Breaking News

Apakah Yang Dimaksud Perisai Iman

Apakah Yang Dimaksud Perisai Iman

Tentang bagaimana orang-orang Kristen dapat bertahan dengan imannya, tergantung dari apa yang sebenarnya dimiliki sebagai jaminan hidup kekal.

Disini kita akan membahas Apakah Yang Dimaksud Perisai Iman, yang setiap orang Kristen bergantung padannya.

Berlaku secara spiritual, perisai adalah metaforanya sebuah alat yang digunakan untuk menangkis serangan senjata atau sejenisnya.

Tetapi dalam bahasa iman, perisai iman adalah Firman Allah. Yang pada prinsipnya, menjadi yang utama digunakan anak-anak Allah, untuk menangkis serangan roh-roh jahat.

Hal yang salah yang sudah lama beredar dikalangan rohanian, adalah pernyataan yang menyatakan bahwa, iblis takut dengan hal-hal yang berbau rohani.

Tapi justru sebaliknya, Iblis sering menggunakan Alkitab untuk menyesatkan anak-anak Allah dengan cara memutarbalikan arti Firman Allah.

Kita bisa melihat bagaimana itu ketika iblis mencobai Yesus saat berpuasa dipadang gurun. Iblis memutarbalikan Firman Allah, yang bisa kita baca pada kitab Matius 4:1-11.

Tapi jawaban Kristus sangatlah tegas khususnya pada ayat 4, 7 dan 10, Kristus menggunakan Firman Allah untuk menghardik Iblis, sekaligus meluruskan provokasi Iblis terhadap Firman.

Ini adalah salah satu kisah epic dalam Alkitab, bagaimana Kristus menjadi teladan bagi kita, dalam menanggapi provokasi Iblis terhadap Firman-Nya.

Belajar dari itu, kita tentu bisa menebak alasan mengapa kita sebagai pengikutnyapun harus melakukan hal demiikian, menangkis provokasi Satan dengan Firman Allah.

Firman Allah adalah kunci dari kekuatan iman kita terhadap penyesatan-penyesatan tertentu seperti tipu muslihat Satan yang menggunakan status keimanan kita.

Mengapa demikian?, sebab tidak banyak dari kita pengikut Kristus yang menyadari, betapa pentingnya Firman Allah dalam kehidupan kita.

Kebanyakan dari kita cenderung tidak perduli dan seolah-olah menganggap dengan percaya Yesus, itu sudahlah cukup bagi iman percaya kita.

Namun, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari apa yang sebenarnya sedang bekerja tak kasat mata, yaitu kuasa roh-roh jahat yang perlahan-lahan mengambil alih kendali iman kita.

Ini seperti halnya sebuah pemerintahan yang sah, kemudian diambil alih dengan cara kudeta dari dalam tubuh pemerintahan tersebut.

Akibatnya, pemerintah tersebut kehilangan pengaruhnya dan harus jatuh ditangan sang pengkudeta. Begitu juga dengan iman percaya kita, yang dapat dengan mudahnya disesatkan dengan pengajaran-pengajaran yang menyerupai kebenaran, namun sebenarnya penyesatan.

Kendali iman anak-anak Allah, adalah Firman Allah, atau dengan istilah Perisai iman, suatu benteng yang teguh, yang melindungi dan mengendalikan kita dari kuasa-kuasa kegelapan.

Yakobus 4:7; 

‘’Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!’’

Lawan kita, bukanlah manusia, tapi kuasa-kuasa kegelapan yang tak kasat mata, yang tidak mungkin kita lawan dengan kekuatan fisik kita.

Oleh sebab itu, kita perlu kekuatan yang sama sifatnya, yaitu Firman Allah, yang sangat ampuh menghancurkan kuasa-kuasa jahat dan doktrin sesat.

Perisai iman bukan saja kata-kata yang ada tertulis dalam Alkitab, tapi lebih dalam dari itu, merupakan gambaran kebenaran yang memuat pengetahuan, kebijaksanaan dan apa yang sebenarnya Allah kehendaki.

Sebab kurangnya kesadaran kita akan pentingnya Firman Allah, maka banyak orang Kristen yang jatuh dalam perangkap halus ini.

Kelalaian inilah yang paling umum dimanfaatkan Satan, dalam menciptakan pengaruhnya di tubuh gereja, dengan tujuan memecah belah persekutuan.

Saudara mungkin merasa hal ini sepertinya sepele. Tapi saya ingin beritahu bahwa, ini jauh lebih besar menciptakan kehancuran iman, dari pada apa yang dilarang dalam 10 Perintah Allah.

Maka bagaimana caranya kita menciptakan, memiliki dan memperkuat perisai iman kita, tergantung dari bagaimana hubungan kita dengan Allah.

Pergaulan dengan Allah, adalah fokus utama setiap individu dalam tubuh gereja, bukan saja untuk membentengi diri sendiri, tapi juga gereja secara keseluruhan.



Sumber :
Alkitab/Bible


No comments