Breaking News

Apa Yang Dimaksud Anak Tunggal Bapa

Apa Yang Dimaksud Anak Tunggal Bapa

Dalam kurun waktu sejak Yesus Kristus memberitakan Injil sampai sekarang, sebutan Anak Tunggal Bapa adalah salah satu pernyataan yang penuh dengan kontroversi.

Perihal pernyataan anak, yang seakan-akan dianggap bahwa Allah itu beranak. Dengan pemahaman yang sama dengan ajaran paganism.

Saya menemukan satu penjelasan paling logis dari salah satu tokoh pendidikan dan nasional, yang juga aktif dalam seminar lintas agama, yaitu Bapak Dr. Bambang Noersena. Berikut penjelasan beliau mengenai Apa Yang Dimaksud Anak Tunggal Bapa.

Pengertian Anak , bukan berarti biologis atau Allah beranak. Tapi Firman Allah yang bersama-sama dengan Allah, menjadi manusia. Menyatakan kehadiran Allah didunia, dan dapat dilihat semua orang.

Pengertian Anak adalah kiasan seperti halnya kita menyebut ‘’anak kunci’’, siapa papi dan maminya kunci?, tidak ada,kan’?!. Atau ‘’anak buah’’, siapa papi dan maminya buah?, tidak ada juga!. Jadi, arti anak tidak selalu berarti biologis, tapi dalam hal ini, “menyatakan diri”.

Mazmur 2 : 7 ;

“Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan; Ia berkata kepadaku “Anaku Engkau!Engkau telah Kuperanakan pada Hari ini”

Ketetapan Allah adalah Firman-Nya. Sementara yang dimaksud dengan memperanakan, bukanlah secara biologis, melainkan spiritualis. 

Bayangkan eksistensi sebuah karya, katakanlah sebuah buku. Saya sebagai penulisnya. Seperti buku yang tidak satu dengan saya, tapi adalah pikiran yang menjelma dalam buku yang seakan menjadi satu dengan saya. 

Contohnya, jika kita mendengar judul buku ‘’The Origin Of The Species’’, maka yang ada dipikiran kita adalah ‘’Darwin’’, penulisnya. 

Karena secara tidak langsung, buku itu seakan menyatu dengan penulisnya. Sehingga eksistensi sebuah buku, sama dengan eksistensi penulis buku tersebut.

Meski buku tersebut bisa rusak, tapi bukan berarti pikiran penulisnya juga ikut rusak. Karena material sebuah buku, yaitu kertas dan tintanya, bukanlah penulisnya. Sebab, yang satu dengan buku tersebut adalah pengertian dari isi buku itu sendiri.

Jadi, kalau pikiran dan kehendak Allah turun kedunia nyata, sama halnya menjadi Manusia. Sedangkan kalau pikiran dan kehendak manusia itu dinyatakan, maka akan menjadi sebuah buku. 

Penjelasan cerdas ini saya kira bisa diterima akal sehat dan logika kita semua. Dan terima kasih kepada Bapak Dr. Bambang Noersena, atas penjelasannya. Kiranya Tuhan Allah selalu menyertai.


Sumber :
Alkitab/Bible
Bapak Dr. Bambang Noersena

No comments