Yohanes Yang Disebut Pembabtis
Sosok Yohanes dalam alkitab sering dikaitkan dengan kedatangan Mesias yang dinanti-nantikan bangsa Israel seperti dalam nubuat para nabi.
Yesaya 40:3;
Dalam bahasa Ibrani, nama Yohanes Pembaptis adalah “Yoḥanan ha-mmaá¹bil” sedangkan dalam bahasa Yunani adalah “Baptistḗs Yohánnes”.
Ia adalah seorang guru dan penginjil terkenal di Provinsi Yudea pada abad ke-1 masehi, yang dicatat riwayatnya dalam bagian Perjanjian Baru.
Yohanes berasal dari keturunan suku Lewi, putra Elisabet, saudara sepupu Maria ibu Yesus. Ayahnya, Zakharia adalah seorang imam dari rombongan Abia yang bertugas di Bait Elohim.
Nubuat tentang Yohanes Yang Disebut Pembabtis, tertulis dalam kitab Yesaya sejak 712 tahun sebelum kelahiran Yesus Kristus.
Kelahiran Yohanes Pembabtis
Pada waktu Zakharia ditunjuk untuk melakukan tugas keimanan di hadapan Tuhan, Zakharia masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan. (Ukupan adalah sejenis rempah-rempah yang mengeluarkan wewangian ketika dibakar perlahan-lahan). Kisah ini tercatat didalam kitab Lukas.
Tiba-tiba malaikat Gabriel menampakkan diri kepadanya dan memberitahu bahwa, Tuhan akan mengaruniakan anak laki-laki padanya yang akan dinamai Yohanes, dan banyak orang akan bersuka cita atas kelahirannya.
Anak itu akan menyiapkan umat Israel untuk menyambut datangnya Mesias. Namun Zakharia tidak percaya, disebabkan Elisabet dan dirinya sudah lanjut usia, dan oleh karena ketidakpercayaannya itu, Gabriel membuatnya bisu sampai anaknya lahir. (Lukas 1:24 dan 25;)
Pada bulan berikutnya yaitu pada bulan keenam, Maria ibu Yesus, diberitakan Malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung bayi Yesus atas kuasa Roh Kudus (Lukas 1:26-40).
Dan beberapa waktu kemudian, Maria ibu Yesus, mengunjungi rumah ibu Yohanes yang saat itu telah mengandung, dan ketika itu juga bayi dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan (Lukas 1:26-40).
Sampai hari ini, mengenai kapan tepatnya kelahiran Yohanes pembabtis belum diketahui, Yang pasti, ada selisih umur sekitar enam bulan antara Yesus Kristus dan Yohanes Yang Disebut Pembabtis.
Masa Kecil Yohanes Pembabtis
Pada hari kedelapan Yohanes disunat menurut kebiasaan Yahudi. Dia tumbuh sebagai anak biasa, hari demi hari dan tahun demi tahun, di desa kecil yang pada masa itu dikenal sebagai Kota Yehuda, sekitar empat mil sebelah barat Yerusalem. Peristiwa paling penting dalam masa kanak-kanak Yohanes adalah kunjungan bersama orang tuanya, kepada Yesus dan keluarga Nazareth. Kunjungan ini terjadi di bulan Juni, tahun 1 SM, ketika dia berusia lebih dari enam tahun.
Setelah mereka kembali dari Nazareth, orang tua Yohanes memulai pendidikan sistematis anak tersebut. Tidak ada sekolah sinagoga di desa kecil ini.
Zakharia ayah Yohanes adalah pendeta yang berpendidikan cukup tinggi, sedangkan Elizabeth ibunya, jauh lebih berpendidikan daripada wanita-wanita Yudea pada umumnya, dia juga seorang imamat, keturunan dari "putri-putri Harun".
Karena Yohanes adalah anak tunggal, mereka menghabiskan banyak waktu untuk pelatihan mental dan spiritualnya. Zakharia hanya memiliki masa pelayanan yang singkat di bait suci, sehingga dia mencurahkan sebagian besar waktunya untuk mengajar putranya.
Zakharia dan Elizabeth memiliki peternakan kecil tempat mereka memelihara domba. Mereka hampir tidak mencari nafkah di tanah ini, tetapi Zakharia menerima tunjangan tetap dari dana bait suci yang didedikasikan untuk imam (Kitab Urantia, 135: 0.1)).
Masa Remaja Yohanes Pembabtis
Alkitab tidak memberikan cukup banyak keterangan tentang seperti apa dan bagaimana kehidupan masa remaja Yohanes, namun satu keterangan yang cukup bagi kita untuk memahami kehidupan Yohanes, di paparkan dalam Injil Lukas 1:80. ‘’Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal dipadang gurun sampai kepada hari ia harus menampakan diri kepada Israel’’
Begitulah ia mendapatkan pengajaran dari bapa dan ibunya, sehingga Yohanes muda pun tetap taat dan pergi ke padang gurun, menjaga kekudusannya hingga Tuhan menyatakan waktunya untuk melayani.
Masa Pelayanan Yohanes Pembabtis
Yohanes memulai pelayanannya sekitar tahun 28-29 Masehi. Pada waktu itu dalam tahun kelima belas wilayah Israel berada dalam tangan Tiberius yang sangat kejam : Kaisar Tiberius memerintah dari tanggal 18 September tahun 14 masehi, sampai dengan tanggal 16 Maret tahun 37 m. Ia menjadi kaisar menggantikan Augustus yang meninggal pada tanggal 19 Agustus 14 m.
Tahun ke-15 pemerintahannya (= tahun 340 Era Seleucid) menurut penanggalan Helenistik Romawi, dihitung dari musim gugur tahun 28 sampai tahun 29 m.
Pontius Pilatus menjabat sebagai prefek Provinsi Yudea dari tahun 26 sampai 36 m. Herodes Antipas menjadi tetrarkh wilayah Galilea dari tahun 4 sampai 39 m.
Filipus menjadi tetrarkh wilayah Iturea dan Trakhonitis dari tahun 4 sampai kematiannya pada tahun 34 Masehi.
Yohanes mulai pelayanannya sekitar umur 30 tahun, dipadang gurun Yudea serta ke seluruh daerah Yordan sambil memberitakan pertobatan.
Bagi orang Israel, jaman itu adalah jaman "tutup-mulut" sebab mereka takut di hukum pancung sebagai konsekuensi akibat salah bicara. Hal sebaliknya yang dilakukan Yohanes, dia tidak takut, justru malah berseru dengan suara nyaring.
Lukas 3:2;
Kejadian itu terjadi diwilayah sungai Yordan yang sangat strategis, juga terdapat kota-kota penting mulai dari Nain, Kana, Nasareth, Gadara, Sikhar, Yerikho, Yerusalem, dll.
Selain itu, wilayah sungai Yordan ini memang sering dikunjungi hanya oleh umat Israel pada hari Sabat, karena mereka harus membersihkan pakaiannya sebelum merayakan hari Sabat Tuhan.
Klimaks dari pelayanan Yohanes adalah ketika Ia membabtis Yesus kristus disungai Yordan. Pada waktu itu, Yohanes memberi kesaksian tentang Yesus seperti tertulis dalam injil Yohanes.
Yohanes 1:34;
Tak lama setelah peristiwa pembaptisan Yesus, Yohanes menegor raja wilayah Herodes karena peristiwa Herodias, isteri saudara Herodes, dan karena segala kejahatan lain yang dilakukannya. Akibatnya, Herodes memasukkan Yohanes ke dalam penjara.
Peran Yohanes Pembabtis
Yohanes pembabtis sudah dinubuatkan sebagai seorang yang mempersipkan jalan bagi Tuhan. Kesaksian Yohanes pembabtis tentang dirinya sendiri terdapat dalam injil Yohanes 1 : 19-28. Peran Yohanes saat kedatangan Yesus, adalah sebagai saksi yang mengumumkan kepada dunia kebenaran bahwa Mesias yang disebut Kristus telah datang. Ibaratnya “Pers” saat akan ada kunjungan presiden. Tapi itu hanyalah salah satu gambaran.
Yohanes 1:23;
Yohanes memberitakan bahwa, Yesus yang disebut Mesias sudah datang. Dan kerajaan sorga adalah kasih karunia bagi dunia.
Akhir Pelayanan Yohanes Pembabtis
Akhir pelayanan Yohanes berhubungan dengan peristiwa Herodias, dimana Yohanes menegur Herodes Antipas yang mengambil isteri Herodes Filipus saudaranya. Herodias sebenarnya masih keponakan perempuan dari Herodes Antipas, yang sudah menikah dan mempunyai seorang putri dengan Herodes Filipus, yaitu saudara laki-laki Antipas sendiri.
Dalam injil Markus 6:18 dikatakan Yohanes menegur Herodes perihal tersebut, sehingga Herodes antipas menangkap Yohanes dan membelenggunya didalam penjara.
Dan hal ini juga menjadi dendam Herodias kepada Yohanes dan diam-diam berencana untuk membunuhnya, namun tidak pernah berhasil.
Karena meski Herodes Antipas yang memenjarakan Yohanes, tapi Herodes Antipas pula yang melindunginya , sebab Antipas merasa senang juga mendengarkan Yohanes dan segan kepadanya karena percaya bahwa Yohanes adalah orang suci dan benar.
Kematian Yohanes Pembabtis
Pada suatu kesempatan ketika ulang tahun Herodes Antipas, Ia berkata kepada putri Herodias untuk meminta apa saja kepadanya. Lalu bersumpah akan mngabulkannya. Ini menjadi kesempatan bagi Herodias untuk menyuruh putrinya meminta hadiah kepala Yohanes Pembabtis disebuah talam.
Kisah ini tertulis dalam injil Markus 6:21-29, pada waktu itu, anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya.
Menurut sumber di luar Alkitab, anak perempuan itu bernama Salome. Raja Herodes berkata kepada gadis itu: "Minta daripadaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!".
Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!".
Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes.
Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu, mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.
Penutup
Injil Yohanes 3:30;
Yohanes Pembaptis adalah pribadi yang menjunjung tinggi konsistensinya kepada Tuhan. Ia tahu panggilannya, hanya hidup untuk Kristus, membuka jalan bagi-Nya, dan menyatakan-Nya.
Sumber Referensi :
Alkitab/Bible
https://ceritaalkitabbergambar.wordpress.com
https://truthbook.com/
https://artikel.sabda.org/

No comments