Breaking News

Perbedaan Laki-Laki Dan Perempuan

Perbedaan Laki-laki Dan Perempuan

Walaupun tidak dijelaskan secara detail tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam alkitab, kita dapat belajar dari pernyataan-pernyataan, tradisi, maupun aturan yang berlaku semenjak laki-laki dan perempuan itu diciptakan.

Kronologis penciptaan manusia mula-mula dijelaskan pada kitab kejadian pasal 1 dan 2. Begitu juga dengan penciptaan bumi dan segala isinya.

Dalam alkitab, Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan secara sepadan, namun bukan berarti sama persis.

Kejadian 2:20-23;

“Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung diudara, dan kepada segala binatang hutan, tapi baginya sendiri ia tidak menjumpai yang sepadan dengan dia. Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangunnyalah seorang perempuan, lalu dibawaNya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu, inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki”

Sepadan dalam arti, setara secara tingkat sosial dan jenis mahkluk hidup. Dengan sifat dasar yang menyerupai, sehingga laki-laki dan perempuan, hidup saling melengkapi terhadap segala aspek hubungan kehidupan.

1 Korintus 11:8-9;

‘’Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki. Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki. Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa dikepalanya oleh karena para malaikat. Namun demikian, dalam Tuhan, tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah’’

Laki-laki menyinarkan gambaran dan rupa Allah, sedangkan perempuan menyinarkan gambaran dan rupa laki-laki. Namun keduanya berasal dari Allah dan diciptakan Allah.

Itu adalah gambaran dasar dari maksud penciptaan laki-laki dan perempuan. Mengenai karakter maupun sifat laki-laki dan perempuan, tercermin melalui tradisi dan cara hidup keduanya.

Alkitab mendefinisikan 6 Perbedaan Laki-Laki Dan Perempuan secara mendasar dan dominan, baik dalam hal sifat maupun karakter yang pada hakekatnya berlaku secara alami. 

Laki-laki Kuat - Perempuan Cantik #1
(1 Korintus 16:13; Amsal 11:22; )

Laki-laki Kuat - Perempuan Cantik #1Ini tidak berarti laki-laki itu tidak cantik atau perempuan tidak kuat. Tetapi laki-laki tidak akan lebih cantik daripada perempuan, dan perempuan tidak akan lebih kuat dari laki-laki.

Sebagai contoh, tidak akan ada kelas dibidang atletik jika laki-laki dan perempuan sama kuat. Dan tidak akan ada batasan peraturan sosial jika laki-laki dan perempuan sama cantik.

Pada kondisi yang lain, ada seorang perempuan yang lebih kuat dari seorang laki-laki, sebab basik pendidikan keduanya yang berbeda secara sosial.

Namun jika itu pada satu level yang sama, tidak akan pernah ada kesetaraan dalam hal kekuatan, maupun kecantikan.

Laki-laki Logika – Perempuan Emosi #2
(1Timotius 2: 9-12; Ayub 10:5; Yeremia 9:20; Ams 21:19; 1 Korintus 14:35)

Laki-laki Logika – Perempuan Emosi #2ni didasarkan dari bagaimana konstruksi peradaban terbentuk. Baik secara ilmu pengetahuan maupun sosial.

Kita tentu tahu dan sadar betul bahwa peradaban kita, lebih bergantung pada logika dibanding emosi. Dan segala hal mengenai pembangunannya, ditentukan secara mendasar dengan pemikiran yang cerdas.

Meski perempuan ikut berperan, namun kaum laki-lakilah pelaku utama dalam hal, membentuk peradaban manusia secara keseluruhan.

Karena itulah segala hal yang tercipta dalam peradaban manusia sampai hari ini, hampir seluruhnya berasal dari laki-laki.

Sedangkan peran perempuan, lebih dominan dalam hal kemanusiaan, pendidikan dan aspek lain yang berhubungan dengan moral maupun etika sosial. 

Perempuan secara langsung berperan penting dalam pertumbuhan peradaban yang telah ada, dan memanfaatkannya agar tetap bertahan dan berkembang.

Jadi, laki- laki cenderung berperan dalam hal pembangunan peradaban, sedangkan Perempuan lebih dominan pada segala aspek yang berhubungan dengan pertumbuhan peradaban.

Laki-laki Kharismatik – Perempuan Menarik #3
(1 Korintus 11:7; Titus 2:2-5; Ul 22:5; Ams 12:4)

Laki-laki Kharismatik – Perempuan Menarik #3Berlaku dalam kehidupan sosial, dimana kecenderungan kaum laki-laki yang mudah menjadi pengaruh dan pemimpin dalam segala aspek kehidupan.

Sementara perempuan, lebih cenderung menjadi daya tarik, dan secara kreatif meningkatkan produktifitas kehidupan. Ini juga berlaku disegala aspek kehidupan. 

Sebagai contoh negative, kata ‘’Playboy’’. Ini identik dengan peran kaum laki-laki yang cenderung sebagai pemain perempuan.

Sangat jarang atau hampir tidak pernah kita dengar sinonim kata tersebut dikenakan kepada kaum perempuan dan popular seperti kata ‘’Playgirl’’.

Sebaliknya, kaum perempuan identik dengan kata ‘’Gold digger’’, atau dalam bahasa indonesianya ‘’Materialistis’’, yang artinya, seseorang yang melakukan apapun demi upah material.

Kedua contoh tersebut meski dalam gambaran negative tapi memiliki pesan alami bahwa, ada perbedaan mendasar antara kaum laki-laki dan kaum perempuan.

Laki-laki Terhormat – Perempuan Berharga #4
(2 Samuel 18:18; Rut 4:15; Efesus 5:33)

Laki-laki Terhormat – Perempuan Berharga #4Pernahkah anda mendengar istilah ‘’lady’s first’’ ?. Atau dalam bahasa indonesianya ‘’Perempuan duluan’’.

Ini secara alami menjadi pernyataan, bahwa kaum perempuan sebenarnya memiliki nilai yang berharga dibanding kaum laki-laki.

Dan nilai itu bukan saja karena keindahannya, melainkan peran perempuan dalam hal-hal lahiryah dan etika moral alamia.

Begitu juga seperti tradisi dibarat, dimana kaum laki-laki terbiasa membukakan pintu mobil kepada kaum perempuan. 

Bukan secara kebetulan, namun atas dasar penghargaan kemanusiaan pada aspek moral, sosial, tradisi dan generasi.

Sementara kaum laki-laki, dinilai berdasarkan tingkat hirarkinya, yaitu kehormatan. Hal ini secara mendasar maupun alami, nyata didalam segala lini kehidupan manusia.

Sebagai contoh, anak-anak yang lahir didunia ini, menggunakan nama ayahnya. Begitu juga ketika menikah, seorang istri mengganti marga ayahnya dengan marga suaminya, mengapa ?.

Karena secara sosial, laki-laki memiliki andil paling dominan didunia dalam membentuk dan mengendalikan peradaban manusia.

Laki–laki Mengadakan – Perempuan Memelihara #5
(Kejadian 3:16-19; Bilangan 27:8; Imamat 27:7; Pengkhotbah 9:9)

Laki–laki Mengadakan – Perempuan Memelihara #5>Alkitab menyatakan secara jelas peran kaum laki-laki didunia. Yang secara lahiryah untuk mengadakan segala sesuatu.

Sedangkan perempuan bertugas memelihara apa yang ada. Ini berlaku juga secara alami, dalam hal bagaimana manusia itu membangun peradabannya.

Contoh alaminya, mengenai kelahiran manusia melalui transfer genetik. Dimana kaum laki-laki mentransfer genetiknya pada perempuan melalui proses sex, sehingga terjadilah pengandungan.

Dari situ, kaum perempuan memelihara genetik tersebut sampai pada proses kelahiran. Bahkan setelah kelahiranpun, kaum perempuan cenderung lebih dominan dalam hal memelihara.

Sedangkan kaum laki-laki, lebih dominan berperan dalam hal-hal pemenuhan segala kebutuhan perempuan dan anak-anaknya.

Laki-Laki Penemu – Perempuan Pengembang #6

Laki-Laki Penemu – Perempuan Pengembang #6Tentunya kita tahu bahwa, segala jenis penemuan yang ada saat ini, hampir seluruhnya ditemukan oleh kaum laki-laki.

Sedangkan kaum perempuan cenderung berperan dalam hal-hal pemanfaatannya. Pemanfaatan yang dimaksud, bukan hanya menggunakan, melainkan mengembangkan penemuan tersebut secara efisien.

Kesimpulan

Dizaman sekarang, nilai-nilai demikian serasa semakin terkikis dengan pengaruh modernitas yang cenderung menyamakan segala aspek kehidupan antara kaum laki-laki dan kaum perempuan.

Dan itu menyebabkan banyak sekali ketidaksesuaian sosial dan ketidakseimbangan demografi, yang berdampak pada menurunnya kualitas dan kuantitas manusia secara individu maupun secara sosial.

Enam hal tersebut adalah faktor kronis pada manusia laki-laki dan perempuan. Dan karena merupakan kondisi alami, sehingga berpengaruh sangat besar terhadap hubungan dan kelangsungan eksistensi keduanya.

Jadi, kesetaraan antara kaum laki-laki dan perempuan adalah kesamaan status sosial. Sedangkan sepadan berarti, saling melengkapi dalam setiap aspek kehidupan alami manusia ciptaan Allah.

 

Sumber :
Alkitab/Bible

No comments