Abraham Bapa Leluhur Israel
Abraham sebenarnya bernama asli Abram, yang kemudian diganti Tuhan Allah menjadi Abraham. Begitu juga dengan istrinya Sarai yang kemudian diganti menjadi Sara.
Alasan mengapa Tuhan Allah melakukan hal demikian, sampai hari ini tidak disebutkan dalam Alkitab. Tapi tentunya Allah tidak melakukan hal itu tanpa alasan.
Asal mula Abraham menjadi bapa leluhur Israel, diyakini orang percaya sebagai konsekuensi imannya kepada Allah yang tetap percaya keberadaan dan wewenang Allah terus berpengaruh didalam kehidupan dunia.
Abraham adalah pemilik janji keturunan umat pilihan Allah, yang dikenal sebagai bapa leluhur bangsa Israel, menjadi latar belakang eksistensi umat Israel sampai hari ini. Berikut biografi singkat Abraham Bapa Leluhur Israel.
Perubahan Nama : Abraham Bin Terah
Arti : Ayah Yang Dimuliakan
Istri : Sara
Lahir : 2000 SM (Perkiraan)
Mati : 1825 SM (Perkiraan)
Ayah : Terah Bin Nahor
Ibu : -
Saudara : Nahor dan haran
Kerabat : Lot
Status : Bapa Leluhur Israel
Pengutusan : Janji Keturunan
Alkitab tidak banyak mencatat mengenai kisah kelahiran Abraham, dan juga tidak menyebutkan secara detail masa kecil Abraham ditanah kelahirannya.Mungkin itu tidaklah dirasa perlu untuk dikemukakan. Karena yang menjadi fokus utama dari kisah Abraham yang ingin Alkitab bicarakan, adalah mengenai janji Allah kepada keturunannya.
Yang pasti dari kisah kelahiran dan masa kecil Abraham adalah bahwa ia berasal dari Ur-Kasdim. Kota kuno dibagian Selatan Mesopotamia.
Mesopotamia sendiri adalah situs peradaban pertama yang dikenal dunia dan juga asal mula berdirinya kekuasaan Babilonia, yang sekarang ini sebagai negara Irak.
Abraham diperanakan saat ayahnya Terah berumur 70 tahun, ditanah Ur-Kasdim. Ia tinggal bersama istri dan kerabatnya ditanah kelahirannya sampai ia dipanggil Tuhan untuk sebuah janji keturunan.
Pengutusan Abraham
Abraham berumur 75 tahun saat ayahnya meninggal pada umur 205 tahun, lalu ia dipanggil Allah dan diperintahkan untuk berangkat ketanah yang ditunjukan Tuhan Allah yaitu Kanaan. Disitulah janji Allah kemudian kembali dinyatakan kepada Abraham.Kejadian 12 : 7;
Dari situ Abraham dan segenap pengikutnya, sering berpindah-pindah mulai dari pegunungan sebelah timur Betel sampai ketanah negeb, sebelum akhirnya timbul masa kelaparan dinegeri itu.
Perantauan Abraham
Ketika masa kelaparan tiba dinegeri negeb, Abraham beserta para pengikutnya berpindah kemesir sebagai orang asing.Adapun kisah Abraham dimesir, penuh dengan kontroversi, yaitu perihal bagaimana ia rela menyerahkan istrinya Sara kepada firaun, karena kekuatirannya bahwa kecantikan Sara istrinya, akan menyebabkan ia dibunuh.
Hal itu membuat Abraham harus berbohong dan menyatakan Sarah istrinya sebagai adiknya. Sehingga Firaun mengambil Sara menjadi Isrtrinya.
Kisah Abraham ini dirasa miris bagi kita, jika kita melihat ini dari sisi kenabian, apalagi kehidupan dizaman sekarang. Mengingat sosok Abraham sebagai pemilik janji, sangatlah bertentangan dengan jati diri orang yang dipilih Allah.
Akan tetapi, perlu kita ingat bahwa, yang pertama, meski Abraham adalah pemilik janji dan orang yang dipilih Allah, Abraham tetaplah manusia yang diberikan hak yang sama sebagai manusia yang memiliki pilihan tanpa intervensi Allah.
Yang kedua, kisah Abraham ini adalah kisah hidup masa kuno, dimana itu sangatlah jauh berbeda dengan peradaban zaman modern seperti sekarang ini, yang segala sesuatu mengenai hak-hak manusia sudah diatur dan disepakati.
Ketiga, belum ada aturan atau hukum yang diberlakukan baik dari Tuhan Allah sendiri, maupun manusia, mengenai etika moral dan bagaimana itu diatur.
Dan yang terakhir bahwa, meski sisi kemanusiaan Abraham nampak yaitu ketakutan dan kekuatiran, namun iman Abrahampun jelas, bahwa ia percaya akan janji Allah yang bukan main-main, dan jika Allah menghendaki Sara sebagai ibu dari keturunannya, maka tidak ada yang bisa menghalangi-Nya.
Dan nyata bahwa, hal itu dipenuhi Allah dan terjadi dengan adanya tulah kepada Firaun, karena Firaun mengambil Sara sebagai istrinya.
Disini kita bisa belajar bagaimana daging dan roh manusia seakan bertentangan, namun takluk dalam kekuasaan dan kemuliaan Tuhan Allah.
Kehidupan Abraham
Dari Mesir, Abraham dan keluarganya kembali ketanah Kanaan beserta segala harta benda yang diperolehnya.Dengan demikian, Abraham tinggal dan menetap ditanah itu sampai Tuhan Allah memberikan keturunan padanya sesuai apa yang dijanjikan.
Abraham hidup ditanah kanaan dengan rupa-rupa konflik dan pergumulan, diantaranya perpisahannya dengan kerabatnya Lot, juga bagaimana ia menyelamatkan Lot dan mengalahkan raja-raja timur (Kejadian 13 dan 14).
Namun yang memberikan banyak pelajaran bagi kita adalah bagaimana ia mengatasi pergumulannya bahwa istrinya Sara tidak dapat melahirkan karena mandul (Kejadian Pasal 16).
Ini juga menjadi salah satu ujian terhadap iman Abraham. Dimana, disatu sisi, Allah menjanjikan keturunan baginya, sedangkan disisi lain, istri sahnya tidak dapat mengandung.
Namun, Abraham tetap percaya, meski dengan kekuatiran dan bagaimana ia harus mengikuti kemauan istrinya agar memperoleh anak dari gundiknya.
Kisah Abraham yang juga fenomenal dalam Alkitab adalah bagaimana ia tawar menawar dengan Tuhan, mengenai keselamatan negeri Sodom dan Gomora.
Disitu kebijaksanaan Tuhan dan Keputusan-Nya nampak sebagai sesuatu yang tidak dapat dibantah atau diuji dengan kebijaksanaan manusia (Kejadian 18 : 6-33).
Dan yang paling berkesan bagi kita adalah iman Abraham yang pada akhirnya mencapai titik puncak, ketika Tuhan Allah memerintahkannya mempersembahkan Anaknya Ishak sebagai korban (Kejadian Pasal 22).
Juga bagaimana ia terus diingatkan Allah tentang janji-Nya yang pasti akan dipenuhi sebagai suatu penghiburan baginya.
Kematian Abraham
Ishak bukanlah satu-satunya anak Abraham, melainkan dianggap menjadi anak Tunggal yang disebut anak perjanjian dari istri sahnya, yang di perkenankan Allah padanya. Selain Sara, Abraham juga mempunyai banyak anak dari gundik-gundiknya, dan termasuk yang menjadi perdebatan hingga sekarang ini yaitu Ismael, yang lahir akibat pergumulan Sara istrinya.
Juga seorang istri yang diambilnya setelah Sara istrinya meninggal pada usia 127 tahun, yang Bernama Kentura. Namun, kepada semua anak-anaknya selain Ishak, hanya diberikan pemberian dan menyuruh mereka pergi kesebelah timur meninggalkan Ishak.
Abraham meninggal pada usia 170 tahun dalam keadaan seperti yang tertulis dalam Alkitab (Kejadian 25:7-11).
Ia dikuburkan didalam gua Makhpela dipadang Efron disebelah timur Mamre. Disanalah terkubur Abraham dan Sara isterinya.
Kesimpulan
Kisah hidup Abraham sangatlah kompleks dengan berbagai macam konflik, baik dari luar maupun dalam keluarganya sendiri, sebelum akhirnya Allah memenuhi janjinya.
Dan bagaimana janji Allah itu terpenuhi, tidaklah secara instan, namun melewati berbagai macam bentuk tantangan dan pergumulan, yang nampak sama dengan kehidupan umat percaya saat ini.
Maleakhi 3:6;
Nyata bahwa Tuhan Allah tidak berubah, dan cara-Nya memelihara dan memuliakan manusia pilihan-Nya sangatlah unik dan penuh dengan misteri.
Sumber Referensi :
Alkitab/Bible

No comments