Breaking News

Bagaimana Kitab Suci Umat Kristen Terbentuk

Bagaiimanna Kitab Suci Umat Kristen Terbentuk

Ini menjelaskan apa itu Alkitab bagi orang Kristen. Asal mula dan alasan buku ini dianggap sebagai kitab suci, dan dijadikan panutan bagi cara hidup orang Kristen diseluruh dunia.

Umat Kristen secara umum, mengimani Alkitab sebagai ‘Identitas Allah”. Yang berisi tentang sejarah permulaan dunia, sampai akhirnya.

Alkitab menceritakan siapa sesungguhnya Allah yang Hidup, benar dan Kekal. Juga dikenal sebagai kumpulan kitab atau tulisan, karya umat Yahudi dan umat Kristen awal, dan dipercaya ditulis berdasarkan dorongan Roh Kudus.

Alkitab terdiri dari dua bagian, yaitu perjanjian lama, berisi tentang hukum taurat, sejarah bangsa Israel, nubuat dan sebagainya.

Sedangkan bagian perjanjian baru, berisi tentang sejarah kedatangan Mesias yang disebut Kristus, Amanat Agung Yesus Kristus, Kesaksian, nubuat penggenapan hukum taurat, dan kitab para nabi.

Perjanjian Lama

Bagaiimanna Kitab Suci Umat Kristen TerbentukSecara umum, kitab-kitab dalam perjanjian lama di susun berdasarkan pada Alkitab Ibrani, berisikan suatu kumpulan tulisan keagamaan karya bangsa Israel kuno.

Terdapat variasi kanon Perjanjian Lama di antara gereja-gereja Kristen, dimana kalangan Protestan dan Orang Suci Zaman Akhir, hanya menggunakan kitab-kitab yang terdapat dalam kanon Alkitab Ibrani yang terbagi dalam 39 kitab.

Sedangkan kalangan Katolik Roma, Ortodoks Timur, dan Ortodoks Oriental, menggunakan sekumpulan tulisan dengan jumlah yang sedikit lebih banyak.

Perjanjian Lama, terdiri dari banyak kitab berbeda yang ditulis, disusun, dan disunting oleh berbagai penulis selama kurun waktu berabad-abad.

Beberapa akademisi mengajukan pendapat bahwa, kanon Alkitab Ibrani ditetapkan pada sekitar abad ke-3 masehi, atau bahkan setelahnya.

Semua kitab dalam Perjanjian Lama, ditulis sebelum kelahiran Yesus, dimana 97% isinya ditulis dalam bahasa Ibrani, dan sisanya dalam bahasa Aram dan Yunani.

Kitab-kitab Perjanjian Lama secara umum dapat dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut :

Bagian 1 : Kitab-Kitab Taurat

Kitab Taurat terdiri dari lima kitab yaitu Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Dalam bahasa Yunani, kumpulan 5 kitab ini disebut Pentateukh ("lima wadah" atau "lima gulungan").

Taurat adalah bagian penting dari kanon/kitab suci orang Yahudi, karena memuat hukum dan peraturan, yang sebagian ditulis atau disusun oleh Musa. Dan sebagiannya lagi, ditulis oleh orang Israel pada masa itu.

Bagian 2 : Kitab-Kitab Nevi'im

Kitab ini lebih dianggap sebagai kitab sejarah bagi umat Kristen, karena berisi tentang sejarah bangsa Yahudi, juga para nabi–nabi awal, yang ditulis berdasarkan aktivitas sosial, agama, sastra dan budaya bangsa Yahudi.

Bagian kedua kitab ini terdiri dari 12 kitab, yaitu kitab Yosua, Hakim-hakim, Rut, 1 Samuel, 2 Samuel, 1 Raja-Raja, 2 Raja-Raja, 1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, Ester.

Kitab-kitab ini memberikan pengaruh luas terhadap aktivitas sosial, politik, dan sastra dalam budaya-budaya di luar Yudaisme.

Bagian 3 : Kitab-Kitab Hikmat Dan Puisi

Kitab-kitab ini adalah karya sastra yang banyak memuat pengalaman-pengalaman hidup, dan pengajaran-pengajaran yang ditampilkan secara ringkas dalam bentuk pepatah, aforisme dan puisi.

Lima kitab Hikmat dan Puisi yang berisi sastra hikmat, yaitu kitab Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah dan Kidung Agung.

Ribuan tahun sebelum bangsa Israel ada dalam sejarah, di wilayah Timur Dekat, sudah berkembang sebuah jenis sastra yang dikenal sebagai sastra hikmat, yang menggunakan baris-baris puisi dalam bentuk susunan beberapa nasihat mandiri.

Bagian 4 : Kitab Nubuat

Kitab Nubuat adalah prediksi terhadap suatu kejadian berdasarkan pada tindakan dan perkataan seorang nabi.

Kitab ini dikelompokan menjadi dua bagian, Yaitu kumpulan kitab nabi-nabi besar, yang terdiri dari kitab Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel dan Daniel.

Dan bagian kedua adalah kumpulan kitab nabi-nabi kecil, yaitu Hose, Yoel,  Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia dan Maleakhi yang terakhir sekaligus menutup kitab perjanjian lama.

Ayat-ayat tersebut secara luas berasal dari seluruh Alkitab, tetapi yang paling sering dikutip adalah berasal dari Yehezkiel, Daniel, Matius 24, Matius 25, dan Wahyu.

Alkitab Ibrani mencatat perkataan para nabi yang sering memperingatkan orang Israel untuk bertobat dari dosa dan penyembahan berhala, dengan ancaman hukuman maupun janji berkat.

Tema nubuat adalah mengenai "Kedatangan Mesias". Orang Kristen percaya, bahwa nubuat Mesianik ini, sudah digenapi dalam diri Yesus Kristus, sedangkan penganut Yudaisme Rabinik masih menunggu kedatangan Mesias Yahudi dan tanda-tanda lain eskatologi Yahudi.

Perjanjian Baru

Bagaiimanna Kitab Suci Umat Kristen TerbentukPerjanjian Baru merupakan bagian kedua kanon Alkitab Kristen,yang utamanya didasarkan pada Alkitab Ibrani.

Perjanjian Baru berbahasa Yunani ini, membahas ajaran-ajaran dan pribadi Yesus, serta berbagai peristiwa dalam Kekristenan pada abad ke-1.

Umat Kristen memandang PB bersama-sama dengan PL sebagai kitab suci yang menyertai penyebaran agama Kristen di seluruh dunia.

Perjanjian Baru merupakan sebuah antologi, yakni koleksi karya-karya Kristiani yang ditulis dalam bahasa Yunani.
 
Umum digunakan pada abad pertama, pada waktu yang berbeda-beda, oleh berbagai penulis yang adalah murid-murid Yahudi pertama kali dari Yesus.

Sama halnya dengan perjanjian lama, kitab perjanjian baru juga terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut :

Bagian 1 : Kitab Injil

Kitab Injil berarti “Kabar Baik” berisi empat narasi kehidupan, ajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus. Terdiri dari 4 kitab, yaitu kitab Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

Menceritakan kisah Yesus sebagai Mesias Raja orang Israel, sebagai Hamba yang penuh dengan penggenapan nubuat-nubuat Perjanjian Lama, sebagai Anak Manusia yang datang untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang, dan juga sebagai Firman Allah yang menjelma menjadi manusia.

Perkiraan kurun waktu ditulisnya injil kanonik bervariasi, namun tidak lebih dari tahun 100 M. atau tidak lebih dari 70 tahun setelah Yesus Kristus naik kesorga.

Bagian 2 : Kitab Sejarah Kristen

Dalam naskah-naskah kuno sampai abad ke-5, kitab-kitab ini terbagi atas 4 bagian, untuk memudahkan penggunaan, di mana kitab Kisah Para Rasul selalu digabung dan ditempatkan sebelum surat-surat Am (atau Surat-surat Umum).

Kisah Para Rasul memuat catatan sejarah kenaikan Yesus, pengabaran Injil di Yerusalem, daerah Yudea dan Samaria, hingga perjalanan-perjalanan misi Paulus sampai ke Roma. Pada dasarnya memuat riwayat sejarah gereja mula-mula. 

Bagian Ke 3 : Surat Para Rasul

Bagian kitab ini terdiri dari 2 macam surat yaitu, bagian surat-surat khusus dan surat-surat umum para rasul, saat penyebaran agama Kristen mula-mula.

Surat-surat tersebut adalah kumpulan sejumlah surat-surat yang ditulis Paulus dan para rasul Kristen, yang kemudian menjadi kitab-kitab dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.

Semua surat ini terus menerus menjadi landasan teologi Kristiani dan etika Kristen. Di antara surat-surat ini, terkandung ajaran-ajaran paling awal dalam Kekristenan, termasuk perdebatan prinsip dalam gereja mula-mula, dan munculnya aliran-aliran yang tidak sejalan dengan iman Kristen.

Bagian 4 : Kitab Wahyu

Kitab Wahyu adalah kitab terakhir yang juga sebagai penutup dari semua kitab yang dipercaya sebagai kitab suci dalam ajaran Kristen.

Ini juga adalah Kitab eskatologi yang dikirimkan kepada jemaat-jemaat yang mengalami penganiayaan oleh pemerintah Roma, dan anjuran agar mereka tetap setia di dalam iman mereka.

Kitab Wahyu juga dipercaya umat Kristen merupakan sebuah kitab nubuat, memuat beberapa petunjuk kepada tujuh jemaat setempat di Asia Kecil, tetapi kebanyakan mengandung semiotika kenabian tentang akhir zaman. 

Bagian Khusus : Deuterokanonika

Kitab-kitab deuterokanonika adalah suatu istilah yang digunakan sejak abad ke-16 dalam Gereja Katolik Roma dan Kekristenan Timur untuk mendeskripsikan berbagai kitab dan bagian tertentu Perjanjian Lama Kristen yang bukan merupakan bagian dari Alkitab Ibrani saat ini.

Istilah ini digunakan sebagai pembeda dengan kitab-kitab protokanonika yang terdapat dalam Alkitab Ibrani tersebut.

Perbedaan ini sebelumnya menimbulkan perdebatan dalam Gereja perdana, sehubungan dengan apakah kitab-kitab tersebut dapat digolongkan sebagai naskah-naskah kanonik.

Kitab-kitab deuterokanonik tersebut dianggap kanonik oleh kalangan Katolik, Ortodoks Timur, Ortodoks Oriental, dan Gereja dari Timur (termasuk Gereja Asiria dari Timur), tetapi tidak dianggap kanonik oleh kebanyakan kalangan Protestan.

Meskipun ada beberapa perbedaan antara kalangan Kristen dalam penyusunan Alkitab, seperti penambahan kitab deuterokanonika tersebut, namun hanyalah bersifat pendapat.

Inti dari kanon Alkitab itu sendiri bagi setiap kalangan Kristen, dipahami sebagai sebuah daftar kitab yang menjadi "standar" atau "aturan" yang bersifat normatif bagi umatnya.

2 Petrus 1 : 20-21;

‘’Yang terutama yang harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam kitab suci, tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Tuhan”

Jadi, tidak semua kata dalam Alkitab berisi tentang perintah, melainkan kumpulan buku yang menjadi kitab suci, berisi tentang Firman Tuhan, Nubuat, sejarah, maupun kesaksian iman orang-orang benar.
 
Firman Allah adalah Yesus Kristus Tuhan, Pengajaran-Nya, dan ilham yang dihasilkan dari pengajaran tersebut.

Alkitab adalah kehendak Allah yang benar akan dunia ini, bersifat tetap dan kekal bagi seluruh dunia khususnya bagi orang percaya.


Sumber Referensi :
Alkitab/Bible
https://id.wikipedia.org/wiki/Alkitab

No comments