Breaking News

Yesus Kristus Dari Nasaret

Yesus Kristus Dari Nasaret

Yohanes 1 : 1-3;

“Pada mulanya adalah Firman: Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia padamulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada satupun yang jadi dari segala yang telah dijadikan”

Yesus Kristus secara historis adalah tokoh terbesar dan termasyur sepanjang sejarah umat manusia. Menurut dominasi kristen, Yesus diakui sebagai FIrman Allah yang berasal dari Allah sendiri.

Dikandung dari Roh Kudus, lahir dari perawan maria, disalibkan, mati dan dikuburkan. Pada hari yang ketiga, bangkit dari antara orang mati dan naik keseorga.

Umat kristen juga meyakini bahwa Yesus adalah mesias yang dinantikan sebagai penebus dosa manusia. Dan akan datang pada kedua kalinya, untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati pada akhir zaman. Berikut ini adalah beberapa catatan sejarah mengenai Yesus Kristus Dari Nasaret.

Kelahiran Yesus Kristus

Kelahiran Yesus Kristus Dalam 4 kitab pertama perjanjian baru injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, sejarah Yesus ditulis jelas. Masing-masing Injil menceritakan kejadian yang sama dengan sudut pandang yang berbeda.

Kelahiran Yesus, sudah dinubuatkan sejak zaman dahulu kala oleh para nabi sebagai Mesias putra Allah pencipta semesta.

Kitab perjanjian lama mencatat nubuat para nabi sebelum kelahiran-Nya, sedangkan sejarah maupun riwayat kehidupan Yesus, dicatat dalam alkitab bagian perjanjian baru.

Yesus lahir di betlehem, di yudea sekitar tahun 4 SM, ketika Yusuf tunangan Maria bermaksud mengikuti sensus penduduk dikota asalnya Betlehem Yudea atas titah Kaisar Agustus.

Ia membawa serta Maria Ibu Yesus saat sedang mengandung. Namun, ketika sampai di sana, tibalah saatnya Maria bersalin, dan Ia melahirkan seorang bayi laki-laki dikandang domba betlehem didaerah para gembala, seperti yang tertulis dalam nubuat.

Mikha 5 : 1;

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala”

Adapun Yesus sendiri disebut dari nasaret, karena nasaret adalah kota asal Maria dan Yusuf ketika malaikat Gabriel diutus Allah untuk memberitakan kabar kelahiran Yesus.

Kelahiran Yesus diberitakan pertama kali oeh kaum gembala, yang saat itu sedang menjaga kawanan domba dekat betlehem.

Maka pergilah mereka ke betlehem, untuk melihat anak yang baru dilahirkan itu. Dan setibanya disana, mereka meberitahukan apa yang disampaikan malaikat Allah tentang anak itu.

Begitu pula dengan orang-orang majus dari timur, yang datang untuk menyembah Raja yang baru dilahirkan, seperti yang tertulis dalam nubuat para nabi.

Mereka mengikuti bintang timur yang berhenti diatas tepat diamana anak itu berada. Dan merekapun mempersembahkan persembahan berupa emas, kemenyan dan mur, kemudian pulanglah mereka kenegeri asalnya.

Dan oleh karena niat jahat Herodes, maka menyingkirkan maria dan Yusuf kemesir sampai Herodes mati. Hal ini supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh Nabi “Dari Mesir, Ku panggil Anak-Ku”

Salah satu arkeolog terbesar sepanjang masa, Sir William Ramsay, yang yang sebelumnya berpikir bahwa, dia secara ilmiah akan mendiskreditkan dan membuktikan kebohongan catatan Lukas, dengan mengunjungi dan memeriksa tempat-tempat yang disebutkan dalam Injil dan kisah para rasul.

Tempat-tempat tesebut salah satunya adalah tempat kelahiran Yesus dibetlehem, yang mana sekarang sudah menjadi gereja Navtivity.

gereja NavtivityRamsay adalah murid dari kritikus jerman yang lebih skeptis pada abad ke-19, mengatakan bahwa, perjanjian baru adalah buku risalah agama yang tidak dapat dipercaya, ditulis pada pertengahan abad ke-2 oleh individu-individu yang jauh hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang digambarkan.

Namun setelah bertahun-tahun menapaki jejak-jejak catatan Lukas, terutama mengenai perjalanan Paulus, serta melakukan penggalian arkeologis di sepanjang perjalanan, Ramsay secara menyeluruh berbalik pandangannya terhadap alkitab dan sejarah abad pertama.

Ramsay menjadi yakin bahwa kisah para rasul ditulis pada abad pertama oleh pengarang tradisional, dan dia memberikan penghormatan sangat tinggi bagi Lukas sebagai seorang sejarawan.

Dia menulis, “Lukas adalah seorang sejarawan kelas satu; tidak hanya fakta-fakta pernyataannya dapat dipercaya, dia memiliki pikiran sejarah yang benar dan harus ditempatkan di antara para sejarawan terbesar.”

Pada tahun 1896, ramsay mulai mempublikasikan penemuan-penemuannya dalam sebuah buku berjudul “st. paul the Traveler dan the roman citizen” (santo paulus sang penjelajah dan warganegara roma).

Buku ini menimbulkan kemarahan dan kekagetan di antara para skeptis di dunia, karena pengesahannya atas catatan alkitab benar-benar tak terduga.

Selama lebih dari 20 tahun berikutnya, dia mempublikasikan volume-volume lain yang menunjukkan bagaimana dia menemukan Lukas sangat akurat dalam detail terkecil dari tulisannya. Bukti-buktinya begitu kuat sehingga banyak Atheis akhirnya menyerah dan memeluk Kekristenan.

Masa Kecil Yesus Kristus
 
Masa Kecil Yesus Injil bukanlah biografi tentang Yesus, tetapi kesaksian iman para rasul tentang Yesus yang adalah Allah dan penyelamat (Kis 2:32.36; 5:31; bdk. Rom 1:4).

Realitas objektif dari jati diri ilahi Yesus, sudah ada sejak Ia dilahirkan, bahkan pada saat pengandungan-Nya. Ini adalah tahap lebih lanjut dalam proses pembentukan Injil yang tercermin dalam kitab Matius dan Lukas.

Kedua penginjil menceritakan proses pengandungan dan kelahiran Yesus dengan semua tanda heran yang menyertai, dengan pesan “Manusia tidak bisa menjadi Allah, tapi Allah bisa menjadi manusia”.

Inilah sebabnya Iinjil tertua, Markus, tidak mengisahkan masa kecil Yesus. Karena fokus utamanya ialah pewartaan tentang Yesus yang bangkit.

Begitu pula ketika Yohanes menulis injil sekitar tahun 100 Masehi, diandaikan bahwa Yohanes sudah mengetahui tentang ketiga injil terdahulu. Maka, dia tidak ingin mengulangi hal yang sudah ditulis, tapi Yohanes hendak melengkapi yang sudah ada.

Dengan menyebut Putra Allah sebagai sabda, Yohanes menghubungkan peristiwa penjelmaan Putra Allah menjadi manusia dengan kisah penciptaan dalam kitab Kejadian.

Disitu, Allah bersabda untuk menciptakan dunia. Dan sebagai Sabda, Putra Allah ikut berperan penting pada momen penciptaan.

Sebutan itu juga mencerminkan hikmat sabda Allah, yang memberi kehidupan, yang merupakan pancaran murni dari kemuliaan yang maha kuasa.

Kebangkitan Yesus membuat para rasul sadar bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Jati diri Yesus sebagai Allah ini pasti juga sudah ada sejak awal penampilannya di depan umum. Kebangkitan-Nya menyingkap martabat Ilahi yang memang sudah ada sebelumnya.

Pengertian inilah yang tercermin didalam Injil Markus. Dimana momen penting dalam kristologis mulai dari kebangkitan ke peristiwa awal penampilan Yesus di depan umum, yaitu pembaptisan oleh Yohanes.

Peristiwa itu mewahyukan jati diri Yesus: “Engkaulah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Markus 1:11).

Maria Ibu YesusPewahyuan kepada Maria Ibu Yesus adalah mengenai jati diri Yesus yang disampaikan malaikat, yaitu bahwa anak yang dikandung nya berasal dari Roh Kudus (Mat 1:20; Luk 1:35), dan bahwa anak itu “akan disebut kudus, Anak Allah.” (Luk 3:38).

Dengan mengetahui jati diri sesungguhnya dari Putra Allah, Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia, Yohanes mengajak kita untuk mensyukuri dan mengagumi, “Begitu besar kasih Allah akan dunia, sehingga Ia memberikan Putra- Nya yang tunggal.” (Yoh 3:16).

Masa Remaja Yesus Kristus

Masa Remaja Yesus KristusAda rentang waktu yang cukup panjang yaitu antara usia 12 tahun hingga 30 tahun, dimana tidak ada penampakan atau aktivitas Yesus yang tercatat.

Yesus lahir dan dibesarkan dalam lingkungan tradisi Yahudi, dimana seseorang akan dianggap dewasa, matang, cukup umur untuk mengajar, adalah saat berusia 30 tahun.

Inilah usia dimana seseorang mulai “diakui” sebagai guru (rabbi) oleh lingkungan masyarakat Yahudi. Yesus yang lahir dan besar dalam budaya tersebut mengetahui hal itu dengan pasti.

Itulah mengapa, ia mulai muncul dan mengajar ketika berusia 30 tahun. Kitab-kitab Injil yang ditulis dalam budaya Yahudi juga merefleksikan hal yang sama.

Para penulisnya tidak mengganggap perlu untuk menulis kisah hidup Yesus sebelum usia 30 tahun maupun keseluruhan aktivitasnya selama tiga tahun mengajar dan melakukan mujizat.

Jadi para penulis injil hanya memilih untuk menulis kisah, ajaran, maupun segala sesuatu yang berhubungan dengan tujuan utama kedatangan Yesus ke dunia, yaitu untuk menjadi Juru Selamat yang menebus dosa manusia.
 
Masa Pelayanan Yesus Kristus

Masa Pelayanan Yesus KristusPelayanan Yesus Kristus adalah riwayat pekerjaan yang dilakukan semasa hidup-Nya di dunia. Kronologi pelayanan ini diyakini selama 3.5 tahun, sekitar tahun 27-29, dan tanggal berakhirnya dalam rentang tahun 30-36 Masehi.

Dimulai sejak pembaptisan-Nya di wilayah provinsi romawi yudea, trans-yordan, sungai Jordan, dan berakhir di kota yerusalem, setelah perjamuan malam terakhir dengan para murid-Nya.

Tahun pertama dapat disebut sebagai tahun ketidakjelasan, disebabkan catatan yang dimiliki mengenai tahun ini sangat sedikit, karena selama masa itu, Yesus hanya sedikit muncul dihadapan umum. Tahun ini dihabiskan oleh-Nya di nazaret.

Tahun kedua adalah tahun pelayanan publik, selama tahun ini, beberapa negara telah mengenal Yesus; kegiatan-Nya tetap, dan reputasi-Nya telah terkenal diseluruh negeri. Bahkan hampir diseluruh Galilea.

Tahun ketiga adalah tahun perlawanan, ketika pelayanan publik berkurang. Musuh-musuh-Nya bertambah dan melawan Yesus secara terus-menerus, dan akhirnya Yesus menjadi korban dari kebencian.

Enam bulan pertama dari tahun terakhir ini dilewati-Nya di Galilea, dan enam bulan terakhir dilalui-Nya di daerah lain" (Stalker's Life of Jesus Christ, p. 45).

Kitab Injil adalah saksi mata dari segala sesuatu yang telah Yesus Kristus firmankan dan kerjakan dalam berbagai segi. Kegiatan dan dasar pelayanan Yesus, disarikan dalam injil Matius. Dan selama di muka bumi, Yesus melakukan berbagai pelayanan yang melingkupi antara lain (tapi tidak terbatas pada):

- Menyebarkan ajaran tentang Kerajaan Allah, kasih Allah, dan hidup yang kekal (Matius 5-7, Lukas 10:25, Lukas 8:1).
- Memberikan pengampunan akan dosa (Lukas 7:37-50)
- Memberikan konseling pribadi (Yohanes 3)
- Memberikan pemuridan (Lukas 11:1-5)
- Merangkul dan bergaul bersama orang-orang yang dianggap sampah oleh masyarakat (matius 9:10-11).
- Bahkan dalam kenyataannya, sejumlah murid Yesus dulunya adalah seorang pemungut cukai (matius 10:3), yakni seorang penagih pajak, yang dibenci oleh masyarakat karena dianggap kaki tangan penjajah.
- Mengadakan mujizat-mujizat (matius 14:15-21), mengusir roh jahat (markus 1:23-26), menyembuhkan penyakit (matius 8:5-13)
- Mengecam dan menegur para ahli-ahli agama (ahli Taurat) yang pada saat itu hidup menyimpang dari ajaran Taurat yang mereka sendiri ajarkan (Matius 12:34)
- Menebus dosa manusia (Yohanes 3:16)

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan injil kerajaan sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Kematian Yesus Kristus

Kematian Yesus KristusHukuman mati dengan disalibkan dijatuhkan atas perintah gubernur kerajaan romawi untuk provinsi Yudea, Pontius Pilatus, berdasarkan laporan para pemuka agama Yahudi saat itu, bahwa Yesus Kristus mengaku sebagai raja orang Yahudi.

Berita penyaliban dan kematian ini dicatat di sejumlah tulisan sejarawan kerajaan Romawi, orang Yahudi dan murid-murid Yesus. Catatan yang paling detail ditemukan di kitab-kitab injil dalam bagian perjanjian baru alkitab Kristen.
 
Alkitab mencatat kisah penyaliban dan kematian Yesus dalam keempat injil. Sekalipun keempatnya, punya ciri khas tersendiri dalam menggambarkan peristiwa kematian Yesus, yang secara harmonis mencatat kronologi peristiwa penyaliban dan kematian Yesus sebagai berikut.

1. Perjamuan makan di malam sebelum Yesus disalibkan (Perjamuan Terakhir)
2. Pengkhianatan salah seorang murid terdekatnya, Yudas
3. Yesus berdoa di taman Getsemani
4. Penangkapan Yesus di taman Getsemani
5. Pengadilan Yesus di hadapan pemuka-pemuka agama Yahudi
6. Penyangkalan sebanyak tiga kali oleh murid terdekatnya, Petrus, bahwa ia mengenal Yesus.
7. Pengadilan Yesus menurut hukum Romawi yang dilakukan oleh Pontius Pilatus
8. Yesus dibawa ke Golgota untuk disalibkan. Di sana Dia mati dan dikuburkan di dekat sana.
9. Kematian Yesus Kristus sang juru selamat manusia terjadi pada abad ke-1 masehi, diperkirakan antara tahun 30-33 m.

Menurut penanggalan Yahudi, Ia mati tergantung di atas salib, tanggal 14 nisan, beberapa jam sebelum hari paskah Yahudi dirayakan (tanggal 15 nisan, dimulai pada sekitar pk. 18:00 saat matahari terbenam).

Tercatat Yesus mengatakan 7 kalimat selama disalibkan sampai mati-Nya.

1. "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Lukas 23:34).
2. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43).
3. "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" (Yohanes 19:26-27).
4. “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46).
5. " Aku haus!" (Yohanes 19:28).
6. "Sudah selesai" (Yohanes 19:30).
7. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku'' (Lukas 23:46).

Kematian Yesus terjadi setelah jam 3 sore dan sebelum jam 6 malam. Pada saat yang sama, domba paskah disembelih di bait suci, yaitu menurut aturan ketat dari hukum Taurat dilaksanakan antara pukul 3 sampai 5 sore, tanggal 14 nisan.

Kebangkitan Yesus Kristus

Kebangkitan Yesus KristusTerutama dalam injil, Yesus Kristus menjalani penderitaan dan kemudian mati disalibkan di bawah pemerintahan gubernur Yudea, Pontius Pilatus, pada tanggal 14 nisan (~bulan April) sekitar tahun 30-33 masehi.

Menurut murid-murid-Nya dan sejumlah catatan lain, Ia bangkit kembali dari kematian pada hari yang ketiga, yaitu setelah tanggal 17 nisan. Hari itu merupakan hari pertama dalam minggu. Kubur tempat Ia diletakkan setelah mati-Nya terbuka kosong.

Sekitar 500 orang melihat Dia hidup lagi setelah kematian-Nya, dan sejumlah dari mereka melihat-Nya terangkat naik ke langit sampai menghilang tertutup awan. Mayat maupun kuburan-Nya yang kedua tidak pernah ditemukan.

Peristiwa ini ditunjuk dalam terminologi kristen sebagai kebangkitan Yesus Kristus, yang diperingati dan dirayakan oleh seluruh umat Kristen setiap tahun yaitu paskah.
 
Kenaikan Yesus Kristus

Kenaikan Yesus KristusKenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus. Periwtiwa ini disaksikan oleh murid-murid-Nya.

Kitab kisah para rasul mencatat lebih detail mengenai percakapan antara Yesus dan murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya.

Sekitar 500 orang melihat Dia hidup, dan sejumlah dari mereka melihat Yesus terangkat naik ke langit sampai menghilang tertutup awan.

Para murid Yesus digambarkan masih belum memahami benar arti seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berharap bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel.

Namun, ada dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang telah diberikan Yesus kepada mereka.

Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari dunia. Ia berpesan kepada murid-murid-Nya: ", kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi".
 
Penutup

Saat ini, banyak penganut ajaran didunia menganggap sosok Yesus dengan berbagai pandangan. Seperti sebagai nabi, tokoh besar dalam ajaran kristen, orang saleh, dan lain-lain.

Menentang klaim para kritikus, seorang sarjana Yunani terkemuka, profesor John A. Scott, mengingatkan kepada mereka yang tidak percaya kepada reputasi Lukas sebagai seorang sejarawan.

Dan bahwa dia mendasarkan catatannya dari sumber utama. Kenneth s. wuest mengatakan dan menyatakan, “Anda tidak dapat membohongi dokter Lukas.”

Status Lukas sebagai sejarawan kelas dunia, akurat bahkan dalam detail yang terkecil, telah diungkapkan melalui arkeologi modern.

Semua orang Kristen diseluruh dunia percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Kisah kelahiran-Nya tercatat sebagai fakta sejarah yang tidak dapat dibantahkan.

Mara bar-serapion, dari syria, menulis antara 70-200 m dari dalam penjara untuk memotivasi anak laki-lakinya, untuk meniru guru-guru bijaksana dari masa lampau:

Keuntungan apa yang diperoleh orang athena dengan membunuh Socrates?. Kelaparan dan tulah datang ke atas mereka sebagai penghakiman karena kejahatan mereka.

Keuntungan apa yang diperoleh orang samos dengan mengubur pythagoras? Dalam waktu singkat negeri mereka ditimbuni pasir.

Keuntungan apa yang diperoleh orang Yahudi dengan menghukum mati raja mereka yang bijaksana? Sejak waktu itulah kerajaan mereka dilenyapkan. Allah dengan adil membalaskan ketiga orang bijaksana ini.

Orang Athena mati kelaparan, orang Samos disapu lautan, orang Yahudi dihancurkan dan diusir dari negeri mereka, hidup di tempat yang tercerai-berai sepenuhnya.

Tetapi Socrates tidak mati untuk selamanya, dia hidup dalam ajaran Plato. Pythagoras tidak mati untuk selamanya, dia hidup dalam patung Hera. Tidak juga raja bijaksana mati selamanya, dia hidup dalam ajaran yang dia berikan, “Christianity:.


Sumber Referensi :
https://psbobby.wordpress.com
https://kitabhenokh.wordpress.com
http://majalah.hidupkatolik.com
https://id.wikipedia.org/wiki/Pelayanan_Yesus
https://penuai.wordpress.com


No comments