Musa Sang Pembebas Israel
Sangat banyak cerita yang beredar mengenai sosok Musa, sebagian berdasarkan sejarah, sebagian lagi ditulis berdasarkan fiksi yang dicampur dengan versi cerita sejarah dan Alkitab.
Kisah dalam cerita ini, adalah versi asli,yang dirangkum dari Alkitab, dan tertulis dalam kitab keluaran, mengenai kisah hidup salah satu tokoh atau nabi besar yang paling dihormati.
Musa adalah nabi terpenting dalam Yudaisme. Dia pemimpin bangsa Israel dan pemberi hukum, sekaligus yang menjadi penulis dari lima kitab pertama dalam Alkitab yaitu Taurat.
Musa dipandang sebagai tokoh bersejarah, guru , Nabi, bahkan sebagai pahlawan pembebas bangsa Israel dari perbudakan di mesir.
Diperkirakan kisah Musa terjadi pada tahun 1290-1224 SM ketika Firaun saat itu adalah Rameses II (1290-1224 sM). Sedangkan Firaun penggantinya adalah Seti Merneptah II (1224-1214 sm). Berikut biografi singkat nabi Musa Sang Pembebas Israel.
Nama Asli : Musa Bin Amram
Arti : Dianggat/diambil dari air
Lahir : 1290 SM (Perkiraan)
Mati : 1170 SM (Perkiraan)
Ayah : Amram Bin Kehat
Ibu : Yokhebed Bin Lewi
Saudara : Harun Dan Miryam
Status : Nabi Besar
Pengutusan : Pembebasan bangsa Israel dari perbudakan mesir.
Kelahiran Musa
Musa lahir pada masa ketika bangsanya Israel diperbudak dimesir. Bertepatan dengan kekuatiran Firaun terhadap bangsa Israel yang kian hari kian bertambah banyak.Hal itu menyebabkan Firaun dengan bermacam-macam cara, ingin mengurangi populasi Israel yang ada, khususnya laki-laki.
Salah satu caranya adalah dengan memberi perintah kepada para prajuritnya untuk membinasakan semua bayi laki-laki Israel, dengan membuang mereka disungai Nil.
Orang tua Musa berasal dari keturunan Lewi, yang pada saat itu sempat menyembunyikan Musa selama tiga bulan lamanya, tetapi kuatir prajurit mesir akan menemukannya, maka dengan terpaksa harus menghanyutkannya bayi Musa kesungai Nil dengan harapan, akan ada seseorang yang menyelamatkannya.
Sementara kakak perempuan Musa, yaitu Miryam, mengikuti keranjang itu dan mengawasi dari jauh, apakah yang akan terjadi dengan adiknya.
Beruntung seorang putri Firaun (diidentifikasi sebagai Ratu Bithia di Midraash), hendak mandi disungai Nil, melihat sebuah keranjang yang hanyut dan memerintahkan hambanya perempuan mengambilnya.
Ketika dilihatnya isi keranjang itu, maka timbulah iba sang putri dan berkata, tentulah ini bayi orang ibrani.
Keluaran 2:6’
Melihat kejadian itu, Maryam kakak Musa, bertanya kepada Putri Firaun itu, dan menyarankan akan memanggil seorang inang dari perempuan ibrani yang akan menyusui bayi itu.
Putri Firaunpun setuju, lalu menyuruhnya membawa bayi itu untuk disusui, dan akan memberi upah ketika sudah selesai.
Saat anak itu dikembalikan kepadanya, Putri Firaun itupun memberi nama “Musa”, sebab ia telah menariknya dari air sungai Nil.
Masa Kecil Musa
Sejak Musa ditemukan sampai Ia cukup besar untuk dikembalikan kepada putri Firaun, Musa dirawat oleh ibu kandungnya sendiri yaitu Yokebeth dirumah mereka. Setelah itu, Musa dikembalikan dan diangkat anak tiri oleh putri Firaun lalu diasuh olehnya.Meski tidak dijelaskan secara detail mengenai masa kecil Musa, tetapi dari cerita itu kita bisa mengetahui, bahwa masa kecil Musa tidak sama seperti kedua saudaranya Harun dan Miryam.
Musa tidak merasakan kejamnya perbudakan yang dialami kedua saudaranya. Ia diasuh dengan baik, dan dibesarkan di antara kemegahan istana kerajaan Mesir sebagai pangeran.
Sebagaimana seorang ibu, putri Firaun memastikan bahwa Musa memiliki yang terbaik dari segalanya, termasuk pendidikan.
Dari prestasinya di kemudian hari, terbukti ia memiliki pengetahuan yang mendalam tentang masalah agama, sipil, dan militer.
Masa Remaja Musa
Musa tumbuh dilingkungan istana dengan ragam pendidikan sebagaimana halnya seorang pangeran mesir dengan segala kemegahan.Dalam kurun waktu yang sama, masa remaja Musa dipengaruhi dengan beragam pendidikan seperti filsafat , yang biasanya dipraktekan untuk memeriksa kasus atau semacam mempelajari konsep ketuhanan para dewa dan dewi mesir kuno.
Metode pendidikan dimesir kala itu adalah latihan, menirukan perbuatan, dan yang penting adalah aktivitas. Sedangkan membaca dan menulis diajarkan namun terbatas.
Pendidikan moral diajarkan dengan berbicara, dimana gurunya berpidato, kemudian diadakan tanya jawab. Mereka mengajarkan pengetahuan mereka melalui literature dan tulisan hieroglyph, yang ditulis pada prasasti,dll. Tulisan Hieroglyph berkembang sekitar tahun 3500 SM.
Musa sendiri memiliki karakter yang keras dan pemarah. Ia sangat sulit mengendalikan dirinya ketika sedang marah. Hal itu jugalah yang membuatnya harus melarikan diri dari mesir ke negeri asing, tanah orang Midian.
Ketika Musa tumbuh dewasa, entah dari mana Ia mengetahui bahwa sebenarnya Ia adalah keturunan Ibrani, sama seperti para budak Ibrani dimesir.Suatu ketika, dia menjadi sangat marah saat menyaksikan seorang mesir secara brutal memukuli seorang budak Ibrani, dan iapun membunuh orang mesir itu. Lalu menyembunyikan mayatnya dipasir.
Keesokan harinya, Ia melerai dua orang Ibrani yang sedang berkelahi. Namun kedua orang Ibrani itu malah menganggapnya sebagai seorang pembunuh, karena mereka mengetahui bahwa Musa telah membunuh seorang mesir.
Ketika firaun mendengar mengenai perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Musapun menjadi takut dan Khawatir akan hukuman Firaun, ia melarikan diri ke gurun Midian sebagai orang asing.
Disanalah Ia kemudian bertemu dengan anak perempuan seorang Imam Midian, ketika Ia saat itu sedang duduk ditepi sebuah sumur. Mereka adalah kaum gembara yang sering datang menimba air untuk memberi minum ternaknya.
Keluaran 2:16;
Musa sempat menolong mereka saat beberapa gembala lain ingin mengambil alih sumur yang sudah mereka tempati.
Ketika Imam median mendengar tentang Musa, disuruhlah anak-anaknya untuk memanggilnya. Imam itu kemudian meminta Musa untuk tinggal dirumahnya dan memberikan Zipora anaknya kepadanya.
Musa bersedia tinggal dirumah mereka dan kawin dengan Zipora. Mereka memiliki anak laki-laki dan menamainya Gersom yang artinya “Aku telah menjadi seorang pendatang dinegeri asing”.
Pengutusan Musa
Peristiwa pengutusan Musa terjadi digunung Horeb, dimana malaikat Tuhan menampakan diri padanya didalam nyala api yang keluar dari semak duri (Keluaran pasal 3)Tuhan kemudian berbicara, dan menyuruhnya kembali kemesir untuk membebaskan bangsanya dari perbudakan.
Bersama Istri dan anaknya, Ia kembali kemesir seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Iapun bertemu dengan saudaranya Harun diperjalanan yang juga diperintahkan Tuhan untuk menjemputnya.
Ketika sampai dimesir, berbicaralah Musa dan Harun kepada bangsa Israel tentang semua firman yang diucapkan dan diperintahkan Tuhan kepadanya.
Setelah itu, Ia dan Harun saudaranya pergi menghadap Firaun untuk meminta Firaun membebaskan bangsanya dari perbudakan (Keluaran Pasal 5).
Namun, Firaun menolak permintaan Musa dan Harun yang justru sebaliknya, Firaun malah menambah lebih berat pekerjaan yang dilakukan para budak Israel.
Ketika bangsa Israel mulai putus asa, pergilah Musa dan Harun kedua kalinya menghadap Firaun. Namun saat itupun Firaun menolak mereka seperti yang dikatakan Tuhan.
Peristiwa itu terjadi ketika Musa genap berusia delapan puluh tahun, dan Harun berusia delapan puluh tiga tahun. Tercatat dalam Alkitab, peristiwa Musa dan Harun menghadap Firaun sebanyak 12 kali.
Dan kisah terpenting dari itu adalah, bagaimana Tuhan yang maha kuasa, mempermainkan Firaun dan bangsannya yang dikenal dengan sebutan “10 Tulah” (Keluaran pasal 7 - 12).
Tulah kesepuluh adalah tulah terakhir yang memaksa Firaun untuk membebaskan umat Israel keluar dari tanah mesir. Adapun lama masa perbudakan bangsa Israel ditanah mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun.
Masa Pelayanan Musa
Setelah bangsa Israel keluar dari mesir, Tuhan tidak menuntun mereka melalui jalan bangsa Filistin, karena mereka belum benar-benar siap berperang dan bisa saja mereka kemudian berpaling dari Tuhan.Sehingga Tuhan menuntun mereka berputar melalui padang gurun ke Laut Tiberau, dengan tuntunan tiang api pada malam hari, dan tiang awan pada siang hari.
Saat yang bersamaan, Tuhan mengeraskan hati Firaun untuk bertindak menghabisi bangsa Israel dipadang gurun. Hal itu dilakukan Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya kepada segala bangsa.
Firaun mengerakan seluruh angkatan bersenjatanya untuk mengejar bangsa Israel dipadang gurun. Namun Tuhan berfirman kepada Musa bahwa Tuhan sendirilah yang akan menyelamatkan bangsanya.
Disinilah salah satu kisah heroik yang tercatat dalam sejarah bangsa Israel dan kisah yang paling terkenal di Alkitab, yaitu saat Musa dengan kuasa Tuhan membelah laut Tiberau.
Pada kisah ini, Musa mengulurkan tangannya keatas laut, dan lautpun terbelah, sehingga bangsa Israel bisa menyeberang. Sedangkan Firaun dan pasukannya yang sedang menyusul, ditenggelamkan dilaut ketika semua bangsa Israel tiba diseberang.
Adapun bangsa Israel saat itu belum memiliki aturan atau ketetapan hukum, sehingga mengenai segala aturan hukum bagi mereka diselesaikan oleh Musa sendiri.
Maka Allah memanggil Musa ketika berada digunung Sinai, dan memberikan hukum dan segala ketetapan yang dikehendaki Allah bagi bangsa Israel.
Hukum itu jugalah yang dipatuhi dan menjadi landasan hukum turun temurun bangsa Israel sampai hari ini, yang terkenal dengan nama “10 Perintah Tuhan”.
Kedua loh batu yang pertama ditulis Allah sendiri, tapi dihancurkan Musa saat ia marah ketika didapatinya bangsa Israel sedang menyembah lembu tuangan (keluaran 32:19).
Sedangkan dua loh batu yang baru, ditulis Allah yang sama sepeti firman pada dua loh batu yang pertama (Imamat 10:4).
Selama masa pelayanan Musa, banyak sekali pelanggaran yang dilakukan oleh bangsa Israel melawan Allah. Akan tetapi, Musa selalu yang menjadi perantara sebagai pendamaian dosa mereka dengan Allah.
Meski bangsa Israel tidak taat dihadapan Allah, namun ketika mereka sadar akan dosa mereka, Allah kemudian membela mereka dan menghalau semua musuh-musuh mereka.
Akan tetapi, selama perjalanan, bangsa Israel sering bersungut-sungut atau mengeluh, maka timbulah murka Allah dan menghukum keturunan mereka sebagai pengembara dipadang gurun selama 40 tahun lamanya.
Bilangan 14:33:
Beragam peristiwa yang terjadi kepada bangsa Israel, selama mereka mengembara dipadang gurun, termasuk penaklukan, pemberontakan, pelanggaran, ketaatan dan segala upaya yang dilakukan Musa agar Allah tidak membinasakan mereka, sampai pada hari dimana Tuhan Allah memberikan tanah yang telah Ia janjikan.
Kematian Musa
Tercatat dalam kitab Taurat bahwa, mulai dari masa pengutusan Musa, sampai dengan akhir pelayanan dan kematiannya adalah selama 40 tahun.Ia memulai pelayanannya ketika berumur 80 tahun, ditambah dengan pengembaraan bangsa Israel dipadang gurun selama 40 tahun. Umur Musa ketika Ia berpulang adalah 120 tahun.
Ulangan 31:2;
Meski Ia tidak diizinkan untuk masuk ketanah yang telah dijanjikan Tuhan Allah kepada bangsa Israel, tetapi Tuhan Allah masih berkenan mengizinkannya melihat negeri yang dijanjikan kepadanya dan bangsanya.
Adapun alasan mengapa Tuhan Allah tidak mengizinkan Musa dan Harun masuk kenegeri yang dijanjikan itu karena, Musa dengan amarahnya tidak menghormati kekudusan Tuhan Allah.
Peristiwa itu terjadi ketika bangsa Israel tidak menemukan air untuk diminum, sehingga mereka bertengkar. Dan Tuhan memerintahkan Musa dan Harun untuk berbicara kepada bukit batu itu agar mengeluarkan airnya seperti yang diperintahkan.
Akan tetapi, Musa dengan amarahnya memukul bukit batu itu dengan tongkatnya sebanyak dua kali, sehingga hal itu dipandang Tuhan Allah sebagai pelanggaran. Tempat itu sekarang dinamakan mata air meriba. (Bilangan 20:7-13).
Sebelum kematiannya, Musa diperintahkan Tuhan untuk mengangkat Yosua Bin Nun sebagai penggantinya, setelah itu, ia naik kepegunungan Abarim, digunung Nebo, keatas puncak Pisga. Disana Tuhan Allah memperlihatkan padanya seluruh negeri itu.
Disitulah Musa mati dan dikuburkan di lembah Bet-Poer, ditanah Moab, namun tidak ada seorangpun yang tahu kuburnya sampai dengan hari ini (Ulangan34:1-8).
Sumber Referensi :
Alkitab/Bible
www.notablebiographies.com/Mo-Ni/Moses.html#ixzz6dTE2iDOz

No comments