Nama Sosok Yang Punya Semesta
Sangat banyak sekali nama Allah. Dalam Alkitab perjanjian lama, muncul hampir 6.000 kali. Beberapa nama mewakili karakter maupun sifat Allah. Dan banyak pernyataan lain tentang nama Allah yang disebut :
EL atau ELohim-Tuhan pencipta (kejadian 14 : 19).
El Shaddai- Tuhan yang maha kuasa (kejadian 17 : 1).
EL Olam-Tuhan yang kekal (kejadian 21 : 33).
Jehova Rophe-Tuhan memulihkan (keluaran 15 : 26).
Jehova Jireh-Tuhan yang menyediakan (kejadian 22 : 14 ).
Jehova Shammah-Tuhan maha hadir (yehezkiel 48 :35).
Jehova shalom-Tuhan keselamatan (Hakim-hakim 6 : 24).
Itu adalah sedikit contoh nama Allah dalam alkitab. Dengan begitu, kita dapat mengatakan bahwa sosok Allah tak terbayangkan. Tak cukup satu nama untuk mengungkapkan siapa Dia.
Tapi dari semua nama dan karakter-Nya dalam alkitab, ada satu nama yang dianggap berbeda yaitu “YAHWEH” dalam bahasa latin “JEHOVAH”.
Nama ini dianggap lebih pribadi dibanding nama-nama Allah yang lain. Dan dianggap secara spesifik merujuk kepada Nama Penguasa Semesta.
Akan tetapi arti nama ‘’Yahwe’’ atau ‘’Jehova’’, secara alkitabiah bukanlah nama Allah, namun juga tergolong sebagai penyebutan atau unkapan.
Bedanya adalah kata ini dibahasakan langsung oleh Allah. Sementara lainnya dari manusia yang manggambarakan Allah sebagai, ‘’pelindung’’, penyedia, maha hadir’’ dan lainya.
Karena itulah sebagian orang Kristen beranggapan bahwa ‘’Yahwe’’ adalah nama asli Allah karena Allah sendirilah yang menyebutnya. Mari kita sama-sama bahas lebih detail mengenai Nama Sosok Yang Punya Semesta.
Kejadian 2:4;
“Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Allah menjadikan langit dan bumi”
Diketahui bahwa, kitab kejadian adalah salah satu dari 5 kitab yang ditulis Musa yang disebut kitab Taurat.
Musa menggambarkan penggunaan nama Allah sama seperti nama yang dinyatakan pertama kali padanya digunung Horeb.
Keluaran 3:14;
“Firman Allah kepada Musa: ‘Aku Adalah Aku’. Lagi Firman-Nya: Beginilah kau katakan kepada orang Israel itu: Akulah Aku telah mengutus aku kepadamu”
Ayat ini menyatakan bahwa Allah… ya Allah!.”Tidak ada yang lain”. Dia kekal dan satu-satunya penguasa semesta.
Dalam Alkitab, arti kata Yahweh, sebenarnya adalah kata untuk menjelaskan siapa sesungguhnya Dia. Diterjemahkan sebagai “AKU ADALAH AKU”. Artinya, “TIDAK ADA YANG LAIN”.
Sederhananya, Allah tidak mempunyai nama seperti halnya jika kita menyebut nama anda dan saya. Alasan dasar kenapa kita manusia menyebut Allah, karena ada satu sosok pribadi penguasa semesta yang disebut dengan nama “Allah”.
Atau dengan kata lain, Allah adalah sosok satu-satunya dialam semesta ini, yang bisa disebut dengan nama “Allah”.
Karena nama hanyalah sebagai pembeda kepada mahkluk yang berjumlah banyak. Sedangkan untuk “Allah”, perlukah Ia mempunyai nama sementara Ia adalah satu-satunya di alam semesta ini?.
Allah hanya perlu disebut dengan nama “ALLAH”. Tidak perlu dengan nama lain, karena Dia mahkluk satu-satunya, sosoknya satu dan tidak ada yang lain.
Jadi, jika Allah memiliki nama, maka sama saja kita menganggap bahwa ada sosok yang kedua dialam semesta ini yang maha kuasa. Nah… mengapa didunia ini banyak sekali nama Allah?. Jawabannya sederhana, karena banyak bahasa!.
Ini berhubungan dengan bagaimana manusia membuat konstruksi kata-kata seperti halnya, אֱלֹהִים - 'ELOHIM adalah bentuk "plural" dari kata Ibrani אֱלוֹהַּ atau אֱלֹהַּ - 'ELOAH. Sedangkan אֵל - 'ÊL adalah bentuk konstruk dari אֱלוֹהַּ - 'ELOAH atau אֱלֹהִים - 'ELOHIM.
Kata אֱלוֹהַּ - 'ELOAH, dapat dibandingkan dengan kata yang serumpun dengan bahasa Ibrani, yaitu bahasa Aram: אֱלָהּ - 'ELAH, dan juga bahasa serumpun lainnya, yaitu bahasa Arab: الله - 'ALLAH.
Dan, kata "Allah" ini telah diserap menjadi kosa kata dalam bahasa Indonesia. Ingat bahwa bahasa Ibrani, bahasa Aram dan bahasa Arab adalah bahasa yang serumpun, yaitu rumpun Semitik.
Jadi, perbedaanya disini hanyalah bahasanya. Sedangkan arti dan maknanya sama. Dan jika dalam Alkitab, sangat banyak nama Allah, itu adalah julukan atau gelar.
Karena kata “Allah” dan “Tuhan”, berbeda konotasinya. Allah adalah Entitas, sedangkan penyebutan Tuhan adalah otoritasnya. Sebutan Allah adalah bentuk keesahan-Nya, sedangkan Tuhan adalah bentuk kekuasaan-Nya.
Maleakhi 2:2;
“Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, Firman Tuhan semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu itu tidak memperhatikan”
Keluaran 20:7;
“Janganlah menyebut nama TUHAN Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan”
Kedua ayat ini sesungguhnya berbicara mengenai manusia yang kerap kali menyebut nama Allah dengan bermacam-macam nama dan persepsi.
Allah memperingatkan kita bahwa, Ia yang hanya satu-satunya, tidak mempunyai nama spesifik seperti halnya manusia. Ia hanya perlu disebut “ALLAH”, tidak dengan nama lain. Artinya, Allah bukanlah sesuatu yang bisa seenaknya di beri nama oleh manusia.
Musa memberikan gambaran kepada kita dan seluruh dunia bahwa, tidak ada mahkluk yang lain yang sama, yang bisa disebut dengan nama Allah, selain Allah itu sendiri.
Jadi arti kata;
“ AKU ADALAH AKU” berarti “ ALLAH ADALAH ALLAH”.
Bahwa sesungguhnya hanya Dialah pencipta semesta. Dia kekal dan Dia melakukan apapun yang dikehendaki-Nya.
Jadi sebutan apapapun kepada-Nya, selama itu bermakna sama dengan “Sang Peguasa Jagad Raya”, tetaplah berarti sama.
Perbedaanya adalah, apakah Allah yang kita sebut Allah itu, berasal dari mana?. Karena bagi saya pribadi, Allah yang benar-benar Allah adalah, Allah yang menyebut diri-Nya Allah Abraham, Isak, dan Yakub.
Alkitab memberikan gambaran kepada seluruh dunia bahwa, tidak ada nama lain yang sama yang karena-Nya kita beroleh keselamatan.
Yaitu dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, yang senantiasa ada bagi saudara dan saya yang percaya, sampai kepada hidup yang kekal.
Sumber Referensi :
Alkitab/Bible
https://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=yahweh

No comments