Breaking News

Bagaimana Tiga Pribadi Satu Hakekat Dipahami

Bagaimana Tiga Pribadi Satu Hakekat Dipahami

Kita harus sadari terlebih dahulu, bahwa Allah adalah sesuatu yang melampaui segalanya. Karena ini bukan matematika, dimana 1+1+1 =3. Tapi metafisika, 1x1x1=1. Jika anda sepakat, maka teruslah membaca.

Sosok Allah tidak bisa digambarkan, karena tidak ada yang sama. Tidak ada dua sosok Allah dialam semesta ini, dan belum ada seorangpun yang pernah melihat Allah.

Alasan dasar mengapa Allah tidak bisa terlihat karena, Allah tidak memiliki wujud material seperti halnya kita manusia yang memiliki daging dan darah. Dengan kata lain, “selamanya” Allah tidak akan bisa terlihat, karena sifat non material-Nya. 

Dan ilustrasi apapun yang diumpamakan untuk menjelaskan siapa itu Allah, hanyalah ilustrasi  untuk sebuah “Ciptaan”, bukan untuk Dia sebagai “Sang Pencipta”.

Tetapi apakah sosok Allah tidak dapat dipercaya karena tidak jelas?. Tentu tidak!. Tapi setiap manusia, haruslah memahami Allah dari sudut pandang sosok pencipta.

Dengan begitu, meski manusia tidak akan mengerti sepenuhnya siapa itu Allah, akan lebih mudah bagi manusia menerima sosok Allah yang misterius dialam semesta ini.

Ada dua hal yang harus dibedakan mengenai sosok Allah, yaitu “Pribadi-Nya” dan “Hakekat-Nya”. Pribadi-Nya adalah Eksistens-Nya, sedangkan Hakekat adalah Esensi-Nya. Bagaimana Tiga Pribadi Satu Hakekat Dipahami, berikut penjelasannya.

Tiga Pribadi “Eksistensi Allah”

Eksistensi adalah yang mempertanyakan pribadi Allah, “Siapakah Dia”. Dia adalah Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Ini adalah tiga pribadi yang dibedakan melalui hakekat-Nya. Dibedakan karena, ketiga pribadi inilah yang mempengaruhi kehidupan ciptaan-Nya.

Kejadian 1:1;

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”

Bapa adalah “Keberadaan Allah”. Dia tidak berawal, tidak berakhir, selalu ada, dan tidak akan pernah hilang. Memiliki otoritas terhadap “Waktu”, sebagai Allah yang “Kekal”, Tuhan Semesta Alam.

Kejadian 1:2;

“Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang diatas permukaan air”

Roh Kudus adalah “Aktifitas Allah”. Dia bebas dan tak terbatas apapun. Memiliki otoritas terhadap “Proses”, sebagai Allah yang “Hidup”, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kejadian 1:3;

“BerFirmanlah Allah “jadilah terang’”. Lalu terang itu jadi”

Anak adalah Firman yaitu, “Sabda Allah”. Dia Alfa dan Omega, yang mengawali sesuatu sampai sesuatu itu jadi. Memiliki otoritas terhadap “Ketetapan”, sebagai Allah yang “Benar”, Tuhan Pencipta Semesta.

Satu Hakekat “Esensi Allah”

Esensi adalah ungkapan yang mempertanyakan hakekat Allah seperti, “Apakah Dia”. Dia Penguasa Jagad Raya. Ini adalah hakekat Allah yang Esa.

Kejadian 1:1;

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”

Injil Yohanes 1:1;

“Pada mulanya adalah Firman ; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah

Rasul Yohanes menjelaskan pada kita bahwa “Awal Mula itu adalah Firman”, dan Firman itu adalah Sabda Allah.

Firman Allah inilah yang mengawali segala ciptaan, dengan aktifitas Roh Kudus yang menciptakan, sehingga langit dan bumi menjadi sempurna.

Tritunggal adalah satu hakekat Allah, yang dibedakan dengan 3 pribadi-Nya sebagai Tuhan. Sehakekat berarti, melakukan hal yang sama, sedangkan tiga pribadi artinya, dengan peran, kuasa dan cara yang berbeda.

Semua hal mengenai segalanya, dilakukan oleh tiga pribadi dalam hakekat Allah. Setiap pribadi memiliki otoritas sendiri dalam hal tertentu, atau menjadi peran utama, sedangkan yang lain menyempurnakannya.

Sehakekat misalnya, Bapa sebagai pencipta, Anak Juga pencipta, Roh kudus juga pencipta. Sedangkan berbeda otoritas misalnya, seperti halnya Firman menjadi manusia yang disebut Yesus Kristus, bukanlah Bapa atau Roh Kudus, melainkan Anak.
 
Dalam hal ini, baik Bapa maupun Roh Kudus, mendukung segala hal yang dilakukan Firman-Nya selama didunia. Sedangkan Firman itu ada dan menjadi manusia karena kehendak Bapa, dan Roh Kuduslah yang menyatakan-Nya.

Ini juga diartikan sebagai saling memiliki dan sederajat, atau ketiga pribadi yang seia sekata dan saling mendukung tanpa kontradiktif, untuk menyempurnakan segala hal secara bersama-sama.

Jadi, Allah Tritunggal Adalah;

“Pribadi yang Hidup dan Benar dan Kekal, dalam hakekatnya sebagai Kasih

Ini adalah Allah Yang Maha Esa yang Firman-Nya nyata datang kedunia manusia, dalam diri Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat dunia, yang dipercaya umat Kristen diseluruh dunia.



Sumber :
Alkitab/Bible

No comments