Hubungan Sedarah Dalam Iman Kristen
Orang kristen menganggap hubungan sedarah tidak dibenarkan. Yang dimaksud hubungan adalah antara laki-laki dan perempuan dalam ikatan asmara maupun persetubuhan.
Larangan tersebut berdasarkan beberapa versi, secara tradisi, medis, maupun alkitab. Alkitab sendiri meski tidak menyatakan secara lugas mengenai larangan tersebut, tapi konsep larangan itu ada.
Dan ada beberapa jenis hubungan yang sebenarnya bukan hubungan sedarah, tapi dianggap sebagai hubungan sedarah.
Larangan dan Hukuman
Satu kisah di alkitab yang paling fenomenal mengenai hubungan sedarah adalah kisah Lot sepupu Abraham, yang bersetubuh dengan kedua putrinya.
Mengapa Lot dan kedua putrinya tidak dihukum Allah jika itu salah?. Begiitu juga dengan banyaknya keturunan Abraham yang kawin saudara. Dan Musa bisa dikatakan sebagai hasilnya.
Hal itu disebabkan karena hukum belum dinyatakan. Orang dihukum karena bersalah, sebab ada larangan dan larangan tersebut adalah juga disebut hukum.
Sebagai contoh, bisakah anda merokok ditempat dimana tidak ada tanda dilarang merokok?. Tentu saja bisa. Sebaliknya.
Larangan dibuat karena berbagai alasan logis seperti berbahaya, mengganggu, merugikan dan lain sebagainya. Dan hukumannya bisa perdata maupun pidana.
Roma 3:20;
Bukan Hubungan Sedarah
Dibeberapa jenis hubungan, ada yang dianggap sedarah, tapi sebenarnya beda, karena dinilai sangat menyerupai.
Yang dimaksud seperti isteri yang suaminya sudah meninggal, bisa dikawini saudara-saudara suaminya, jika ia tidak memiliki anak dengan maksud meciptakan keturunan.
Ini dilakukan dengan maksud, memelihara garis keturunan, seperti dalam tradisi Yahudi. Sekaligus juga melepas aib seorang perempuan yang tidak memiliki anak.
Dizaman sekarangpun demikian, hanya saja lebih bersifat bebas tanpa paksaan atau ikatan tradisi. Baik karena sukarela ataupun untuk menafkahi.
Terlepas dari apakah perempuan tersebut sudah memiliki anak atau belum, selama keduanya dalam status lepas atau tanpa ikatan satu tubuh, maka keduanya layak bersatu.
Layak Tapi Tidak Dianjurkan
Dibeberapa kasus, sepupu saling kawin mengawini seperti yang terjadi dipelosok-pelosok daerah yang masih kental dengan adat istiadatnya.
Sementara dilain tempat, itu dianggap tabu karena berhubungan dengan moral maupun aib kaum keluarga. Sedangkan lainnya karena alasan medis yang masih kontroversi.
Sebenarnya, perkawinan saudara sepupu tidak dilarang, hanya saja, tidak biasa, terlalu dipaksakan, juga karena masih kontroversi sebab kematian Yohanes Pembabtis.
Kritik Yohanes Pembabtis
Jika kita meneliti kembali kisah kematian Yohanes Pembabtis, dalam Markus 6:14-29, hubungan sedarah, menjadi alasan mengapa Yohanes Pembabtis menegur Herodes.
Disebut, sepupu, karena untuk memperjelas status Herodias dan Herodes saat itu. Sementra mantan suami Herodias, sebenarnya juga adalah saudara tiri Herodes dari ayah yang sama
Bisa dikatakan bahwa hubungan mereka sebenarnya adalah dua saudara yang memperistri sepupu mereka sendiri.
Dianggap tidak sah karena saat Filipus masih hidup dan berstatus suami Herodias yang kemudian menikah dengan saudaranya Herodes antipas.
Itu sebabnya peristiwa tersebut bukan soal perkawinan sedarah, tapi hubungan satu tubuh yang masih berlaku atau belum putus antara Herodias dan mantan suaminya.
Untuk itu, kita tidak berspekulasi, sebab hanya Herodes yang ditegur Yohanes, sementara saudaranya tidak. Dan lagi, perkawinan antar sepupu dikalangan bangsa Israel saat itu dan sampai hari ini, tidak dilarang.
Yang Dilarang
Hubungan sedarah adalah sesuatu yang dimaklumi ketika permulaan dunia, akibat polemik keturunan pada bangsa-bangsa sebelum Kristus lahir.
Sebelum hukum taurat, tidak pernah Tuhan Allah melarang hal ini, ataupun berlaku sebagai ketetapan hukum bagi bangsa Israel.
Alkitab menerangkan bahwa moral manusia, adalah juga yang membedakan prilaku budi manusia itu sendiri.
Dengan kata lain, manusia membedakan etika hanya berdasarkan intelektual. Begitu juga dengan perasaan manusia, yang secara alami mampu membedakan prilaku.
Ditambah lagi dengan adanya pendidikan moral dan agama, sehingga sebab akibat hubungan sedarah, menjadi sangat jelas.
Maka ini yang sebenarnya dilarang, bahwa hubungan yang merusak status keluarga. Seperti hubungan orang tua dan anak, juga saudara kandung.
Bukan hanya dianggap salah berdasarkan intelektual manusia, tapi juga memiliki catatan ironi terhadap keteladanan moral manusia.
Sekarang kita mengerti bahwa moral manusia juga berperan dalam menentukan benar salahnya prilaku kita, termasuk juga dosa.
Sumber:
Alkita/Bible

No comments