Breaking News

Apa Arti Menggenapi Hukum Taurat

Apa Arti Menggenapi Hukum Taurat

Adalah salah satu pernyataan penting saat kedatangan Kristus mengenai Apa Arti Menggenapi Hukum Taurat yang Ia nyatakan secara tegas kepada bangsa Israel kala itu.

Injil Matius 5:17;

‘’Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya’’

Menggenapi hukum Taurat, sebenarnya memiliki pemahaman yang sangat dalam, dan secara dasar diartikan sebagai Kristus adalah manifestasi atau perwujudan hukum Taurat dan ketetapan Allah dalam rupa firman yang menjadi manusia.

Kolose 2:16-17;

‘’Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedangkan wujudnya ialah Kristus’’

Maka iman kepada Kristus adalah mutlak dan absolut tanpa segala hukum taurat dan tradisinya. Termasuk apa yang Tuhan Allah kehendaki bagi seluruh umat manusia.

Dalam hal ini, tanpa hukum Taurat dan segala tradisinya, seluruh umat manusia memiliki kesempatan yang sama dengan umat Israel untuk beroleh keselamatan.

Ibrani 10:1;

‘’Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya’’

Ritual yang dipatuhi umat Israel sebagai bagian dari hukum Taurat, tidak akan mungkin menyucikan dosa. Ataupun mengakhiri dosa dan membawa manusia pada keselamatan kekal. 

Karena dengan terus-menerus disadarkan oleh ritual penghapusan dosa, manusia secara sadar diperingatkan akan dosa yang juga harus terus dihapus melalui pendamaian dengan korban bakaran.

Sehingga permusuhan dan pendamaian dengan Allah, tidak akan pernah berakhir dalam kurun waktu selama manusia itu hidup. 

Sementara dengan darah Kristus sebagai ganti korban bakaran domba, manusia disucikan sekali untuk selamanya dan berhak menyandang status Anak-Anak Allah.

Hukum Taurat tidak akan mungkin bisa mengembalikan status manusia menjadi sama dengan sebelum Adam dan Hawa keluar dari taman Eden.

Karena akan terus tercipta dosa yang menciptakan permusuhan dengan Allah, dan akan terus ada korban untuk menghapus dosa, yang harus terus dipersembahkan sebagai pendamaian.

Kedatangan Kristus adalah akhir dari segala ritual penghapusan dosa, atau penggenapan Hukun Taurat itu sendiri.

Injil Matius 3:15;

‘’Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: ‘Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah’. Dan Yohanespun menuruti-Nya’’

Kita bisa melihat bagaimana hukum Taurat dimanifestasikan dalam diri Kristus melalui pembabtisan-Nya di sungai Yordan oleh Yohanes pembabtis.

Sekaligus yang menyatakan kepada dunia bagaimana ketetapan hukum Taurat sebenarnya sudah tidak lagi penting, meski tetap berlaku bagi siapa yang hidup dibawah hukum-hukumnya.

Injil Matius 3:11;

‘’Aku membabtis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepas kasut-Nya. Ia akan membabtis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api’’

Jika kita mendalami maksud pernyataan Yohanes pembabtis ini, kita bisa mengerti peran Yohanes pembabtis yang sesungguhnya. 

Bahwa Ia adalah akhir dari tradisi keselamatan yang hanya melalui hukum Taurat saja. Sementara Yesus Kristus adalah permulaan keselamatan melalui iman maupun perwujudan keselamatan itu sendri. 

Yohanes pembabtis adalah yang menyatakan bahwa Ia mewakili hukum Taurat dan kitab para nabi, bersaksi kepada dunia, bahwa sesungguhnya segala ketetapan hukum Taurat dan kitab para nabi, sudah menjadi satu dalam diri Kristus dalam rupa Firman yang menjadi manusia.

Dan pembabtisan Yesus Kristus olehnya, adalah tanda permulaan injil sekaligus menyatakan kepada dunia dari mana Kristus berasal.

Injil Matius 21:25-26;

‘’Darimanakah babtisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia? Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapa kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi’’

Hal ini tanpa kita sadari adalah bukti keberadaan Kristus dan pengajaran-Nya yang menjadi absolut dengan peran Yohanes pembabtis. 

Dan tidak bisa disangkali bahwa, Yesus Kristus adalah Mesias yang berasal dari Allah yang sama, yang memberi segala ketetapan hukum Taurat kepada umat Israel.

Dengan peran Yohanes pembabtis melalui pembabtisan Kristus, tidak ada seorangpun yang dapat berkata bahwa Kristus berbeda pengajaran dengan Yohanes pembabtis. 

Atau, tidak ada seorangpun dapat berkata, Kristus tidak berasal dari hukum Taurat. Karena jika Yohanes pembabtis berasal dari hukum Taurat, maka demikian halnya juga dengan Kristus yang adalah kegenapan dari hukum Taurat itu sendiri. 

Menggenapi hukum Taurat berarti mewujudnyatakan apa yang sebenarnya menjadi kehendak Allah. Melalui Kristus, keselamatan itu nyata bagi seluruh dunia.


Sumber Referensi :
Alkitab/Bible

No comments