Apa Sebab Yesus Kristus Ditolak
Peristiwa penyaliban Yesus, adalah bentuk penolakan kaum Yahudi kepada Yesus Kristus dan pengajaran-Nya.
Kaum Yahudi dan keinginan mereka membinasakan Yesus, bermula saat Yesus dielu-elukan dibait Allah oleh anak-anak Yahudi.
Beberapa ayat dalam Injil, menyebutkan secara gamblang sebab keinginan mereka membunuh Yesus, yang antara lain karena Iri dan dengki.
Matius 21:15;
Dan ini disaksikan sendiri oleh Pontius Pilatus, yang saat itu menjabat sebagai wali Roma di Yudea, yang juga ikut andil dalam penyaliban Yesus.
Markus 15:10;
Keputusan Pontius Pilatus mengeluarkan hukuman mati, adalah keputusan yang bukan dari hukum manapun, tapi kehendak kaum Yahudi, khususnya para imam dan ahli-ahli farisi.
Meski begitu, penyaliban Yesus merupakan bentuk dari pengaruh politik dan konflik yang kemungkinan bisa terjadi, sehingga mau atau tidak, keinginan kaum Yahudi dituruti.
Sebutan Mesias, berakar dari pengertian Yahudi mengenai seorang tokoh pada masa depan, yang akan datang sebagai wakil Tuhan untuk membawa keselamatan bagi umat Yahudi. Seperti yang tertulis dalam nubuat nabi.
Yesaya 9:5;
Mesias dalam gambaran kaum Yahudi, adalah sosok Raja yang akan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi kala itu. Dan memulihkan kerajaan Daud setelah dikalahkan Kerajaan Babel.
Tapi faktanya, sosok Yesus dianggap hanyalah seorang yang lahir dari keluarga tukang kayu sederhana, tidak seperti mesias yang mereka idam-idamkan.
Matius 13:55;
Peristiwa demi peristiwa yang tengah terjadi selama Yesus mengajar, dan intensitas konflik antara Yesus dan para ahli Taurat dan orang farisi, menjadi pendorong muculnya gerakan melalui rencana penyaliban Yesus.
Faktanya adalah “Kecewa”, yang kemungkinan besar menjadi landasan utama memicu penyaliban Yesus. Hal ini pula telah dikemukakan Yesus, yang mungkin sebagai bagian dari penyaliban-Nya.Matius 11:6;
Sebagian ahli berpendapat bahwa, penyaliban Yesus merupakan bagian dari rencana-Nya sendiri, agar genap yang disampaikan para nabi tentang kematian-Nya dikayu salib.
Akan tetapi, lebih tepatnya adalah, kondisi dan situasi iman kala itu, yang tidak dapat disangkal bahwa, manusia dalam keadaan apapun tidak mau menerima kedatangan Tuhan dengan cara yang Yesus Kristus perbuat.
Bayangkan, ‘’Tuhan yang maha kuasa, lahir di kandang domba, merendahkan diri-Nya untuk hidup seperti manusia biasa, menyebarkan kasih dan pengajaran kepada semua orang’’.
Penyaliban bukanlah skenario Allah, tapi sesuatu yang pastinya terjadi dalam situasi dan kondisi masyarakat yang Allah sendiri tahu pasti terjadi. Dan menjadi suatu resiko yang ditempuh untuk menyelamatkan dunia.

No comments