Breaking News

Apa Arti Duduk Disebelah Kanan Yang Mahakuasa

Apa Arti Duduk Disebelah Kanan Yang Mahakuasa

Salah satu unsur yang terkandung dalam Alkitab adalah Kiasan. Sebagai contoh adalah ‘‘Apa Arti Duduk Disebelah Kanan Yang Mahakuasa’’.

Dinyatakan seumpama disorga terdapat tiga tahta. Yang satu tahta Allah Bapa, yang kedua tahta Anak yaitu Yesus Kristus disebelah kanan Bapa, dan yang ketiga tahta Roh Kudus digambarkan layaknya dengan rupa burung merpati.

Ada juga yang menganggap pihak ketiga sebagai sosok bunda Maria. Seakan menggambarkan kekuasaan Allah seperti layaknya tirani manusia dengan versi bijaksana. Tapi sesungguhnya, itu bukanlah arti sebenarnya. Berikut ni penjelasannya.

Injil Markus 14:62;

“Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit”

Ini adalah statmen yang mengakhiri keberadaan Kristus didunia, yang berarti Ia akan pergi kesorga, dan kelak akan datang kembali menjadi hakim atas seluruh dunia.

Dan juga sebagai pernyataan Kristus yang menimbulkan kemarahan dikalangan ahli-ahli taurat dan orang farisi. Mengakibatkan Kristus disahkan layaknya terpidana mati.

Baik ahli-ahli Taurat, orang Farisi dan Yahudi, maupun bangsa israel sendiri, mengetahui dengan pasti maksud dari kalimat ‘’duduk disebelah kanan’’, yaitu suatu gambaran otoritas.

Kalimat ‘’duduk disebelah kanan’’ tidak ada hubungannya dengan ‘’tempat duduk’’. Dalam versi kebudayaan orang Yahudi, arti kalimat ‘’duduk disebelah kanan’’ adalah berarti sebagai otoritas yang mewakili kekuasaan, dalam hal ini kekuasaan Allah.

Tidak ada tahta atau wujud yang lain bersama Kristus disorga sebagai raja. Artinya bahwa, wujud daging Kristus yang kekal, tanpa siapapun, adalah penampilan Allah.

Dalam artikel saya mengenai ‘’Mengapa Allah Tidak Terlihat’’, menjelaskan dengan detail alasannya mengapa Kristus sebagai otoritas.

Secara rangkum dan singkat, dikarenaakan wujud Allah yang adalah Roh, atau individu tanpa tubuh. Inilah alasannya Kristus menjadi perwujudan Allah dalam penampilan manusia kekal.

Dan karena sifat Allah yang non material itulah maka manusia secara kasat mata, tidak dapat melihat Allah, sehingga tubuh manusia kekal Kristuslah yang menyatakan-Nya.

Agar kelak ketika kita sampai disana, kita akan melihat Allah dalam wujud Yesus Kristus bertahta dan berkuasa sebagai Anak Tunggal Allah yang perkasa, Bapa yang kekal raja damai.



Sumber :
Alkitab/Bible

No comments