Breaking News

Mencari Nafkah Bukanlah Alasan Mengapa Manusia Diciptakan

Mencari Nafkah Bukanlah Alasan Mengapa Manusia Diciptakan

Apa yang ada disini adalah mengenai kronologi penciptaan manusia mula-mula dan tujuan mengapa manusia itu diciptakan.

Kronologi penciptaan manusia mula-mula, bisa kita baca pada kitab Kejadian pasal 1, 2 dan 3. Yang ketiga pasal tersebut, menjelaskan secara eksplisit awal mula kehidupan manusia.

Yang utama adalah, kenyataan bahwa, manusia tidak diciptakan untuk bekerja. Mencari Nafkah  Bukanlah Alasan Mengapa Manusia Diciptakan dan bukanlah aktivitas alami manusia. Berikut alasannya.

Hakekat Manusia

Kejadian 1 : 27-28;

‘’Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi

Mencari Nafkah Bukanlah Alasan Mengapa Manusia DiciptakanDari situ, manusia mengawali kehidupan pertama sebagai mahkluk ciptaan Allah, yang diberikan kuasa atas bumi dan segala yang hidup didalamnya. 

Hakekat manusia adalah wujud dari manifestasi kuasa Allah, yang mewakili ketetapan dan otoritas-Nya, terhadap bumi dan segala isinya.

Namun bukan yang menjadi alasan mengapa Allah menciptakan bumi, melainkan suatu ketetapan sebagai bagian dari kesempurnaan penciptaan.

Ini adalah ketetapan Allah bagi manusia sebelum manusia itu jatuh kedalam dosa. Dan oleh karena pilihan manusia itu sendiri, manusia menciptakan kehidupannya tanpa intervensi Allah.

Akibatnya, secara lahiryah, manusia harus melalui kehidupan sendiri sebagai konsekuensi dari  ketidaktaatan manusia tersebut.

Manusia Dan Dosa

1 Yohanes 3:4;

‘’Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah’’

Manusia Dan DosaDosa adalah akar dari segala yang buruk yang menimpa manusia. Termasuk juga hilangnya pemeliharaan dan penyertaan Allah. 

Oleh sebab itulah, maka manusia mulai merasakan dampak dari ketidaktaatan tersebut, baik secara jasmani, Rohani, maupun segala hal yang berhubungan dengan kehidupan sesudahnya.

Pelanggaran Adam dan Hawa menciptakan kehidupan yang baru bagi manusia, yaitu munculnya konsekuensi atas segala hal dalam kehidupan.

Dan yang paling menonjol dan sesuai dengan yang dibahas disini adalah, mengenai hukuman manusia setelah keluar dari taman eden.

Hukuman Manusia

Kejadian 3:17-19;

"Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Mencari Nafkah Bukanlah Alasan Mengapa Manusia DiciptakanInilah alasan mengapa manusia mulai berpeluh untuk mencari nafkah. Kehidupan baru yang ditawarkan dunia, diambil manusia sebagai ganti kehidupan yang telah Allah tetapkan.

Konsekuensinya, manusia harus hidup tanpa pemeliharaan Allah, dan harus bersusah payah sebelum akhirnya manusia itu kembali lagi menjadi debu.



Manusia Alami

Kejadian 3:22-23;

‘’Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil’’

Mencari Nafkah Bukanlah Alasan Mengapa Manusia DiciptakanManusia alami yang diciptakan Allah, bukanlah manusia pekerja. Yang menghabiskan sepanjang waktu hidupnya untuk mencari nafkah.

Melainkan untuk menjalani kehidupan sesuai dengan ketetapan Allah dan tujuan penciptaan-Nya, yaitu berkuasa dibumi dan hidup dalam pemeliharaan-Nya. 

Dan bagaimana pemeliharaan Allah tersebut, dijelaskan Yesus Kristus saat kedatangan-Nya didunia. Dengan maksud, mengingatkan kita agar memahami alasan penciptaan manusia mula-mula.

Hakekat Mahkluk Ciptaan

Matius 6:26;

‘’Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?’’

Mencari Nafkah Bukanlah Alasan Mengapa Manusia DiciptakanAda satu hal yang mungkin tidak kita sadari, bahwa tubuh lahiryah kita manusia, tidaklah diciptakan sama halnya dengan tubuh mahkluk hidup yang lain.

Yang artinya, Allah menciptakan segala jenis mahkluk hidup dibumi, dengan konsep alamia. Yang bagaimanapun dan kondisi apapun, sudah itulah hakekat mereka.

Perbedaan mendasar yang bisa kita lihat, adalah pada bagaimana cara manusia dan mahkluk hidup yang lain mencari makanannya. Saya berikan contohnya.

 Misalnya burung-burung, yang memperoleh makanannya dialam dengan cara alami. Allah tidak menyediakan makanan bagi burung-burung, tanpa dianugerahi sayap untuk terbang mencari makanannya.

Makanan monyet atau kera, disediakan diatas pohon. Namun mereka diberikan tangan yang sama panjangnya dengan kaki mereka, dengan maksud agar memudahkan mereka memanjat pohon.

Begitu juga dengan segala jenis binatang yang merayap dibumi, tidak satupun yang tidak dianugerahi kemampuan khusus, untuk mencari makanan dengan tubuh mereka sendiri.

Dan jika kita teliti lebih mendalam lagi, segala jenis binatang dan apa yang menjadi makanannya, disediakan Allah bagi mereka sesuai dengan habitat alami mereka.

Sedangkan pada manusia, Allah tidak memberikan anugerah tubuh alami, sehingga manusia dapat memperoleh makanannya sendiri secara alami pula, seperti halnya pada binatang.

Dan itulah mengapa kita manusia dalam segala aspek kehidupan kita, bergantung pada peralatan, sejak purbakala, sejak pelanggaran Adam dan Hawa di taman Eden.

Efek dari buah pohon pengetahuan, menjadikan manusia secara spontan harus berpikir sedemikian rupanya, menciptakan sesuatu, guna keperluan kelangsungan kehidupan.

Yang pada hakekatnya, semua itu tidaklah diperlukan ketika manusia masih hidup ditaman Eden, dalam kendali dan pemeliharaan Allah.

Pendamaian Kristus

Roma 5:17-18;

‘’Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup’

Mencari Nafkah Bukanlah Alasan Mengapa Manusia DiciptakanKedatangan Kristus adalah rencana Allah sejak Adam dan Hawa hidup dalam kuasa maut. Dengan maksud menebus kembali milik kepunyaan-Nya.

Yang oleh karena pilihan manusia itu sendiri, manusia jatuh kedalam maut, begitu juga oleh karena pilihan yang sama pula, melalui Kristus, manusia beroleh hidup yang kekal.

 

Bekerja Dalam Iman

Yohanes 6:27;

‘’Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya"

Mencari Nafkah Bukanlah Alasan Mengapa Manusia DiciptakanKedatangan Kristus tidaklah berarti bagi manusia terlepas dari dosa turunan atau maut. Akan tetapi, meski tubuh manusia itu binasa, namun diselamatkan karena iman.

Tidaklah juga berarti manusia tidak perlu lagi bersusah payah mencari nafkah, karena selama manusia itu hidup dalam dagingnya, maut dan ketetapan Allah terus berlaku, sampai langit dan bumi lenyap.

Namun yang menjadi maksud dari kedatangan Kristus bahwa, pemeliharaan Allah bagi milik kepunyaann-Nya, ialah yang dinyatakan secara iman dan pengharapan

Bersusah payah mencari nafkah, bukan lagi yang menjadi prioritas hidup Anak-anak Allah. Tetapi suatu wadah bagi Allah untuk menyalurkan berkat-Nya, dan wadah bagi kita manusia untuk menyalurkan berkat Allah dan menjadi terang bagi sesama.

Dengan mengutamakan Tuhan, segala hal mengenai kebutuhan hidup kita, terus akan Allah nyatakan melalui berkat atau mujizat.

Hidup dalam kendali dan pemeliharaan-Nya, adalah hak mutlak bagi setiap orang yang terpilih dalam kemuliaan Anak-Nya Yesus Kristus.

 

Sumber :
Alkitab/Bible

No comments