Breaking News

Mengapa Orang Kristen Harus Dibabtis

Mengapa Orang Kristen Harus Dibabtis

Seorang yang baru menerima ajaran Kristen, menjadi suatu kewajiban untuk dibabtis. Suatu tanda pertobatan dan hidup yang baru.

Juga sebagai bentuk pengakuan akan kehendak Allah melalui iman kepada Kristus dan siap menerima karunia Roh Kudus.

Babtisan dapat dikatakan sebagai ritual keagamaan yang dipatuhi dari zaman Yohanes pembabtis sampai dengan sekarang.

Dizaman sekarang, babtisan terbagi dua yaitu babtisan selam, yang biasanya dipraktekan gereja-gereja kharismatik, dan babtisan percik dalam ajaran katolik dan protestan.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai Mengapa Orang Kristen Harus Dibabtis, maka perlu bagi kita, untuk mempelajari sejak awal babtisan itu diperkenalkan.

Berikut ini, sejarah dua jenis babtisan yang digunakan pada gereja-gereja Kristen, mulai dari zaman Yohanes yang disebut pembabtis hingga sekarang.

Sejarah Babtisan Selam

Mengapa Orang Kristen Harus DibabtisBanyak aliran gereja yang menganggap babtisan Yohanes sebagai teladan yang harusnya juga dipraktekan dalam kehidupan kekristenan.

Sama halnya dengan Kristus yang juga dibabtis oleh Yohanes. Ini menjadi dasar kuat sebagai alasan mengapa cara babtis selam harus dipraktekan.

Cara babtis ini dilakukan dengan mencelupkan seseorang kedalam air, yang sama seperti dalam kitab Taurat, sejak zaman Musa dalam bentuk pembasuhan diri dari kenajisan.

Dilakukan atas dasar pelanggaran dan dosa dikalangan umat Israel secara lahiryah. Dan itu dilakukan berulang-ulang kali selama dosa terjadi.

Yang dilakukan Yohanes pembabtis adalah bentuk baru suatu pembasuhan melalui pertobatan sebelum iman, sebagai bayangan dari injil yang akan diperkenalkan.

Babtisan pertobatan dilakukan sekali selamanya. Tidak ada lagi pembasuhan berulang-ulang seperti halnya dalam perintah Taurat.

Yang ada adalah ketika dosa terjadi lagi, maka yang dilakukan orang percaya adalah, memohon pengampunan kepada Allah tanpa melalui ritual pembasuhan berulang.

Sejarah Babtisan Percik

Mengapa Orang Kristen Harus DibabtisTradisi baptisan percik berawal tatkala seluruh kekaisaran romawi harus memeluk agama kristen, karena kaisar theodosius di tahun 380 m mengeluarkan dekrit/edict theodosius, yang isinya mengatakan bahwa, agama kekaisaran romawi adalah agama kristen.

Dampak dari keputusan tersebut, adalah kristenisasi massal diseluruh wilayah kekaisaran romawi, yang apabila tidak menjadi kristen, akan berhadapan dengan tentara romawi dan dihukum.

Akibat kristenisasi massal tersebut, maka terjadilah baptisan selam besar-besaran. Situasi yang seperti itu, membuat kolam-kolam dan sungai-sungai menjadi sangat sesak.

Sehingga untuk memudahkan, maka orang-orang tersebut akhirnya dipercik dengan air. Alasan praktis yang terjadi karena situasi darurat, kemudian dijadikan tradisi di barat yang saat itu hanya ada aliran katolik.

Akhirnya, di tahun 1311 dalam konsili ravenna, baptisan percik diresmikan sebagai satu-satunya cara baptis yang dilakukan gereja Katolik.

Alasannya adalah, baptisan selam tidak lagi penting, sebab cara baru yaitu dengan dipercik adalah cara baptis yang dipakai gereja.

Babtisan percik menjadi satu-satunya cara baptis bagi petobat baru yang dipakai oleh gereja katolik sejak tahun 1311.

Setelah pecahnya katolik dan protestan pada abad ke 16 yang dipimpin Martin Luther, babtisan percik tetap diadopsi protestan sebagai warisan turun temurun sampai dengan sekarang.

Jadi kondisi daruratlah yang mendorong gereja katolik saat itu untuk mengambil langkah praktis, dengan memercik orang yang dibaptis, dengan alasan kurangnya air.

Bagi orang Kristen sendiri, cara babtis bukanlah intisari dari pembabtisan, tapi ritual penebusan dosa atau pengakuan akan Penebusan yang Kristus lakukan dikayu salib, dengan pesan amanat agung seperti yang tertulis dalam Injil Matius 28 :19 dan 20.
 
Pertentangan Iman

Pertentangan mengenai cara babtis manakah yang benar, timbul akibat kekakuan pemahaman dikalangan orang Kristen sendiri.

Hal itu disebabkan prosesi ritual pembabtisan yang dilakukan keduanya, bukan saja berbeda dalam hal cara babtis, tapi juga waktu dan pemahaman.

Perbedaan paling menonjol adalah pada prosesi ritual babtisan bagi seseorang yang sudah mengimani Kristus, dibabtis dengan alasan pertobatan, dan babtisan anak dengan cara percik yang dilakukan pada balita.

Mengapa Orang Kristen Harus DibabtisBabtisan terhadap seorang anak adalah ritual keagamaan dalam bentuk penyerahan diri orang tua bagi anaknya kepada kasih dan lindungan Allah.

Dan juga pengakuan orang tua yang siap mendidik dan menyalurkan imannya kepada anaknya. Ini dilakukan atas dasar pegakuan akan penebusan yang Yesus Kristus lakukan dikayu salib bagi setiap orang.

Karena sesungguhnya, seorang anak dalam keluarga kristen akan tumbuh dalam pengakuan akan imannya, tanpa perlu dasar pertobatan.

Dalam hal ini, ritual pertobatan seperti yang dilakukan Yohanes Pembabtis, tidak diperlukan. Sebab, dosa akan terus terjadi selama manusia itu hidup.

Ini menjadikan babtisan pertobatan hanya berlaku bagi setiap orang yang belum mengimani Kristus sebagai Tuhan dan juruselamatnya.

Artinya bahwa, babtisan pertobatan dilakukan sebelum babtisan Roh, atau sebelum Roh Kudus dimohonkan pembabtis kepada Allah sebagai karunia hidup baru.

Ini sejalan dengan peristiwa pembabtisan Kristus oleh Yohanes pembabtis disungai Yordan. Setelah Kristus dibabtis dengan babtisan pertobatan, Roh Kudus berupa burung merpati dinyatakan.

Akan tetapi, bukan karena pertobatan Yesus dibabtis, tapi sebagai teladan bagi setiap orang percaya. Sebab Ia sendiri adalah dasar iman yang berarti, Kristus adalah pengecualian dalam hal babtisan Yohanes.

Babtisan pertobatan hanya berlaku bagi orang diluar kekristenan, yang mengaku bertobat dan siap percaya kepada Yesus Kristus juga siap menerima karunia Roh.

Babtisan pertobatan tidak lagi diperlukan bagi orang yang lahir dalam keluarga Kristen. Karena sudah mengimani Yesus Kristus sejak masa kecilnya.

Babtisan yang dilakukan bagi orang yang lahir dalam keluarga Kristen adalah babtisan simbolik, atau semacam ritual pembasuhan menggunakan air sebagai bentuk pengakuan iman.

Kemudian babtisan Roh yaitu secara kiasan dengan maksud memohonkan karunia Roh Kudus kepada Allah.

Roh Kudus pada hakekatnya adalah Roh Allah yang dianugerahkan bagi setiap orang yang percaya sampai pada kehidupan kekal.



Sumber Referensi :
Alkitab/Bible

No comments