Simson Manusia Paling Kuat
Banyak cerita mengenai sosok yang melegenda dengan kisah romans epic ini. Kisahnya sangat popular diceritakan sepanjang masa.
Alkitab mencatat seorang Simson, sebagai salah satu dari sekian banyaknya tokoh hakim-hakim yang muncul selang kematian Yosua sampai bangsa Israel memilih Raja mereka yang pertama yaitu Saul.
Hakim-hakim dalam hal ini, bukanlah bersifat jabatan yudisial, melainkan seorang yang dipilih Allah memimpin suku-suku Israel sebelum masa Kerajaan.
Pada dasarnya, hakim-hakim sebenarnya bersifat pemimpin seperti halnya raja, namun masa dimana mereka hidup, adalah masa ketika bangsa israel sedang mengalami transformasi pemerintahan ditengah polemic politik internal maupun eksternal.
Karena sangat popular, kisah Simson banyak diceritakan melalui novel maupun film dengan berbagai versi cerita. Namun disini, kisah Simson akan dibahas dari sumber paling orisinil yaitu Alkitab.
Kelahiran Simson
Dalam kisah Alkitab, Simson adalah salah satu orang pilihan yang kelahirannya dinubuatkan Tuhan. Ibu Simson seorang yang mandul, yang bergumul dengan Tuhan agar memiliki Anak.Dan keinginan itu dikabulkan Tuhan dengan sebuah nubuat kelahiran Simson, yang mungkin tidak biasa bagi kebanyakan orang-orang pilihan.
Tidak biasa karena, nubuat kelahiran Simson diceritakan dengan beberapa ketentuan, seperti larangan meminum anggur, makan makanan haram, dan rambut Simson yang tidak boleh di cukur. Bisa dibaca pada kitab hakim-hakim pasal 13.
Kisah kelahiran Simson semiliar dengan kisah kelahiran Ishak, Samuel dan Yohanes pembabtis, namun dengan misi pelayanan yang berbeda.
Kita tentu tidak menganggap ini secara kebetulan, tapi suatu karunia yang dianugerahkan bagi setiap orang yang bergumul atas nama Tuhan.
Masa Pertumbuhan Simson
Tanah Dan, adalah tempat dimana Simson lahir dan dibesarkan. Karena kedua orang tuanya berasal dari keturunan suku Dan, dan menetap disana.Alkitab tidak membahas detail mengenai masa kecil dan masa remaja Simson, namun kita bisa mengetahui garis besar bagaimana Simson tumbuh, dan dibesarkan dari pesan Malaikat Tuhan kepada kedua orang tuanya.
Sebagai seorang yang terpilih, tentunya Simson dididik dengan ketentuan hukum Taurat ketat, terlebih khusus perihal apa yang diberlakukan padanya.
Kedua orang tuanya menyadari penuh, bahwa Simson bukanlah anak biasa, tapi seorang yang terpilih untuk memimpin dan membebaskan umat Israel dari penjajahan bangsa Filistin kala itu.
Masa Muda Simson
Meski berstatus orang pilihan, tapi Simson juga sama halnya seperti pemuda yang lain, memiliki perasaan untuk mencintai dan berhubungan dengan wanita.Itu ditunjukannya ketika ia bertemu dengan seorang wanita Filistin saat ia pergi ke Timna. Dari situ,
Simson pergi kepada kedua orang tuanya, dan meminta agar perempuan tersebut diambil sebagai istrinya.
Meski sudah diperingatkan, namun Simson tetap bersikeras untuk memperistri perempuan tersebut. Hal yang tidak disadari oleh kedua orang tua Simson adalah, hal itu sengaja di tentukan Tuhan sebagai bagian dari rencana Allah membebaskan umat-Nya dari tangan orang Filistin.
Kisah masa muda Simson tidak lepas dari cerita seekor singa yang dibunuhnya dengan tangan kosong. Kisah ini kemudian menjadi sebuah teka-teki yang dibuat saat perjamuan kawinnya dengan perempuan Filistin.
Simson memberikan teka-teki tersebut kepada orang-orang Filistin saudara sebangsa istrinya, dengan sebuah taruhan tiga puluh pakaian dalam dan pakaian kebesaran.
‘’Dari yang makan, keluar makanan. Dari yang kuat, keluar manisan’’. Teka-teki tersebut sebagai suatu yang disepakati saat perjamuan tersebut.
Dan kita bisa menebak bahwa, meski sebuah lelucon, tapi menjadi hal yang serius ketika itu mengenai kesepakatan kedua bangsa yang sedang berseteru, Kisah selengkapnya bisa dibaca pada kitab Hakim-Hakim pasal 14.
Yang menjadi fokus utama kita yaitu, bagaimana seorang yang terpilih dan dianugerahkan kekuatan luar biasa seperti Simsonpun, tidak berdaya dengan rayuan seorang wanita.
Dan kepada Simson, itu tidak terjadi hanya satu kali saja, karena kisahnya yang kedua, adalah yang paling fenomenal, sebagai cerita yang membuat Simson menjadi yang terpopuler diantara para hakim yang lain.
Masa Pelayanan Simson
Pelayanan Simson bukanlah pelayanan biasa, tapi menjadi yang paling unik diantara orang-orang pilihan yang lain. Dan keunikan inilah yang membuat Simson sebagai yang terkuat.Tentunya setiap orang pilihan, adalah orang-orang yang sudah teruji baik Tubuh, Roh dan Jiwa mereka, sehingga bisa dikatakan, orang-orang pilihan adalah yang terkuat diantara kaum sebangsanya.
Kekuatan yang dimaksud tidaklah semuanya berdasar dari kekuatan fisik semata, tapi kekuatan yang dari Allah dan dianugerahkan kepada setiap orang pilihan sesuai misi pelayanan mereka.
Kepada Simson, Tuhan Allah menganugerahkan kepadanya secara khusus kekuatan fisik, yang nyata dan tidak pernah diceritakan sebelumnya.
Dan inilah keunikan pelayanan Simson, bahwa ia dengan seorang dirinya, menghadapi pasukan bangsa Filistin dan mengalahkan mereka dengan kekuatan fisik semata.
Kisah yang paling epic adalah ketika ia membunuh seribu orang dari bangsa Filistin dengan sebuah tulang keledai (Hakim-Hakim pasal 15).
Tidak hanya itu saja, tetapi teror kepada bangsa Filistin oleh satu orang, adalah dirasa yang paling heroik diceritakan sepanjang sejarah orang-orang pilihan.
Simson Dan Delilah
Inilah kisah yang paling fenomenal dan diceritakan dari berabad-abad yang lalu hingga sekarang. Salah satu Kisah romans yang menjadi inspirasi bagi banyak kisah cinta semiliar.Alkitab sudah sangat jelas menceritakan kisah Simson dan Delilah, sehingga mungkin yang perlu dibahas disini hanyalah mengenai pencobaan yang dialami orang-orang pilihan, dalam bentuk berbeda-beda (Hakim-Hakim pasal 16).
Bagi seorang Simson, perempuan adalah yang paling menjadi kelemahannya. Tidak heran, ia berkali-kali harus berhadapan dengan masalah yang sama berulang-ulang.
Sehingga bagi Satan, hal itu menjadi senjata utama yang menciptakan semacam batu sandungan bagi seorang seperti Simson.
Dan sudah sangat jelas bahwa, seperti halnya Simson, Satan tidak mencobai seseorang pada kondisi kekuatannya, melainkan kelemahan.
Sungguh sangat sepele sebenarnya, tapi dalam kehidupan kita, kadangkala hal-hal yang dirasa sepele tersebut, justru yang paling banyak dilalaikan orang-orang.
Kisah Simson dan Delilah menjadi pelajaran berharga bagi setiap kita dalam bagaimana mewaspadai tipu muslihat Satan, juga menghargai dan menghormati setiap talenta yang Allah percayakan dalam pelayanan kita.
Pergumulan Simson
Hal yang paling umum dialami setiap orang percaya, khususnya bagi orang-orang pilihan, adalah pergumulan. Tidak diceritakan secara eksplicit dalam Alkitab, tapi kita tentu menyadari betul pergumulan apa yang dialami seorang Simson.Setiap pergumulan, tidaklah sama, karena semacam keunikan yang setiap orang pilihan akan mengalaminya secara berbeda pula.
Jika harus diteliti, pergumulan yang dialami Simson, nyatanya suatu yang merupakan konsekuensi dari talenta yang dikaruniakan kepadanya.
Dimana kekuatan yang tak terbatas, harus lenyap dan berbalik menjadi kelemahan yang mendukakan dirinya sendiri.
Singkat dari pergumulan apa yang dialami Simson, adalah penghianatan, penghinaan, penganiayaan, dan penyesalan, terhadap kelalaian menjaga dan memelihara apa yang dianugerahkan kepadanya.
Sangat kompleks memang, jika seandainya kita mau merenunginya secara mendalam. Sehingga yang bisa kita katakan adalah ‘’itulah kehendak Allah’’.
Tapi meski demikian, tetap saja sebagai orang percaya, kita tahu bahwa Allah adalah yang memiliki kontrol dan kendali utama dalam setiap kehidupan kita.
Khususnya kepada seorang seperti Simson, adalah sesuatu yang Allah biarkan terjadi kepada setiap hambanya, tapi tetap saja dalam kendali Allah. Dan itu bisa kita lihat pada kisah Simson selanjutnya.
Kematian Simson
Kisah kematian Simson terbilang sangat heroik dan membanggakan bagi setiap kita, tentunya bukan soal banyaknya musuh yang terbunuh saat itu, tapi soal bagaimana Allah tetap setia dan mengabulkan permohonan terakhirnya.Disitu kita bisa melihat kesetiaan Allah kepada hambanya, tidak terbatas hanya dengan kelalaian manusia. Itu juga dinyatakan Allah kepada Simson, abdi Allah, dengan cara yang sangat mulia.
Peristiwa kematian Simson tercatat sebagai tragedi besar bagi bangsa Filistin. Sekaligus juga sebagai sesuatu yang sangat memalukan.
Momen sebelum peristiwa tersebut, dimana bangsa Filistin dengan bangganya mengira telah berhasil mengalahkan Allah yang hidup, benar, dan kekal, kemudian mengalami yang terburuk dari apa yang mereka anggap keberhasilan.
Kitab Hakim-Hakim pasal 16 mencatat peristiwa tersebut awalnya semacam kemenangan besar bangsa Filistin, hanya karena satu orang umat Israel yang bernama Simson, namun sisanya, adalah tragedi.
Meski pada akhirnya Simsonpun harus mati, tapi apalah arti satu nyawa, berbanding nyawa bangsa Filistin yang tak terhitung banyaknya oleh karena seorang Simson.
Simson dimakamkan ditanah Dan, di antara Zora dan Esytaol di dalam kubur Manoah, ayahnya. Dia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tahun lamanya.
Penutup
Roma 5:17;Tidak ada satupun dari kita orang percaya yang dapat menyangkal bahwa kelalaian, kesalahan, dan dosa kitalah yang sebenarnya paling banyak menciptakan kesengsaraan dan penderitaan.
Namun kesetiaan Allah tak berkesudahan, dan seorang Simson menjadi yang membuktikan itu. Satu hal yang pasti, bahwa kita orang percaya, memiliki Allah yang tidak memandang kelalaian, kesalahan, dan dosa kita sebagai hal yang fatal.
Tapi konsekuensi dari perbuatan kita, tetap saja akan kita alami sebagai bagian dari ketetapan Allah bagi manusia, sebab dosa turunan yang dibawa satu orang, yaitu Adam.
Tapi karena kasih-Nyalah, melalui satu orang juga, yaitu Kristus, kita ditebus dan memiliki hak dalam kerajaan dan kemuliaan-Nya.
Sumber :
Alkitab/Bible

No comments