihara tradisi dan kelanggengannya.
Kitab Pengkhotbah
Kitab Pengkhotbah berarti "perhimpunan". Kata Qohelet inilah yang diterjemahkan menjadi "Pengkhotbah" yang menyiratkan fungsi keagamaan.
Kitab Pengkhotbah berisi buah pikiran dari 'Sang Pemikir'. Ia merenungkan secara dalam-dalam betapa singkatnya hidup manusia ini, yang penuh pertentangan, ketidakadilan dan hal-hal yang sulit
dimengerti.
Penulis : Raja Salomo
Tempat Penulisan : Tanah Kanaan
Waktu Penulisan : Abad 9 - 8 Sebelum Masehi
Struktur :Perjanjian Lama
Canon : Hikmat Dan Puisi
Maka disimpulkannya bahwa "hidup itu sia-sia". Ia tak dapat memahami tindakan Tuhan dalam menentukan nasib manusia.
Tetapi meskipun demikian, dinasihatinya orang-orang untuk bekerja dengan giat, dan untuk sebanyak mungkin dan selama mungkin menikmati pemberian-pemberian Tuhan.
Banyak orang yang telah membaca kitab ini merasa terhibur, karena mereka seolah-olah melihat sifat-sifat mereka berdiri di dalam kitab Pengkhotbah ini.
Mereka pun sadar bahwa Alkitab yang mencerminkan pemikiran-pemikiran yang sumbang itu, juga memberi harapan tentang Tuhan, harapan yang memberi arti kehidupan yang sebenarnya.
Kitab Kidung Agung
Kitab Kidung Agung menjadi yang terakhir dan ke-22 dalam alkitab Kristen. Adalah sebuah kumpulan syair-syair cinta.
Sering ditafsirkan sebagai sebuah representasi kiasan dari hubungan Allah dengan Israel atau dengan orang Kristen atau dengan Gereja, atau Kristus dengan jiwa manusia, yang sangat intim sehingga diibaratkan seperti hubungan perkawinan.
Penulis : Raja Salomo
Tempat Penulisan : Tanah Kanaan
Waktu Penulisan : Abad 9 - 8 Sebelum Masehi
Struktur :Perjanjian Lama
Canon : Hikmat Dan Puisi
Kidung Agung berbicara tentang cinta, ia ialah tema sentral dalam kitab ini. Kekasih laki-laki dan kekasih perempuan yang sedang dilanda cinta, menjadi lakon utamanya.
Sumber Referensi :
Alkitab/Bible
https://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_hikmat

No comments